Ketekunan yang Berbuah Permata
Gemerlap emas sering kali hanya terlihat dari kilaunya saja. Padahal di balik setiap usaha yang berdiri kokoh, selalu ada perjalanan panjang penuh kerja keras, keberanian, dan pengorbanan. Kisah itulah yang menggambarkan perjalanan Ni Wayan Ari Suariningsih atau yang akrab disapa Ari, sosok perempuan tangguh yang membangun usahanya secara perlahan hingga akhirnya dikenal melalui Toko Emas Permata.
Ari lahir di Tabanan pada tahun 1980 dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya bekerja sebagai pedagang sayur. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Ari sudah terbiasa hidup mandiri dan memahami arti tanggung jawab sejak kecil. Kehidupan keluarga yang dekat dengan dunia perdagangan membuatnya akrab dengan aktivitas jual beli sejak usia muda.
Ia memulai pendidikan di SD Negeri 1 Dauh Peken lalu melanjutkan sekolah di SMP Negeri 3 Tabanan. Pada masa itu, Ari sudah mulai membantu ibunya berjualan dengan tugas sederhana seperti membantu packing barang dagangan. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran awal tentang kedisiplinan dan kerja keras yang terus melekat dalam dirinya hingga sekarang.
Setelah lulus SMP, Ari melanjutkan pendidikan di SMA TP Nusantara. Semangat belajarnya terus berkembang hingga akhirnya ia memilih melanjutkan pendidikan D3 di Universitas Udayana jurusan Ekonomi. Ketertarikannya terhadap dunia usaha sudah terlihat sejak masa muda. Saat kuliah, ia juga sempat mengikuti kursus salon kecantikan sebagai bekal keterampilan tambahan.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Ari menjalani training di Surabaya pada perusahaan sandal Sandilac sebagai admin. Pengalaman bekerja di luar Bali memberinya banyak pembelajaran tentang disiplin dan tanggung jawab dalam dunia kerja. Setelah masa training selesai, ia ditempatkan di kantor area Bali dan bekerja selama kurang lebih dua tahun.
Tahun 2003 menjadi salah satu titik penting dalam hidupnya ketika ia menikah dengan sang suami. Setelah menikah, Ari sempat tinggal di Lampung karena mengikuti tugas suami. Kehidupan di luar Bali memberikan pengalaman baru yang semakin membentuk dirinya menjadi pribadi yang mudah beradaptasi.
Beberapa tahun kemudian, Ari kembali ke Bali dan bekerja sebagai team leader pada sebuah produk obat selama tiga tahun. Pekerjaan tersebut semakin mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinannya. Meski memiliki pekerjaan tetap, Ari memiliki keinginan besar untuk membangun usaha sendiri.
Keinginan itu akhirnya diwujudkan dengan memulai usaha berdagang sembako di Pasar Mambal. Dunia perdagangan yang sudah dekat dengannya sejak kecil membuat Ari mampu menjalani usaha tersebut dengan penuh kesabaran. Dari sana ia belajar memahami pelanggan dan menjaga kepercayaan dalam berjualan.
Tidak berhenti sampai di sana, Ari kemudian membuka usaha salon kecantikan bernama Salon Dinda yang diambil dari nama anaknya. Usaha tersebut berkembang cukup baik dan menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan bisnisnya. Selama kurang lebih lima belas tahun, Ari mengelola usaha salon dengan penuh ketekunan.
Seiring waktu, Ari mulai memperluas usahanya ke bidang perkreditan emas dan kredit furniture. Keputusan tersebut muncul karena ia melihat kebutuhan masyarakat terhadap sistem pembayaran yang lebih fleksibel. Kemampuannya membaca peluang membuat usaha yang dijalankannya terus berkembang.
Pada masa pandemi Covid tahun 2020, situasi ekonomi menjadi tantangan bagi banyak pelaku usaha. Namun Ari tetap bertahan menjalankan usahanya. Saat itu usaha perkreditan emas miliknya sudah berjalan meskipun Toko Emas Permata belum berdiri. Selain mengelola salon, ia juga membuka usaha furniture dengan sistem kredit hingga akhirnya mendirikan toko furniture bernama UD Permata.
Nama Permata dipilih karena memiliki makna yang erat dengan sesuatu yang bernilai dan berharga. Nama tersebut menjadi simbol harapan agar usaha yang dibangun mampu memberikan manfaat dan kepercayaan bagi banyak orang.
Perjalanan panjang Ari akhirnya membawanya pada langkah besar di tahun 2025 ketika ia resmi mendirikan Toko Emas Permata. Pada tahun yang sama, ia memutuskan menutup usaha salon agar lebih fokus mengembangkan bisnis toko emas miliknya.
Bagi Ari, usaha emas bukan sekadar tentang jual beli perhiasan. Kepercayaan pelanggan menjadi hal paling penting yang harus dijaga. Karena itu, selain menyediakan berbagai perhiasan emas, ia juga menghadirkan layanan perkreditan emas untuk membantu masyarakat mendapatkan kemudahan dalam memiliki emas sebagai perhiasan maupun investasi.
Perjalanan Ni Wayan Ari Suariningsih menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak hadir secara instan. Semua dibangun melalui proses panjang, keberanian mengambil peluang, dan ketekunan menghadapi tantangan hidup. Dari membantu orangtua berdagang hingga akhirnya memiliki usaha sendiri, Ari menunjukkan bahwa kerja keras yang dijalani dengan sungguh sungguh akan membawa seseorang menuju pencapaian besar.