Hadirkan Menu Ayam dan Bebek Panggang, Panggang Guling dan Betutu dengan Rasa Autentik
Perkenalannya dengan dunia bisnis dimulai sejak remaja. Dengan kesibukan membantu bibinya berjualan kue dan sekaligus sebagai tukang belanja ke pasar secara tidak langsung mental I Dewa Made Oka itu nama lengkapnya ditempa. Keinginan untuk bisa hidup layak di kemudian hari begitu kuat. Hingga suatu momen memberinya kesempatan untuk mewujudkan hal tersebut jadi nyata, siapa sangka usahanya menjual ayam panggang dengan bumbu buatan sendiri justru membuatnya menjadi seorang pebisnis Ayam Panggang dan Bebek Guling Paon Dwaji.
Pria asal Klungkung kelahiran tahun 1977 ini dibesarkan di Sulawesi Selatan di daerah transmigrasi. Sejak umur 3 bulan, Dewa sekeluarga diajak pergi transmigrasi ke Sulawesi untuk menetap sekaligus mengadu nasib oleh ayahnya dengan harapan bisa memperbaiki perekonomian keluarga berbekal keterampilan di pertukangan, orang tua Dewa bekerja sebagai pemborong bangunan dan juga mebel. Kehidupan selama berada di Sulawesi cukup keras, di mana Dewa sejak kecil terbiasa mengonsumsi singkong, jagung, bungkil, dan keladi sebagai makanan pengganti beras yang harganya mahal. Sejak dini, Dewa dibiasakan membantu orang tuanya di ladang. Di kala senggang, Dewa sering pergi bermain di hutan dan rawa-rawa bersama teman-temannya sambil menangkap ikan.
Di masa kecilnya, Dewa 3 kali pindah sekolah yaitu sekolah pertama terletak di perkotaan dan sekolah kedua dan ke tiga berada di desa, di mana ia tumbuh dan desa tetangga yang terletak kurang lebih 7 km dari rumah. Sebelum berangkat sekolah, Dewa sesekali memikul kelapa dan hasil tani lainnya seperti pisang dan tomat untuk dijual ke pasar pada pukul 03.00 subuh. Setiap harinya, Dewa pergi berjalan kaki ke sekolah melewati jalan setapak yang belum di aspal mengelilingi bukit, hutan, dan perkebunan yang banyak ditumbuhi pohon buah-buahan. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah dasar, Dewa tidak melanjutkan sekolah karena ketiadaan biaya, setelah ayahnya berpulang akibat sakit strok selama hampir setahun. Sebelum meninggal, ayahnya sempat berpesan agar Dewa dititip asuh oleh bibi dan pamannya yg di Klungkung, namun dengan syarat harus mau sekolah lagi. Usai kehilangan sosok ayah, Dewa berusaha taat dan rajin membantu bibi dan pamannya yang mengasuhnya selayaknya seperti anak kandung mereka.
Walaupun sebenarnya Dewa lebih menikmati kebebasannya tanpa melanjutkan sekolah, namun setelah diberi syarat demikian, maka akhirnya Dewa memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP walau setelah 2 tahun putus sekolah, dan kemudian lanjut SMA di Klungkung, ia tinggal bersama bibinya dan membantu berjualan. Didikan tegas dan penuh kedisiplinan oleh bibinya membuat mental dan karakternya ditempa. Setiap pagi, Dewa harus memetik bunga pergi ke pasar menjual Bunga Cempaka hasil petikannya sebagai uang saku sebagian dan berbelanja bahan dagangan untuk dijual di warung setiap harinya. Sepulang sekolah, Dewa langsung membantu bibinya membuat kue kemudian mengantarkannya ke warung, dan kegiatan ini berlangsung sampai Dewa menginjak masa remaja (tamat SMA ). Saat itu, Dewa bertekad ingin merasakan kehidupan yang lebih layak dari sebelumnya dan ingin menjadi lebih baik di masa depan. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan seperti ikut kursus Bahasa Inggris yang pada masa itu pariwisata di Bali tengah bergeliat.
