Perjalanan Panjang dari Tangan yang Tak Pernah Berhenti Bekerja

Perjalanan hidup kerap dibangun dari pengalaman yang tampak sederhana namun penuh makna. Setiap aktivitas yang dijalani dengan tanggung jawab perlahan mengasah cara berpikir dan membentuk arah tujuan. Dari situlah muncul tekad untuk menciptakan sesuatu yang bernilai. I Gede Putra Surya Kencana menapaki jalan panjang menuju usaha yang kini dikenal luas.

I Gede Putra Surya Kencana lahir di Luwus pada tahun 1994 dari keluarga pedagang. Lingkungan tersebut membuatnya terbiasa melihat proses jual beli sejak kecil. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, posisi yang membawanya pada tanggung jawab lebih awal dibandingkan anak seusianya. Nilai kerja keras tumbuh seiring waktu, bukan dari teori, melainkan dari pengalaman langsung dalam kehidupan sehari hari.

Pendidikan dasar ia tempuh di SD Negeri 3 Luwus. Masa kecilnya tidak hanya diisi dengan kegiatan belajar, melainkan juga membantu keluarga. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Baturiti. Pada masa ini, ia mulai terbiasa membagi waktu antara sekolah dan membantu neneknya. Sepulang sekolah, ia ikut mengupas nangka yang akan digunakan untuk keperluan jualan. Aktivitas tersebut tampak sederhana, namun melatih ketekunan dan rasa tanggung jawab yang kuat.

Perjalanan pendidikan berlanjut ke SMA Negeri 1 Baturiti. Tiga tahun masa sekolah menengah menjadi fase pembentukan karakter yang semakin matang. Setelah lulus, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang D1 dengan jurusan FnB Service. Pilihan ini membuka jalan untuk mengenal dunia pelayanan dan industri makanan secara lebih profesional.

Kesempatan menjalani pelatihan kerja datang saat ia training sebagai waiter di Samaya Seminyak. Pengalaman ini memberikan wawasan baru tentang standar pelayanan, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga kualitas dalam setiap pekerjaan. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia sempat bekerja di sebuah toko oleh oleh. Meski pekerjaan tersebut memberikan pengalaman, ia mulai merasakan dorongan untuk membangun sesuatu yang lebih mandiri.

Tahun 2016 menjadi titik penting dalam hidupnya. Ia memutuskan menikah dengan pasangan yang telah dikenalnya sejak masa SMP. Setelah membangun keluarga, ia mengambil langkah berani dengan membuka usaha warung makan. Keputusan tersebut tidak diambil secara impulsif, melainkan berangkat dari pengalaman hidup, kebiasaan bekerja, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar di sekitarnya.

Awal usaha dimulai dengan menjual urutan babi. Skala usaha masih kecil, namun ia menjalankannya dengan kesungguhan. Sejak awal merintis usaha bersama istrinya, ia tidak pernah berjalan sendiri. Dukungan penuh dan kepercayaan dari mertuanya menjadi salah satu kekuatan yang mengiringi setiap langkah perjuangannya. Tidak lama kemudian, ia menambah menu be genyol untuk memberikan variasi kepada pelanggan. Selama satu tahun, ia fokus mengembangkan usaha tersebut sambil terus mempelajari selera pasar.

Tahun 2017 menjadi fase perkembangan berikutnya. Ia mulai memperkenalkan olahan babi asap serta tetap mempertahankan menu yang telah dikenal sebelumnya. Langkah ini menunjukkan kemampuannya membaca peluang sekaligus berani berinovasi. Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 2018, ia menambahkan menu baru berupa samsam guling yang kemudian menjadi ciri khas usahanya.

Nama Samsam GulingĀ  Ulam Sari Baturiti memiliki makna yang kuat dan tidak sekadar menjadi identitas. Kata samsam merujuk pada bagian daging babi dengan komposisi lemak dan daging yang seimbang, dikenal memiliki tekstur lembut dan rasa yang kaya. Sementara kata guling mengacu pada teknik memasak tradisional Bali yang menggunakan proses pemanggangan utuh dengan putaran perlahan di atas bara api. Ulam Sari dapat dimaknai sebagai hidangan yang menghadirkan cita rasa istimewa dan bernilai tinggi. Kombinasi nama tersebut mencerminkan fokus usaha pada kualitas rasa, tradisi, serta keunikan produk yang ditawarkan.

Seiring waktu, usaha yang dirintis mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia tidak hanya melayani penjualan langsung, tetapi juga merambah ke layanan katering untuk berbagai kebutuhan. Selain itu, ia menyediakan produk olahan babi dalam bentuk frozen food untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Langkah ini menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan perubahan kebutuhan konsumen tanpa meninggalkan akar tradisi yang menjadi kekuatan utama.

Latar belakang sebagai peternak babi memberikan keunggulan tersendiri dalam menjalankan usaha. Ia memiliki pemahaman yang baik tentang kualitas bahan baku, mulai dari pemilihan hingga pengolahan. Hal ini berdampak pada konsistensi rasa yang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Di balik pencapaiannya saat ini, terdapat perjuangan sang istri yang terus menemani sejak awal usaha dirintis, serta dukungan tanpa henti dari mertuanya yang menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Saat ini, ia telah memiliki 22 karyawan yang menjadi bagian dari perjalanan usahanya. Dari usaha kecil yang dibangun dengan keterbatasan, kini berkembang menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang. Setiap langkah yang diambil mencerminkan proses panjang yang tidak terlepas dari kerja keras, keberanian, serta ketekunan.

Perjalanan I Gede Putra Surya Kencana menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari awal yang besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu membentuk fondasi yang kuat. Dari membantu keluarga, belajar dari pengalaman, hingga berani mengambil keputusan besar, semua menjadi bagian dari cerita yang terus bergerak maju tanpa kehilangan arah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!