Membangun Usaha, Memberdayakan Komunitas, dan Menjaga Filosofi Hidup
Perjalanan hidup terkadang dimulai dari hal-hal kecil yang terlihat biasa namun menyimpan makna besar. Setiap langkah yang dijalani dengan ketekunan dan kesabaran mampu menuntun seseorang menuju puncak yang sebelumnya tampak jauh. Kisah I Made Gunada adalah salah satu bukti nyata bahwa kerja keras, keberanian, dan keyakinan bisa mengubah nasib sekaligus memberi inspirasi bagi banyak orang. Ia dikenal sebagai pendiri dan pemilik Kampung Bingo Resto & Glamping sekaligus penyuplai sayuran segar McDonald’s di seluruh Indonesia, namun awal ceritanya lahir dari kehidupan sederhana di desa.
I Made Gunada lahir di Tabanan, Bali. Ia bersaudara 5 orang, 2 cowok dan 3 cewek. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dan hidup sederhana, namun menanamkan nilai kerja keras dan tanggung jawab sejak dini. Ia mulai mengerti makna sebuah usaha sejak masa SD. Saat masih kecil ia membantu orang tuanya dengan memotong rumput sebagai pakan sapi. Kehidupan tidak selalu mudah. Pada kelas dua SD, ia harus putus sekolah karena biaya keluarga tidak mencukupi. Dua tahun kemudian, ia kembali bersekolah di SD Negeri 1 Luwus, dan berkat prestasi dan kerja kerasnya ia berhasil mendapatkan beasiswa mulai kelas empat hingga lulus.
Setelah menamatkan SD, ia melanjutkan pendidikan di SMP Baturiti dan kemudian SMA Negeri 1 Tabanan. Masa SMA menjadi fase ketika perekonomian keluarga mulai meningkat. Ibunya mulai berjualan stroberi di pasar, sedangkan ayahnya menjadi salah satu petani pertama di desanya yang menanam tomat dan kentang. Lingkungan tersebut menumbuhkan minatnya terhadap pertanian sekaligus membentuk rasa tanggung jawab yang lebih besar. Ia menyelesaikan pendidikan SMA dalam tiga tahun, lalu melanjutkan ke Universitas Udayana dan menjadi orang pertama di desanya yang memperoleh gelar sarjana.
Setelah lulus kuliah, ia kembali ke desa dan bekerja sebagai petani. Hari-harinya diisi dengan berkebun, bertani, dan menjual pupuk. Suatu hari seorang teman memberi saran untuk menanam lemon di desanya. Ia pun mencoba menanam dan memelihara lemon tersebut. Saat panen tiba, ia menghadapi masalah karena sebagian lemon yang dikumpulkan mulai membusuk akibat keterlambatan pengambilan dari perusahaan yang sebelumnya menawarkan untuk membeli hasil panennya. Ia tidak menyerah. Ia menawarkan lemon miliknya ke berbagai tempat hingga akhirnya mencoba mengajukan ke sebuah gerai fast food ternama McDonald’s.
Perjuangannya tidak mudah. Pada awalnya produknya ditolak karena kemasan yang belum memenuhi standar. Ia belajar dari penolakan tersebut dan terus memperbaiki kualitas kemasan dan produk. Akhirnya, ia berhasil menjadi penyuplai lemon dan sayur segar untuk McDonald’s sejak tahun 1993. Kerja sama ini berkembang pesat, hingga kini ia menjadi penyuplai terlama yang tetap aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan tersebut dan memasok sayuran segar ke 362 cabang McDonald’s di seluruh Indonesia.
Pengalaman panjang tersebut memberinya wawasan luas tentang kualitas, ketekunan, dan pentingnya membangun relasi yang baik. Pada tahun 2019, ia mengambil langkah besar dengan mendirikan Kampung Bingo Resto & Glamping. Tempat ini bukan sekadar restoran atau glamping biasa, melainkan sebuah konsep yang menggabungkan pertanian, edukasi, dan rekreasi. Lahan seluas satu hektar yang ia kelola dirancang dengan filosofi mendalam. Tangga dari area parkir menuju entrance mengajarkan bahwa kesuksesan harus melalui proses. Dua tangga di area kanan dan kiri melambangkan dua jalur untuk meraih sukses, sementara patung angsa besar yang sedang berciuman menjadi simbol kebijaksanaan dan kasih sayang. Jalan setapak yang berkelok dengan ketinggian berbeda menandai bahwa perjalanan hidup selalu memiliki liku-liku. Nama Bingo sendiri berasal dari singkatan Bisa Ngomong, karena motivasi awalnya lahir dari percakapan beberapa orang yang memberinya semangat untuk mencapai kesuksesan.
Pada tahun 2020, ketika pandemi Covid melanda Indonesia, ia tidak hanya fokus pada usahanya sendiri. Ia merangkul petani di desanya yang terdampak, memperkenalkan slogan PHK yang berarti Petani Harus Kaya dan Petani Harapan Keluarga. Bagi ia, kaya bukan semata materi, melainkan kaya secara spiritual, intelektual, dan komitmen. Ia berusaha memastikan para petani tetap memiliki kehidupan layak sekaligus menjadi tulang punggung keluarga yang kuat. Langkah ini menunjukkan kepedulian sosialnya yang selaras dengan nilai yang ia anut sejak kecil tentang kerja keras, tanggung jawab, dan berbagi.
Kampung Bingo Resto & Glamping kini menjadi salah satu destinasi unggulan di Tabanan, menarik pengunjung yang ingin merasakan perpaduan alam, edukasi, dan rekreasi. Restoran dan glamping tersebut bukan hanya bisnis, melainkan wujud dari filosofi hidupnya yang menekankan proses, kesabaran, dan kebijaksanaan dalam meraih keberhasilan. Ia menjaga setiap detail dari konsep tempat tersebut dengan cermat, memastikan pengalaman pengunjung mencerminkan nilai-nilai yang ia percayai.
Kisah hidup I Made Gunada membuktikan bahwa kesuksesan tidak datang dari kemudahan, melainkan dari ketekunan, keberanian, dan kesediaan belajar dari pengalaman. Latar belakang sederhana dan masa kecil yang penuh tantangan justru menjadi fondasi yang kuat bagi semua langkahnya. Setiap keputusan yang ia ambil, mulai dari menekuni pertanian hingga membangun Kampung Bingo Resto & Glamping dan menjalin kerja sama dengan McDonald’s, lahir dari pemahaman mendalam tentang nilai kerja keras dan pentingnya menjaga kualitas. Ia menapaki jalan hidup dengan kesabaran, membiarkan proses membentuk diri dan usaha, sambil selalu memperhatikan dampak yang ia berikan bagi masyarakat sekitar. Kepedulian terhadap petani, visi untuk memberdayakan mereka, dan filosofi dalam setiap sudut tempat usahanya menjadi cerminan karakter yang matang. Perjalanan ini menunjukkan bahwa dari perjuangan kecil, kerja konsisten, dan visi yang jelas, lahirlah keberhasilan yang tidak hanya memberi manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi banyak orang di sekitarnya.