Dari Sawah ke Meja Hidang Kisah Perjalanan yang Tak Biasa

Langkah hidup sering lahir dari rutinitas kecil yang tak banyak diperhatikan orang. Aroma tanah, suara hewan ternak, serta kesibukan orang tua berdagang membentuk arah yang kelak membawa I Wayan Pleno Pinalosa pada jalannya sendiri. Perjalanan itu tidak terbentuk dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang mengasah ketekunan, keberanian, dan naluri usaha.

I Wayan Pleno Pinalosa lahir pada tahun 1995 dalam keluarga sederhana dengan kedua orang tua yang sama sama berprofesi sebagai pedagang. Lingkungan ini membuatnya akrab dengan aktivitas jual beli sejak usia dini. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara, posisi yang secara tidak langsung menanamkan rasa tanggung jawab sejak kecil. Keseharian tidak hanya diisi dengan sekolah, melainkan juga membantu orang tua, termasuk pergi ke sawah untuk mencari pakan ternak. Aktivitas tersebut membentuk kebiasaan kerja keras sekaligus kedisiplinan yang melekat hingga dewasa.

Pendidikan dasar ia jalani dengan sederhana, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 3. Masa remaja menjadi titik awal munculnya jiwa wirausaha. Sepulang sekolah, ia berjualan tipat cantok, sebuah makanan khas Bali yang cukup digemari. Pengalaman ini memberikan pelajaran penting tentang menghadapi pelanggan, mengelola waktu, serta memahami nilai dari setiap rupiah yang diperoleh dari usaha sendiri.

Setelah lulus SMP, ia memilih melanjutkan pendidikan ke SMK Pariwisata Margarana Tabanan dengan jurusan pariwisata. Pilihan tersebut membuka wawasan baru, terutama dalam dunia pelayanan dan industri perhotelan. Selama masa pendidikan, ia mendapatkan kesempatan menjalani pelatihan kerja di bagian kitchen di Melasti Hotel selama enam bulan. Pengalaman tersebut menjadi titik penting yang memperkenalkannya pada standar kerja profesional, kedisiplinan tinggi, serta detail dalam pengolahan makanan.

Usai menyelesaikan pendidikan, ia langsung terjun ke dunia kerja. Ia diterima sebagai staf probation di sebuah hotel di kawasan Kuta dengan posisi sebagai waiter. Lingkungan kerja yang dinamis memberikan banyak pengalaman berharga. Ia kemudian melanjutkan karier di hotel lain di kawasan Uluwatu dan juga di The Grand Seminyak. Setiap tempat kerja memberikan sudut pandang berbeda tentang pelayanan, manajemen, serta bagaimana menjaga kualitas dalam industri yang kompetitif.

Meski telah memiliki pekerjaan tetap, keinginan untuk membangun usaha sendiri tidak pernah hilang. Sejak tahun 2011, ia mulai merintis usaha berjualan babi guling. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Babi guling merupakan salah satu kuliner khas Bali yang memiliki permintaan tinggi, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan. Selain itu, pengalaman di dapur hotel memperkuat kepercayaan dirinya dalam mengolah makanan dengan standar rasa yang konsisten.

Perjalanan membangun usaha tidak selalu mulus. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal hingga menjaga kualitas produk. Namun, ketekunan dan pengalaman yang dimiliki menjadi modal utama untuk terus bertahan. Pada tahun 2018, ia mengambil langkah penting dengan melanjutkan pendidikan D1 di Monarch University di Dalung. Keputusan ini menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan kemampuan, tidak hanya dari sisi praktik tetapi juga pengetahuan.

Masih pada tahun yang sama, ia berhasil mendirikan warung makan babi guling secara lebih terstruktur. Usahanya berkembang pesat hingga sempat memiliki sembilan cabang. Nama Pleno Babi Guling mulai dikenal sebagai salah satu pilihan kuliner yang konsisten dalam rasa dan kualitas. Nama usaha tersebut memiliki kekuatan sederhana namun mudah diingat, menggunakan nama dirinya sendiri sebagai identitas. Pendekatan ini memberikan kesan personal sekaligus membangun kepercayaan pelanggan karena kualitas usaha melekat langsung pada reputasi pemiliknya.

Tantangan besar datang pada tahun 2020 saat pandemi melanda. Situasi ini memaksa banyak usaha kuliner untuk beradaptasi. Ia tidak tinggal diam dan justru kembali membuka peluang dengan mengembangkan usaha babi guling dalam bentuk yang lebih fleksibel. Kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk bertahan di tengah kondisi yang tidak menentu.

Perlahan namun pasti, usaha yang dibangun kembali menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2022, penjualan mulai kembali stabil bahkan terus meningkat. Kepercayaan pelanggan yang telah dibangun sebelumnya menjadi fondasi kuat untuk bangkit. Momentum ini memperkuat keyakinannya bahwa usaha kuliner yang dikelola dengan konsisten akan selalu memiliki tempat di hati pelanggan.

Keputusan besar akhirnya diambil pada tahun 2025. Ia memilih untuk meninggalkan dunia pariwisata yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Fokus sepenuhnya diarahkan pada pengembangan Pleno Babi Guling. Langkah ini menjadi bukti keberanian dalam menentukan arah hidup serta keyakinan terhadap usaha yang telah dirintis sejak lama.

Saat ini, ia telah memiliki 28 karyawan yang turut menjadi bagian dari perjalanan usahanya. Usaha yang awalnya sederhana kini berkembang menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang. Nilai kedisiplinan dan kebiasaan kerja keras yang terbentuk sejak kecil tetap menjadi fondasi utama dalam mengelola bisnis.

Pleno Babi Guling bukan sekadar usaha kuliner, melainkan representasi dari perjalanan panjang, keberanian mengambil peluang, serta keteguhan dalam menghadapi tantangan. Dari sawah hingga dapur profesional, dari jualan kecil hingga memiliki puluhan karyawan, setiap langkah membentuk cerita yang terus berjalan tanpa kehilangan arah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!