Ketika Keberanian Mengantarnya Menjadi Nahkoda Golden Wisata

Langkah hidup sering berawal dari mimpi sederhana yang tumbuh dalam hati seorang anak. Waktu berjalan, mimpi itu perlahan mencari jalannya sendiri, menuntun seseorang melewati berbagai persimpangan hidup. Kisah seperti itulah yang mewarnai perjalanan Ida Ayu Putu Setiawati, ST, sosok yang dikenal banyak orang dengan panggilan Dayu. Ketekunan, keberanian mengambil keputusan, serta keyakinan pada proses menjadikan langkahnya terus bergerak maju hingga akhirnya berdiri sebagai pemilik Golden Wisata Tour and Travel.

Ida Ayu Putu Setiawati lahir di Lampung pada tahun 1980. Lingkungan keluarga yang sederhana membentuk karakter yang kuat sejak masa kecil. Ayahnya berprofesi sebagai guru, sementara ibunya bekerja sebagai petani. Kehidupan keluarga berjalan dalam kesederhanaan yang sarat dengan nilai kerja keras. Sebagai anak kelima dari lima bersaudara, Dayu tumbuh dengan semangat untuk belajar mandiri dan memahami arti tanggung jawab sejak usia muda.

Perjalanan pendidikan dimulai dari bangku sekolah dasar di daerah tempat ia dibesarkan. Masa kecilnya dilalui dengan rutinitas sederhana yang dipenuhi semangat belajar. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan sekolah di SMP Negeri 1 Raman Utara. Masa remaja mulai memperlihatkan ketertarikannya pada dunia yang lebih luas, terutama dalam bidang pariwisata. Pada masa itu tersimpan sebuah mimpi yang terdengar besar bagi seorang pelajar, yaitu keinginan menjadi Menteri Pariwisata.

Langkah pendidikan berikutnya membawa Dayu ke SMA Negeri 1 Seputih Banyak. Selama tiga tahun di bangku sekolah menengah atas, ia terus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap dunia luar. Pariwisata, perjalanan, dan pertemuan dengan berbagai budaya terasa menarik baginya. Keputusan besar kemudian diambil. Tahun 1999 menjadi titik penting ketika Dayu memilih meninggalkan kampung halaman dan berangkat ke Bali untuk mencari pengalaman hidup yang lebih luas. Pulau yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia itu membuka banyak peluang baru. Awalnya ia bekerja di sebuah travel. Lingkungan kerja tersebut mempertemukannya dengan wisatawan dari berbagai negara. Pengalaman itu membuatnya semakin tertarik mendalami dunia pariwisata secara lebih serius.

Kesadaran akan pentingnya kemampuan bahasa mendorong Dayu mengikuti kursus bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Usaha tersebut menjadi bekal berharga untuk berinteraksi dengan wisatawan mancanegara. Kemampuan komunikasi yang semakin berkembang membuka jalan baru dalam kariernya. Ia kemudian bergabung dengan sebuah perusahaan perjalanan milik pamannya yang bernama Bali Agung Wisata.

Karier Dayu dimulai sebagai seorang marketing. Tugasnya menuntut kemampuan berkomunikasi sekaligus ketekunan membangun kepercayaan dengan para tamu. Kerja kerasnya perlahan membuahkan hasil. Ketika posisi general manager di perusahaan tersebut mengalami perubahan, kepercayaan besar diberikan kepadanya untuk mengisi posisi itu. Tanggung jawab tersebut menjadi pengalaman penting yang semakin mengasah kemampuannya dalam mengelola bisnis perjalanan.

Sebelum peristiwa bom Bali yang sempat mengguncang dunia pariwisata, Dayu terbiasa melayani wisatawan internasional dari berbagai negara. Pengalaman tersebut memperluas wawasannya mengenai kebutuhan wisatawan serta dinamika industri pariwisata yang terus berkembang. Ia belajar bahwa pelayanan yang baik bukan hanya tentang perjalanan, tetapi juga tentang pengalaman yang berkesan bagi setiap tamu.

Pengalamannya dalam industri pariwisata tersebut akhirnya membuat ia menyewa kantor di Bali Beach Hotel untuk kantor travel. Masa itu menjadi periode penting untuk memperdalam pengalaman dalam industri pariwisata. Setelah beberapa tahun, kantor operasional kemudian berpindah ke daerah Biaung. Selama tiga tahun ia menjalankan aktivitas usaha di lokasi tersebut sebelum akhirnya berpindah ke tempat yang kini menjadi kantor Golden Wisata hingga sekarang.

Tahun 2017 menjadi babak baru yang sangat menentukan. Pada tahun itu Dayu mengambil langkah besar dengan membeli seluruh saham Golden Wisata kantor cabang Bali. Sejak saat itu kepemilikan Golden Wisata sepenuhnya berada di tangannya. Keputusan tersebut menandai perubahan dari seorang pekerja profesional menjadi pemilik usaha yang memimpin arah perusahaan.

Perjalanan bisnis tentu tidak selalu berjalan mulus. Tantangan besar datang ketika pandemi melanda dunia pada tahun 2020. Industri pariwisata mengalami penurunan drastis dan usaha perjalanan harus berhenti sementara. Situasi tersebut memaksa Dayu mencari cara agar tetap bertahan. Ia sempat berjualan sembako untuk menjaga keberlangsungan kehidupan sehari hari. Selain itu ia juga kembali ke sektor pertanian dengan menanam jagung di lahan yang dimilikinya. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa ketahanan dan kemampuan beradaptasi sangat penting dalam menghadapi masa sulit.

Waktu terus berjalan dan pariwisata perlahan kembali bangkit. Ketekunan yang selama ini dijalani membawa Dayu pada kepercayaan baru dari lingkungan industri pariwisata. Tahun 2023 menjadi momen penting ketika ia terpilih sebagai Ketua DPD ASMIPA Bali. Amanah tersebut menunjukkan pengakuan atas pengalaman serta kontribusinya dalam dunia pariwisata.

Perjalanan hidup Ida Ayu Putu Setiawati menunjukkan bahwa mimpi besar sering berawal dari langkah kecil yang dijalani dengan tekun. Dari seorang anak petani dan guru di Lampung hingga menjadi pemilik perusahaan perjalanan di Bali, setiap tahap kehidupan membentuk kekuatan baru dalam dirinya. Golden Wisata Tour and Travel kini bukan sekadar usaha perjalanan, melainkan juga simbol dari keberanian mengambil peluang, keteguhan menghadapi tantangan, serta keyakinan bahwa kerja keras selalu menemukan jalannya menuju keberhasilan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!