Dari Arsitektur hingga Menjadi Pengusaha Sebuah Perjalanan Inspiratif Tentang Kerja Keras dan Kegigihan

Inovasi merupakan kunci untuk tetap relevan dan berkembang dalam dunia bisnis. Dunia industri yang kompetitif dan terus mengalami perubahan, berinovasi menjadi suatu keharusan untuk menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan, khususnya dalam bidang konstruksi. Pengusaha dapat menciptakan sebuah desain yang inovatif, ramah lingkungan dan memberikan solusi yang lebih efisien dan fungsional tanpa mengurangi estetika bangunan itu sendiri. Mengawali karier sebagai seorang pengusaha tentunya bukan hal yang mudah bagi I Nyoman Kariana. Proses sepak terjang kehidupan yang dialami, dengan semangat serta dedikasi yang tinggi mendorong Nyoman akhirnya sampai di titik ini. Dengan latar belakang pendidikan sebagai seorang Arsitek, Nyoman mengolaborasikan keahliannya tersebut dalam bisnis konstruksi diaplikasikan pada bisnisnya yang kini memberanikan diri untuk berinovasi terjun ke dunia pariwisata. The KD Suites & Coffee hadir dengan konsep hunian yang asri, menawarkan pengalaman berbeda bagi para wisatawan dengan konsep bangunan modern dan etnik tanpa mengurangi estetika arsitektur Bali yang memiliki ciri khas kaya akan budaya dan tradisi Bali.

I Nyoman Kariana

Dalam memajukan usahanya, Nyoman menyadari pentingnya berinovasi dalam mempertahankan relevansi di tengah perkembangan arsitektur modern agar mampu menarik bagi pasar yang terus berkembang. Untuk itu, dalam setiap karyanya, Nyoman memadukan elemen tradisional dengan desain modern bertujuan untuk menciptakan solusi kreatif dalam memenuhi kebutuhan dan preferensi pelanggan dengan tetap menghormati warisan budaya Bali di era modern yang semakin berkembang saat ini. Keindahan The KD Suites & Coffee dilengkapi dengan fasilitas kenyamanan serta pelayanan berkualitas, menjadikan tempat ini sebagai pilihan untuk berwisata sambil menikmati keindahan bangunan serta arsitektur yang dibuat sedemikian rupa menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan desain modern sambil tetap menghormati identitas dan keunikan arsitektur Bali. Tetap berpikir positif dan keyakinan akan menghasilkan sesuatu yang baik, demikian prinsip yang senantiasa dianut oleh sosok pria yang lahir di Sulawesi ini. Kepandaiannya melihat peluang menjadi salah satu upaya menuju jalan terbaik dalam menjadi pengusaha. Di tengah kesibukannya mengelola bisnis CV Dwipa Karya, sebuah bisnis konstruksi yang dirintis selama ini, menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga sambil mengelola The KD Suites & Coffee. Terbiasa mandiri dan bertanggung jawab sejak kecil, di bawah tempaan orang tua yang sangat tegas dan disiplin, Nyoman terbiasa bekerja di bawah tekanan. Tumbuh besar di daerah perantauan Sulawesi bersama masyarakat Bali yang bertransmigrasi, Nyoman begitu akrab dengan lingkungan kondisi kehidupan yang cukup sulit. Situasi tersebut secara tidak langsung melatih mental Nyoman dengan terlibatnya ia dalam pekerjaan orang tua yang menjadi petani pada saat itu.

Didikan orang tua yang sangat tegas dan disiplin tersebut dimaknai Nyoman sebagai bagian yang sangat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan mentalnya pada saat itu. Keadaan perekonomian yang kurang, mendorongnya untuk terus termotivasi dalam menempuh pendidikan sembari membantu orang tua bekerja sebagai petani. Kesehariannya makan nasi dicampur ketela dan belajar di tengah kegelapan malam ditemani lampu sentir, membayangi ingatan Nyoman hingga kini. Pengalaman di masa kecil itu menjadi motivasinya untuk terus bergerak maju membawa perubahan bagi hidupnya kelak. Menghabiskan masa pendidikan SD di Sulawesi Tengah, Nyoman memberanikan diri untuk pergi ke Poso melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP tinggal di asrama. Di Tempat itu kemandirian dan sikap bertanggung jawab Nyoman mulai ditempa. Dinamika kehidupan di masa itu memiliki cerita tersendiri yang hingga kini masih dikenang Nyoman sebagai pengalaman tak terlupakan.

