Membaca Peluang, Menaklukkan Tantangan, dan Membangun Bisnis Peternakan yang Berkelanjutan
Tak semua keberhasilan lahir dari rencana yang berjalan mulus. Ada kalanya jalan hidup justru berubah karena sebuah kegagalan yang tampak sederhana. Bagi I Gusti Ngurah Putra Wibawa, satu kesempatan yang terlewat menjadi awal dari perjalanan panjang yang membawanya menjadi pengusaha peternakan sapi yang sukses. Melalui berbagai pengalaman kerja, pergantian usaha, hingga tantangan pandemi, ia terus melangkah sampai akhirnya mendirikan PT Agro Sari Satwa yang berkembang hingga saat ini.
I Gusti Ngurah Putra Wibawa lahir pada tahun 1968 di Basangbe, Baturiti. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Tumbuh di lingkungan pedesaan membuatnya akrab dengan kehidupan masyarakat yang mengandalkan sektor pertanian dan peternakan sebagai sumber penghidupan. Pengalaman tersebut secara tidak langsung membentuk cara pandangnya terhadap dunia usaha dan pentingnya kerja keras dalam meraih keberhasilan.
Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, Putra memiliki cita cita menjadi seorang dosen. Keinginan itu muncul dari semangat untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan. Namun harapan tersebut harus pupus karena usianya melewati batas persyaratan hanya selisih satu hari. Meski terasa mengecewakan, Putra tidak membiarkan kegagalan itu menghentikan langkahnya.
Tahun 1993 menjadi awal kariernya di dunia asuransi. Selama kurang lebih dua belas tahun hingga 2005, ia meniti karier sambil mempelajari berbagai hal tentang pemasaran, pelayanan pelanggan, serta membangun jaringan yang luas. Pengalaman tersebut memberikan bekal berharga yang kelak sangat membantu ketika ia memutuskan terjun ke dunia usaha.
Setelah meninggalkan industri asuransi, Putra mencoba membuka usaha pemasok kebutuhan hotel. Saat itu sektor pariwisata Bali sedang berkembang pesat sehingga peluang bisnis terlihat cukup menjanjikan. Namun setelah menjalaninya, ia merasa bidang tersebut tidak sesuai dengan visi jangka panjang yang ingin dibangun. Ia pun memutuskan mencari peluang lain.
Perjalanan berikutnya membawanya mendirikan koperasi bersama beberapa rekan. Harapannya, koperasi dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus wadah untuk mengembangkan usaha. Meski memperoleh banyak pengalaman, Putra merasa belum menemukan bidang yang benar benar sesuai dengan minat dan keyakinannya.
Ia kemudian terlibat dalam program Sarjana Membangun Desa dan turut berperan dalam pembentukan berbagai asosiasi. Pengalaman itu memperluas wawasan serta mempertemukannya dengan banyak pelaku usaha dari berbagai sektor. Dari sana, ia mulai melihat potensi besar yang dimiliki sektor peternakan, khususnya usaha perdagangan sapi yang memiliki permintaan stabil dan terus berkembang.
Tahun 2013 menjadi titik penting ketika Putra mulai menekuni usaha jual beli sapi. Keputusan tersebut lahir dari pengamatannya terhadap kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap hewan ternak, baik untuk konsumsi maupun keperluan keagamaan. Dengan kesabaran dan ketekunan, ia membangun jaringan pemasok serta pembeli hingga mampu mendistribusikan sapi ke kota/kabupaten di wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Usaha yang dirintis secara bertahap mulai menunjukkan perkembangan positif. Semakin lama, Putra semakin yakin bahwa sektor peternakan memiliki masa depan yang cerah. Kebutuhan daging sapi nasional yang terus meningkat menjadi peluang besar bagi pelaku usaha yang mampu menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan.
Keyakinan tersebut mendorongnya mengambil langkah lebih besar. Pada tahun 2019, ia mendirikan Sari Satwa Agrofarm sebagai pusat pengembangan usaha peternakannya. Kehadiran farm ini menjadi bukti keseriusannya dalam membangun bisnis yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Namun perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus. Tak lama setelah Sari Satwa Agrofarm berdiri, pandemi Covid 19 melanda. Banyak sektor usaha mengalami tekanan berat dan ketidakpastian ekonomi terjadi di berbagai bidang. Putra mengakui bahwa masa tersebut sempat membuatnya merasa terpukul karena usaha yang baru dikembangkan harus menghadapi situasi yang sangat sulit.
Meski demikian, kondisi yang semula dianggap sebagai tantangan justru menghadirkan peluang yang tidak terduga. Ketika pelaksanaan ibadah haji dan umrah dibatasi selama pandemi, banyak masyarakat yang telah menyiapkan dana perjalanan memilih mengalihkan anggaran mereka untuk membeli hewan kurban. Permintaan sapi meningkat secara signifikan dan pasar bergerak lebih aktif dibandingkan sebelumnya.
Momentum tersebut menjadi salah satu titik balik dalam perkembangan usahanya. Berkat jaringan yang telah dibangun selama bertahun tahun, Putra mampu memenuhi tingginya kebutuhan pasar. Dalam masa pandemi, ia berhasil menjual hingga sekitar 1.500 ekor sapi. Pencapaian itu menjadi bukti bahwa kemampuan membaca peluang dan kesiapan menghadapi perubahan merupakan faktor penting dalam dunia usaha.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat fondasi bisnis yang dibangunnya. Putra memahami bahwa usaha peternakan bukan hanya soal transaksi jual beli, melainkan tentang pengelolaan yang menyeluruh mulai dari kualitas ternak, kesehatan hewan, pakan, hingga distribusi kepada konsumen. Dengan pendekatan yang profesional, usahanya terus berkembang dari tahun ke tahun.
Puncak perjalanan panjang itu terlihat pada tahun 2024 ketika Sari Satwa Agrofarm berkembang menjadi PT Agro Sari Satwa. Transformasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat struktur usaha sekaligus memperluas peluang pengembangan bisnis di masa depan.
Kini PT Agro Sari Satwa terus menjalankan aktivitasnya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang peternakan dan perdagangan sapi. Keberadaan perusahaan ini menjadi hasil nyata dari perjalanan panjang yang dipenuhi keberanian mengambil keputusan, kemauan untuk belajar, dan keteguhan menghadapi berbagai tantangan.
Kisah I Gusti Ngurah Putra Wibawa menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu datang melalui jalan yang lurus. Kegagalan menjadi dosen, pengalaman bekerja di asuransi, mencoba berbagai bidang usaha, hingga akhirnya menemukan peluang besar di sektor peternakan, semuanya menjadi bagian penting yang membentuk perjalanan hidupnya. Melalui PT Agro Sari Satwa, ia membuktikan bahwa ketekunan dan kemampuan beradaptasi dapat mengubah tantangan menjadi peluang yang membawa manfaat bagi banyak orang.