Inovasi Anak Muda dalam Secangkir Kopi

Aroma kopi sering kali membawa seseorang pada kisah tentang keberanian memulai sesuatu yang sederhana namun penuh makna. Komang Andhika Prasetya Mahaputra memahami hal itu sejak usia yang masih sangat muda. Perjalanan hidupnya memperlihatkan bagaimana ketekunan, rasa ingin tahu, dan keberanian melihat peluang mampu mengantarkan sebuah gagasan kecil tumbuh menjadi usaha yang dikenal banyak orang. Melalui Sruuput Kopi Keliling, ia menunjukkan bahwa mimpi tidak selalu lahir dari rencana besar, melainkan dari keberanian membaca keadaan dan mengambil langkah ketika kesempatan muncul.

Komang Andhika Prasetya Mahaputra lahir di Negara pada tahun 2002. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan tanggung jawab. Ayahnya bekerja sebagai seorang polisi, sementara ibunya selalu memberi dukungan dalam perjalanan hidupnya. Ia merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara. Sejak kecil kedua orang tuanya membiasakan dirinya memahami sebab dan akibat dari setiap keputusan yang diambil. Kebiasaan itu membentuk cara berpikirnya sehingga ia terbiasa mempertimbangkan langkah dengan lebih matang.

Pendidikan dasar ia jalani di sebuah sekolah dasar negeri di daerah Negara. Masa kecilnya diwarnai dengan kegiatan belajar serta interaksi sederhana dengan lingkungan sekitar. Walau tampak seperti kehidupan anak pada umumnya, pengalaman tersebut menanamkan kebiasaan untuk menghargai proses. Setiap tahap pendidikan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan pandangannya tentang kehidupan.

Perjalanan pendidikan berlanjut ketika ia memasuki jenjang SMP. Pada masa ini ketertarikannya terhadap organisasi mulai terlihat. Ia bergabung sebagai anggota OSIS dan mulai memahami bagaimana bekerja sama dengan banyak orang. Aktivitas tersebut memperluas cara pandangnya mengenai komunikasi dan tanggung jawab. Selain aktif dalam organisasi, ia juga dikenal sebagai siswa yang memiliki prestasi akademik. Semangat belajar dan keinginan memahami banyak hal membuatnya semakin percaya diri menjalani berbagai kesempatan yang datang.

Naluri kewirausahaan mulai muncul ketika ia mencoba menjalankan usaha kecil. Ia berjualan fidget spinner yang saat itu sedang populer. Produk tersebut ia pasarkan secara online melalui media sosial. Walau sederhana, pengalaman itu memberinya pelajaran penting mengenai cara mempromosikan barang, menjalin komunikasi dengan pembeli, serta memahami bagaimana sebuah produk dapat menarik minat pasar.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP, ia melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Negara. Masa SMA menjadi fase yang memperkuat kemampuan kepemimpinannya. Kepercayaan yang ia bangun melalui berbagai kegiatan organisasi membuatnya terpilih sebagai Ketua OSIS. Tanggung jawab tersebut memberinya kesempatan mengelola program sekolah sekaligus belajar memimpin banyak orang.

Kesempatan berharga juga datang ketika ia terpilih mengikuti program pertukaran pelajar ke Kalimantan yang diselenggarakan oleh BUMN. Pengalaman tersebut membuka wawasan baru tentang keragaman budaya serta cara berpikir masyarakat di daerah lain. Ia semakin memahami bahwa setiap wilayah memiliki karakter dan peluang yang berbeda.

Pada masa itu ia memiliki cita-cita menjadi seorang polisi. Baginya profesi tersebut memberikan kesempatan luas untuk membantu masyarakat. Ia membayangkan dirinya dapat melakukan banyak kebaikan melalui pekerjaan tersebut. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA pada tahun 2021, ia sempat melanjutkan pendidikan kepolisian selama 6 bulan.

Ketertarikannya terhadap dunia usaha kembali muncul ketika ia memperhatikan perkembangan industri kopi. Harga kopi di sebagian besar coffee shop di Bali berada pada kisaran delapan belas hingga dua puluh ribu rupiah. Ia melihat adanya peluang untuk menghadirkan kopi yang lebih terjangkau. Inspirasi juga muncul ketika ia melihat banyak penjual kopi keliling di Jakarta, sementara konsep tersebut masih jarang ditemui di Bali.

Dari pengamatan tersebut lahirlah gagasan untuk menghadirkan kopi keliling menggunakan gerobak listrik. Inovasi itu kemudian berkembang menjadi Sruuput Kopi Keliling. Konsep tersebut menjadikannya sebagai perintis kopi gerobak listrik pertama di Bali sesuai dengan tagline usaha yang ia bangun.

Awal perjalanan usaha dimulai dari langkah sederhana. Karyawan pertama Sruuput Kopi Keliling berjualan di depan SMA Negeri 1 Denpasar. Setelah itu penjualan berlanjut ke kawasan Sanur pada sore hari. Tidak lama kemudian ia membuka outlet pertama di Jalan Gadung. Perkembangan usaha berjalan cukup cepat. Pada bulan kedua ia menambah dua gerobak baru untuk memperluas jangkauan penjualan.

Langkah tersebut diikuti dengan pembukaan outlet berikutnya di daerah Tegalwangi. Bersamaan dengan itu jumlah armada kembali bertambah hingga mencapai 10 unit. Perjalanan usaha terus berkembang hingga pada akhir tahun 2025 ia membuka outlet baru di kawasan Panjer.

Salah satu keunggulan Sruuput Kopi Keliling terletak pada keberadaan ruang produksi yang berada langsung di dalam outlet. Melalui konsep tersebut para pembeli dapat melihat proses produksi secara langsung. Hal ini menjadi bentuk komitmen untuk menjaga kualitas sekaligus membangun kepercayaan pelanggan terhadap produk yang mereka nikmati.

Kini Sruuput Kopi Keliling telah berkembang dengan dukungan 26 orang staf termasuk tim manajemen. Setiap langkah yang ditempuh Komang Andhika Prasetya Mahaputra menunjukkan bahwa keberanian memulai sesuatu dari ide sederhana dapat membawa perubahan yang besar. Perjalanan ini masih terus berjalan, perlahan namun pasti, seperti secangkir kopi hangat yang dinikmati tanpa terburu-buru sambil menyisakan ruang bagi mimpi mimpi berikutnya untuk tumbuh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!