Memasuki masa remaja, Nyoman kembali mengambil keputusan besar untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA ke Manado dengan menaiki kapal laut selama 4 hari. Di saat itu ia bertemu dengan seorang dermawan menawarkannya tempat tinggal selama berada di Manado. Nyoman akhirnya bersekolah di Sekolah Teknik Mesin Jurusan Konstruksi Bangunan. Meskipun awalnya berekspektasi ingin masuk jurusan elektro, terjunnya Nyoman dalam bidang konstruksi berkat dorongan guru tersebut justru membuatnya tertarik. Perlahan Nyoman mulai menikmati prosesnya saat mulai berkecimpung dalam bidang konstruksi, mulai dari melakukan praktik bangunan, pembuatan pondasi dan pekerjaan kayu. Dengan mengantongi surat berprestasi, didukung oleh orang tuanya, Nyoman memutuskan untuk pergi ke Bali dan melanjutkan kuliah di sana. Nyoman pergi ke Bali dengan menaiki kapal dari Manado ke Palu lalu berangkat menuju Surabaya dan sampailah Nyoman di tanah kelahirannya Bali. Sesampainya, ia diterima dengan baik oleh keluarga besar ayah. Nyoman mengakui pada saat itu ia tidak mengenal siapapun karena ini merupakan kali pertama baginya menginjakan kaki di Bali. Namun ia diterima dengan sangat baik di Cemagi pada saat itu. Berkat pengalaman merantau sebelumnya, Nyoman begitu mudah beradaptasi dan bergaul selama berada di Bali. Akhirnya Nyoman melanjutkan kuliah ke Universitas Warmadewa Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur dengan tinggal menyewa kamar kos di Jl. Akasia, Denpasar.

Menjalani kehidupan perkuliahan dengan aktivitas serta tugas yang sangkat padat, Nyoman dituntut mampu untuk menyelesaikan tugas dari dosen selama kuliah di jurusan arsitek. Dengan proses tempaan hidup yang cukup keras berdasarkan pengalamannya sejak kecil di masa perantauan, membuatnya mampu beradaptasi dengan lingkungan seperti itu. Justru Nyoman begitu menikmati proses yang ada. Nyoman mulai diperkenalkan dengan keindahan arsitektur Bali yang begitu indah dengan seni ukiran warisan budaya. Di pertengahan semester, Nyoman mencoba untuk melamar kerja di perusahaan konsultan menggunakan ijazah STM, kemudian beralih ke pekerjaan kontraktor. Waktu semester akhir yang cukup fleksibel membantunya untuk fokus bekerja selain fokus menempuh pendidikan di masa itu. Seiring waktu, Nyoman juga membuat gambar dan mengambil proyek sendiri. Nyoman berhasil menyelesaikan kuliah selama 5 tahun. Setelah lulus, Nyoman memfokuskan diri bekerja di perusahaan kontraktor tersebut. Di sana ia mulai mengenal orang dari berbagai kalangan yang berasal dari luar Bali dan membangun hubungan baik dengan mereka. Sebagai kontraktor, Nyoman bernegosiasi proyek dengan orang asing berkesempatan untuk membangun proyek di Bogor dan membangun vila di Singaraja. Proyek pertama Nyoman ialah membangun rumah dengan modal yang secara keseluruhan ditanggung oleh pemilik.

Dengan melakukan pendekatan emosional kepada para pemilik proyek, jalinan komunikasi terjalin dengan baik. Untuk itu, upaya tersebut harus terus diperkuat dengan memahami keinginan mereka sambil memberikan edukasi tentang bangunan dan desain arsitektur yang cocok di buat di Bali. Nyoman menekankan pentingnya melihat peluang dan memahami konsep serta referensi pemilik proyek. Untuk itu, Nyoman melakukan inovasi dengan mendirikan bisnis yang berkecimpung di dunia pariwisata. The KD Suites & Coffee berdiri dengan konsep hunian dilengkapi Coffee Shop sebagai fasilitas penunjang. Ia berencana untuk mengembangkan usaha tersebut yang kini telah memiliki 10 kamar dengan sistem sewa harian. Nyoman juga berencana untuk memfokuskan pada pengembangan hunian dan apartemen. Ia siap untuk menghadapi kemajuan serta berkontribusi dalam industri pariwisata. Kisah hidup Nyoman melalui proses tempaan hidup yang terbilang tidak mudah, menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda yang ingin terjun dalam bidang arsitektur kemudian merambah menjadi seorang pengusaha. Kesuksesan yang dicapai melalui kerja keras, ketekunan, inovasi, kegigihan dan kepedulian terhadap orang lain, dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada siapapun untuk mengejar impian, demi mencapai kesuksesan dalam hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!