Usai menyelesaikan sekolah, Dewa segera memasuki dunia kerja. Pekerjaan pertamanya ialah menjadi tukang amplas furnitur selama sebulan atas saran sepupunya di mana ia tinggal (Jimbaran). Kemudian tawaran kerja pun datang dari sepupu yang memintanya untuk berjualan pernak-pernik Bali yang lokasinya di Manado. Jawaban Dewa selalu siap, apapun yang penting tidak nganggur. Tawaran itu membawa ingatannya kembali pada masa-masa kecilnya dulu. Setelah bekerja selama setahun di beberapa cabang toko di sana, akhirnya Dewa pergi ke Medan, Sumatra Utara, untuk mencoba keberuntungan baru, namun kenyataannya berkata lain. Akhirnya balik ke Bali dan mencoba lagi di kios yang menjual pernak-pernik dan kain batik di Kuta, Di sana Dewa di tempa untuk tidak mudah menyerah, bila gagal, coba lagi dan lagi, sekaligus ingin mempraktikkan Bahasa Inggris yang sempat ia pelajari. Akibat adanya relokasi tempat, kios tersebut terpaksa ditutup dan mengharuskan Dewa untuk mencari kerja lain. Dewa kemudian bekerja di bandara di perusahaan yang juga milik keluarganya, melayani ground handling service pesawat pribadi, termasuk pengisian bahan bakar pesawat selama kurang lebih setahun lebih hingga banyak pelajaran yang ia dapatkan. Apapun jenis pekerjaan dilakukan Dewa hingga menyanggupi tawaran bekerja di Brunei dan Kapal Tanker Singapura, itu juga lagi-lagi atas bantuan keluarga yang memberi garansi bahwa Dewa pantas untuk diberi kesempatan dan akhirnya kepercayaan itu dijaga dengan sebaik mungkin sehingga manager-nya suka atas kinerja Dewa, membuat kariernya melesat dan dipromosikan bahkan sebelum kontrak kerjanya habis. Selama 5 kali kontrak kerja, Dewa menerima 2 kali promosi.
Di tahun 2011, Dewa menikah dan memutuskan untuk tinggal di rumah (tidak melaut lagi) atas permintaan sang istri dan kesepakatan bersama. Bekerja serabutan pun ia jalani, sebagai driver ojek tak luput, beternak lele dan jangkrik juga pernah. Lalu Dewa mulai mencoba menjual ayam panggang yang dibuat dengan bumbu hasil racikan sendiri. Yang sebenarnya sudah ia lakoni semasa remaja di Klungkung. Mulanya Dewa mempromosikan usahanya via online dan dari mulut ke mulut dan ia menerima pesanan ayam panggang yang langsung ia buat sendiri sesuai jumlah pesanan. Ayam panggang yang dijual rata-rata untuk kebutuhan upacara dengan harga terjangkau. Dewa pun menambah menu bebek guling yang kini menjadi menu andalan. Kemudian Dewa mulai mempromosikan usaha ayam panggangnya diberi nama Paon Dwaji yang artinya dapurnya Pak Dewa sejak 2017 silam. Jumlah pelanggan mengalami peningkatan dan mendapat antusiasme positif melalui testimoni yang diberikan di Google Review. Bali Foodies adalah food vlogger pertama yang mempromosikan Paon Dwaji setelah sebelumnya di-support oleh keluarganya yang sudah merasakan cita rasa istimewanya. Setelah viral tahun 2023 pascapandemi, oleh YouTuber kawakan NexCarlos, Dewa mulai mempekerjakan karyawan untuk membantu segala persiapan. “Terima kasih kepada semua para Pahlawan ku, mohon maaf tidak bisa saya sebutkan semua karena space sangat terbatas”. Dalam usahanya, Dewa selalu mengutamakan kualitas, integritas dan konsistensi rasa untuk pelayanan adalah yang utama. Dalam perjalanan Paon Dwaji mendapat support dan kontribusi penuh dari istri dan anak tercinta yang hebat serta keluarga yang mengasihinya. Baginya, hal itu merupakan salah satu upaya terbaik yang ia berikan kepada pelanggan super Paon Dwaji sampai saat ini.