Pertahankan Kualitas Terbaik Sejak 1972, Update Trend dari Masa ke Masa

Sebelum menjadi pengusaha, Citra merupakan lulusan mahasiswa hukum ekstensi ini, sempat magang di kantor notaris selama 2 tahun di masa tahun terakhir perkuliahannya. Setelah lulus dan berumah tangga, ia pun masih di jalur sebagai pegawai swasta. Semenjak diberi kesempatan oleh keluarga untuk mengikuti maraknya pameran perhiasan saat itu, darisanalah pemicu ia mulai mencoba dunia usaha, terlebih adanya kerja sama dengan pihak perusahaan oleh-oleh, membuatnya meninggalkan kariernya di bidang hukum dan memilih membantu suami yang memulai lebih dulu berkecimpung di bidang tersebut.

Menyebut nama “Kahyangan House of Jewelry”, yang berlokasi di Jl. Raya Celuk No. 8x, Singapadu, Gianyar, pasti sudah tidak asing bagi penggemar perhiasan perak khususnya. Berdiri sejak tahun 1972, semenjak garis keturunan sang kakek yang bernama I Nyoman Djabud, kemudian dilanjutkan oleh orang tua. Dan kini industri rumahan kerajinan tersebut masih dilestarikan dan diwarisi kepada Citra dan suami, sebagai generasi ketiga.

Awalnya atas dasar memasuki jurusan hukum yang ia pilih di bangku kuliah, sama sekali tak terpikirkan, akan menggeluti bidang tersebut, namun nyatanya justru usaha tersebut tetap eksis mengikuti perkembangan zaman, berlanjut di tangannya bersama suami, Gde Mas Bhayu Artha Wijaya atau yang biasa dipanggil Dimas. Saat kepercayaan datang padanya, Citra mengambil kesempatan mengikuti pameran tersebut, yang belum tentu akan datang kepada mereka di kemudian hari. Hingga singkat cerita, disepakati untuk dikembangkan lagi, dengan mengikuti tantangan mode di zaman mereka. Sebagai pengalaman perdana, wanita ini sempat kebingungan mengatur keuangan dalam membuat pesanan ke pengrajin perhiasan. Ia pun harus banyak belajar dari mereka yang senior dalam pengalaman, baik itu keluarga, karyawan dan pelanggan.

Pelajaran yang paling diingat Citra selama berguru, bagaimana ia harus bersikap sabar dalam meng-handle pelanggan dan memberikan pelayanan yang terbaik, tanpa membebankan pada pemikiran, apakah produk akan laku atau tidak. Seperti ungkapan rasa para pengusaha yang meski telah menguasai perjalanan usahanya bertahun-tahun, akan selalu dihadapkan tantangan untuk terus upaya mempertahankan usaha, Citra pun mulai memahami situasi tersebut, memang tak semudah saat merintis. Sebut saja saat memasuki masa pandemi, Citra memilih berjaga-jaga menjaga kestabilan ekonomi, dengan merambah usaha kuliner “Dapur Kahyangan”.

Dibandingkan perhiasan yang tak selalu dicari setiap hari, usaha kulinernya tentu akan lebih dibutuhkan dan menjamin adanya pemasukan. Kahyangan House of Jewelry yang kini ia jalankan dan saat dipegang kakek dan orang tua memang memiliki beberapa perbedaan yang signifikan, karena perkembangan zaman. Dahulu bisnis ini tak pernah update hasil karya jewelry mereka, karena khawatir akan ditiru. Kini, Citra dan suami beranggapan sahsah saja untuk mem-publish, selama perusahaan masih bisa berkembang ke depannya. Kemudian yang menjadi pembeda lainnya, target pasar juga lebih variatif menyentuh berbagai usia, sedangkan dulu hanya dipesan oleh ibu-ibu rumah tangga.

Dalam promosi, Citra juga memilih tak mau ketinggalan zaman, mulai dari media sosial yang diperagakan oleh para selebgram atau modelnya langsung. Kemudian juga berkolaborasi dengan desainer dan anak-anak muda yang juga tak kalah memiliki ide-ide kreatif disesuaikan dengan tren dan permintaan pelanggan, misalnya di masa ini, lebih banyak pelanggan yang menyukai ukuran perhiasan yang kecil dan ringan, dibandingkan di tahun 1972 ke atas yang didominasi perhiasan emas maupun terbuat dari perak, dengan desain yang besar dan berat. Untuk selanjutnya, Citra berkomitmen dapat terus mengikuti tren yang banyak diminati dan masuk ke konsep perhiasan di Kahyangan House of Jewelry. Dan yang tak kalah krusial, kualitas perhiasan tetap yang terbaik, sehingga memiliki ketahanan dalam waktu jangka panjang bagi pemakainya. Ke depannya, Citra berharap agar Kahyangan House of Jewelry tetap menjadi salah satu pilihan dari banyak toko perhiasan yang selalu dapat memberikan kualitas terbaik dari masa ke masa. Selain itu, ia juga berharap agar nama besar I Nyoman Djabud sebagai founder dari Kahyangan House of Jewelry akan selalu melekat sampai nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!