Langkah Berani yang Mengubah Halaman Menjadi Pusat Harapan

Berawal dari halaman rumah yang sederhana, tumbuh sebuah perjalanan panjang yang dibangun dengan keberanian mengambil keputusan dan kesediaan beradaptasi dengan perubahan. Sosok itu adalah I Made Gede Arta Parijata, atau yang akrab disapa Gede. Melalui ketekunan dan pandangan yang jauh ke depan, ia berhasil mengubah peluang yang ada di sekitarnya menjadi usaha yang memberikan manfaat bagi banyak orang.

Lahir pada tahun 1984, Gede tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai pendidikan dan tanggung jawab. Ayahnya bekerja sebagai pegawai, sedangkan sang ibu mengabdikan diri sebagai guru. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia belajar memahami arti kerja keras sejak usia muda. Masa kecilnya dijalani di Abiansemal dengan suasana yang penuh kedekatan keluarga dan dorongan untuk terus berkembang.

Perjalanan pendidikannya dimulai di SD Negeri 1 Abiansemal. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Abiansemal, lalu menempuh pendidikan di SMA Negeri 5 Denpasar hingga lulus di tahun 2002. Ketertarikannya untuk memperluas wawasan membawanya melanjutkan pendidikan Diploma Dua di Mapindo pada jurusan FnB Service. Pendidikan tersebut berhasil diselesaikannya pada tahun 2004.

Semasa kuliah, Gede memperoleh kesempatan berharga mengikuti program pelatihan di Singapura selama enam bulan. Pengalaman itu membuka pandangannya terhadap dunia kerja yang profesional serta pentingnya pelayanan yang berkualitas. Bekal tersebut semakin bertambah ketika ia mengikuti program kerja di kapal pesiar. Selama tiga kontrak yang dijalani sejak tahun 2007 hingga 2010, ia banyak belajar mengenai disiplin, manajemen waktu, serta cara menghadapi berbagai karakter manusia dari beragam negara.

Setelah menikah pada tahun 2010, arah perjalanan hidupnya mulai berubah. Setahun kemudian, ketika istrinya diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil, Gede mengambil keputusan yang tidak semua orang berani lakukan. Ia memilih lebih banyak berada di rumah untuk mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus mencari peluang usaha yang dapat dijalankan dari lingkungan tempat tinggalnya.

Keputusan tersebut menjadi titik awal lahirnya berbagai langkah bisnis yang kemudian berkembang. Melihat lahan di depan rumah yang memiliki potensi, pada tahun 2012 ia membangun dua unit ruko untuk disewakan. Salah satu ruko digunakan sebagai tempat usaha cuci motor, sementara ruko lainnya dimanfaatkan oleh penyewa lain. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang yang memberikan pemasukan sekaligus membuka peluang ekonomi di lingkungan sekitar.

Meski telah memiliki aktivitas usaha, semangat belajarnya tidak pernah berhenti. Pada tahun 2014, Gede kembali menempuh pendidikan dan mengambil program Sarjana Hukum. Baginya, pendidikan bukan sekadar memperoleh gelar, melainkan sarana memperluas cara berpikir dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tantangan kehidupan maupun usaha.

Tahun 2019 menjadi babak penting dalam perjalanan kewirausahaannya. Pada tahun tersebut, ia mengambil alih usaha yang sebelumnya dijalankan oleh penyewa ruko dan mengembangkannya menjadi The King Barbershop. Nama The King dipilih karena memiliki makna yang kuat. Dalam bahasa Inggris, kata king berarti raja, sosok yang identik dengan kepercayaan diri, kewibawaan, serta penampilan yang terawat. Filosofi itu ingin diwujudkan melalui layanan yang membuat setiap pelanggan merasa lebih percaya diri setelah mendapatkan perawatan.

Pada tahun yang sama, Gede juga mendirikan Bimba AIUEO Abiansemal. Nama AIUEO berasal dari lima huruf vokal yang menjadi dasar pembelajaran membaca bagi anak usia dini. Secara nasional, metode Bimba AIUEO dikenal sebagai pendekatan belajar yang menumbuhkan minat baca anak melalui suasana yang menyenangkan. Kehadiran lembaga ini menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan generasi muda sekaligus menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Perjalanan usahanya terus berkembang. Pada tahun 2021, ia kembali mengambil langkah strategis dengan mengambil alih usaha cuci motor yang sebelumnya beroperasi di salah satu rukonya. Keputusan tersebut memperluas portofolio bisnis yang telah dibangun secara bertahap selama bertahun tahun.

Kemampuan membaca peluang kembali terlihat pada tahun 2025. Setelah masa kontrak penyewa cuci motor berakhir, ruko tersebut kemudian disewa oleh brand Esteh Indonesia. Kehadiran merek minuman yang dikenal luas itu menjadi bukti bahwa lokasi usaha yang ia kelola memiliki nilai ekonomi yang terus meningkat.

Kisah I Made Gede Arta Parijata memperlihatkan bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari langkah yang besar dalam waktu singkat. Justru melalui keputusan yang diambil dengan penuh pertimbangan, keberanian memanfaatkan peluang, serta kemauan untuk terus belajar, sebuah halaman rumah dapat berkembang menjadi pusat kegiatan usaha dan pendidikan yang bermanfaat bagi banyak orang. Dari pengalaman bekerja hingga membangun bisnis sendiri, Gede menunjukkan bahwa ketekunan dan visi yang jelas mampu mengubah kesempatan sederhana menjadi pencapaian yang membanggakan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!