Perjalanan Seorang Perempuan Membangun Ruang untuk Semua Bentuk Keindahan
Sorotan dunia fashion sering menghadirkan standar yang terasa sempit bagi sebagian perempuan. Ukuran tubuh tertentu kerap dianggap lebih pantas untuk tampil modis, sementara banyak lainnya kesulitan menemukan pakaian yang benar benar nyaman sekaligus membuat percaya diri. Kegelisahan sederhana itulah yang kemudian melahirkan sebuah perjalanan baru bagi Made Kristin Yustika Rini, sosok notaris yang berhasil membangun usaha fashion dengan identitas kuat dan penuh makna.
Made Kristin Yustika Rini atau yang akrab disapa Kristin lahir di Singaraja pada tahun 1986. Ia tumbuh dalam keluarga besar dengan latar belakang disiplin dan kerja keras yang kuat. Ayahnya berprofesi sebagai hakim, sedangkan sang ibu menjalankan usaha sembako. Sebagai anak kedua dari enam bersaudara, Kristin sudah terbiasa hidup dalam lingkungan yang dinamis sejak usia kecil.
Saat berusia dua tahun, keluarganya merantau ke Sulawesi Selatan mengikuti penempatan tugas sang ayah. Selama tiga tahun tinggal di luar Bali, Kristin mulai mengenal kehidupan yang penuh adaptasi. Perpindahan tempat tinggal dan sekolah menjadi bagian dari kesehariannya. Pengalaman itu perlahan membentuk dirinya menjadi sosok yang mudah menyesuaikan diri serta memiliki mental yang kuat menghadapi perubahan.
Sejak remaja, Kristin sudah cukup dekat dengan dunia hukum. Sang ayah sering mengajaknya berdiskusi dan mengenalkan berbagai hal mengenai profesi tersebut. Dari sana tumbuh ketertarikan untuk memahami hukum lebih dalam. Ketika menyelesaikan pendidikan SMA, ia memutuskan melanjutkan kuliah di Universitas Udayana dengan mengambil jurusan hukum.
Dunia pendidikan menjadi fase penting dalam perjalanan hidupnya. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana hukum, Kristin langsung melanjutkan studi magister kenotariatan di universitas yang sama. Keseriusannya dalam menempuh pendidikan menunjukkan komitmen besar untuk membangun karier profesional yang kuat di bidang hukum.
Sebelum benar benar menjalani profesi notaris, Kristin sempat bekerja di sebuah bank sebagai teller selama satu tahun. Masa itu dijalaninya bersamaan dengan proses penyusunan tesis. Kesibukan membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan menjadi pengalaman berharga yang membentuk kedisiplinannya. Setelah itu ia melanjutkan perjalanan profesional dengan magang di kantor notaris untuk memperdalam pengalaman praktik secara langsung.
Pada tahun 2010 Kristin memutuskan menikah dan mulai menjalani kehidupan baru bersama keluarganya. Setelah menyelesaikan pendidikan kenotariatan, ia memilih Buleleng sebagai wilayah tempat membangun karier profesionalnya. Keputusan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjangnya sebagai notaris. Tahun 2013 menjadi langkah penting ketika ia resmi mendirikan kantor notaris sendiri. Lima tahun kemudian surat PPAT miliknya akhirnya terbit dan semakin memperkuat posisinya dalam dunia hukum dan pelayanan masyarakat.
Kesibukan sebagai notaris ternyata tidak membatasi kreativitas Kristin dalam melihat peluang lain. Tahun 2020 saat pandemi melanda, ia justru memulai sebuah langkah baru dengan mendirikan Indiandco Boutique, sebuah brand fashion yang memiliki fokus khusus pada perempuan dengan ukuran medium hingga plus size.
Ide mendirikan usaha tersebut lahir dari pengalaman pribadinya sendiri. Kristin pernah mengalami masa ketika berat badannya berlebih dan kesulitan menemukan pakaian yang nyaman sekaligus tetap menarik digunakan. Banyak pilihan fashion saat itu belum benar benar menghadirkan ruang bagi perempuan plus size untuk tampil percaya diri. Dari pengalaman tersebut, ia melihat peluang besar yang belum banyak disentuh, khususnya di Bali.
Nama Indiandco Boutique memiliki makna personal yang sangat dekat dengan kehidupannya. Nama tersebut berasal dari nama anaknya, Indi, yang kemudian dikembangkan menjadi identitas brand dengan kesan modern dan elegan. Dalam riset branding, penggunaan nama yang memiliki kedekatan emosional sering menjadi kekuatan tersendiri karena mampu menghadirkan nilai personal yang kuat dalam sebuah usaha. Hal itu pula yang ingin dibangun Kristin melalui brand miliknya.
Sejak awal, Kristin ingin menghadirkan fashion yang tidak hanya indah dipandang, melainkan benar benar nyaman digunakan oleh perempuan dengan berbagai bentuk tubuh. Ia merancang sizing khusus yang berbeda dari kebanyakan brand lain. Potongan pakaian dibuat dengan memperhatikan kenyamanan tanpa menghilangkan kesan elegan, anggun, maupun modern.
Salah satu hal yang membuat Indiandco Boutique memiliki identitas kuat adalah keberaniannya menggunakan model dengan ukuran tubuh nyata dalam materi promosi. Kristin ingin para pelanggan melihat bahwa kecantikan tidak selalu harus mengikuti standar tertentu. Melalui konsep tersebut, ia berusaha membangun rasa percaya diri bagi banyak perempuan agar tetap nyaman menjadi diri sendiri.
Selain memiliki desain dengan cutting yang khas, setiap koleksi juga dirancang agar tetap terasa ringan dan nyaman dipakai dalam berbagai aktivitas. Bagi Kristin, fashion bukan hanya soal penampilan luar, melainkan tentang bagaimana seseorang bisa merasa lebih percaya diri ketika mengenakan sesuatu yang sesuai dengan dirinya.
Perjalanan Kristin menunjukkan bahwa pengalaman hidup sering kali menjadi sumber inspirasi terbesar dalam membangun sebuah usaha. Dunia hukum yang penuh ketelitian membentuk dirinya menjadi sosok profesional, sementara pengalaman pribadi menghadirkan empati yang kemudian diwujudkan dalam bisnis fashion yang lebih inklusif.
Kini Kristin tidak hanya dikenal sebagai notaris, melainkan juga perempuan yang berhasil menciptakan ruang nyaman bagi banyak wanita untuk tampil elegan tanpa harus merasa terbatas oleh ukuran tubuh. Melalui Indiandco Boutique, ia ingin terus menghadirkan pesan sederhana bahwa setiap perempuan berhak merasa cantik, nyaman, dan percaya diri dalam versi terbaik dirinya sendiri.