Bukan Hanya Tentang Bahasa Melainkan Tentang Keberanian

Kemampuan berbicara dalam bahasa asing sering kali menjadi pintu yang membawa seseorang menuju kesempatan lebih luas. Dari ruang kelas kecil, hubungan dengan banyak orang dapat tercipta, rasa percaya diri tumbuh, dan mimpi perlahan menemukan jalannya. Keyakinan itulah yang dipegang I Wayan Adi Kusuma Yuda atau Adi dan Ni Wayan Ernis Murdiani atau Ernis ketika membangun Great English Course yang dikenal dengan nama GREEC, sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris yang berkembang dari tempat belajar sederhana menjadi salah satu kursus dengan ribuan murid di Bali.

Adi lahir di Gianyar pada tahun 1996 dan menempuh pendidikan hingga akhirnya melanjutkan kuliah di Universitas Pendidikan Ganesha jurusan Bahasa Inggris. Ketertarikannya di dunia pendidikan berawal dari ditunjuknya Adi sebagai salah satu pengajar Bahasa Inggris di salah satu Yayasan besar di Singaraja.  Saat itu ia merasakan kepuasan berbeda ketika berdiri di depan kelas dan membantu murid memahami pelajaran. Pengalaman tersebut membuatnya yakin bahwa mengajar bukan sekadar pekerjaan, melainkan sesuatu yang benar benar ia nikmati.

Sejak masa kuliah, Adi sudah aktif mengajar privat Bahasa Inggris untuk anak jenjang SMP. Pengalaman itu membuatnya terbiasa memahami karakter murid dengan pendekatan yang lebih santai dan komunikatif. Setelah lulus pada tahun 2018, ia bekerja sebagai pengajar di salah satu sekolah internasional di Ubud. Setelah mengajar di sekolah internasional di Ubud selama dua tahun, berkat komitmen dan dedikasinya, Adi dipercaya untuk menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum. Sejak saat itu pula, tumbuh jiwa sebagai penggagas berbagai program dan aktivitas kreatif yang berfokus pada pengembangan potensi serta tumbuh kembang anak-anak secara optimal. Karena cara mengajarnya yang penuh perhatian, banyak orang tua mulai mempercayakan Adi untuk mendampingi anak mereka di luar jam sekolah. Sejak saat itu, Adi pun mulai mengajar privat dari rumah ke rumah.

Sementara itu, Ernis lahir pada tahun 1997 dari keluarga sederhana. Sejak kecil ia sudah terbiasa membantu orang tua bekerja sambil tetap berusaha mengejar pendidikan. Cita-citanya menjadi seorang guru tumbuh sejak usia muda dan semakin kuat ketika ia melanjutkan pendidikan di Universitas Pendidikan Ganesha jurusan Bahasa Inggris. Selama kuliah, Ernis menjalani pendidikan dengan beasiswa sekaligus aktif mengajar di tempat les Bahasa Inggris. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bagaimana membangun suasana belajar yang nyaman bagi anak-anak.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Ernis juga bekerja sebagai pengajar di salah satu sekolah internasional di Ubud. Pertemuan dan perjalanan mereka dalam dunia pendidikan membuat keduanya memiliki visi yang sama tentang cara belajar bahasa Inggris yang lebih menyenangkan dan berani digunakan dalam kehidupan sehari hari.

Tahun 2021 menjadi awal perubahan besar dalam hidup mereka. Setelah menikah, Adi memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. Keputusan itu diambil karena ia menyadari bahwa dirinya tidak lagi bisa memberikan performa terbaik seperti sebelumnya. Dengan perubahan tanggung jawab dan ritme hidup yang baru, Adi merasa perlu mengambil jeda sejenak untuk menata kembali arah hidup yang ingin ia jalani. Keputusan tersebut tentu bukan hal yang mudah, bahkan terbilang cukup berani, karena saat itu Adi belum memiliki rencana pekerjaan lain yang pasti. Namun, idealisme dan komitmennya di dunia pendidikan berhasil mengalahkan rasa takut untuk memulai. Adi percaya bahwa dengan waktu yang lebih fleksibel dan pikiran yang lebih tenang, akan ada banyak peluang dan ide baru yang bisa terus membawanya berkembang di dunia pendidikan.

Pada 1 April 2022, Adi dan Ernis resmi mendirikan Great English Course atau GREEC. Awalnya mereka hanya menggunakan rumah sebagai tempat belajar sederhana. Saat itu murid yang datang belum banyak dan hanya terbagi menjadi dua kelompok. Secondary class diajar langsung oleh Adi, sementara kids class ditangani oleh Ernis. Walau dimulai dengan fasilitas sederhana, keduanya memiliki semangat besar untuk menciptakan tempat belajar Bahasa Inggris yang berbeda dari kursus pada umumnya.

Nama Great English Course dipilih karena memiliki makna yang merepresentasikan visi mereka. Kata “great” menggambarkan harapan agar setiap murid berkembang menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan memiliki peluang lebih luas melalui kemampuan Bahasa Inggris. Sementara singkatan GREEC dibuat agar lebih mudah dikenal dan memiliki identitas yang kuat sebagai lembaga pendidikan modern.

Sejak awal, GREEC memiliki fokus utama pada kemampuan speaking. Adi dan Ernis melihat banyak anak mampu memahami teori Bahasa Inggris di sekolah, namun masih takut berbicara secara langsung. Karena itu mereka membangun metode belajar yang lebih aktif dan interaktif. Murid dibiasakan berbicara menggunakan Bahasa Inggris sejak dini agar rasa percaya diri mereka tumbuh secara alami.

Untuk mendukung metode tersebut, GREEC menggunakan kurikulum yang diadaptasi dari sistem pembelajaran luar negeri. Proses belajar dibuat lebih komunikatif dengan suasana kelas yang tidak kaku. Mereka percaya bahasa tidak cukup dipelajari melalui hafalan, melainkan harus digunakan dalam percakapan sehari-hari. Moto yang mereka pegang adalah Language of Opportunities. Mereka percaya bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan yang mampu membuka banyak peluang di masa depan. Dengan memahami bahasa, seseorang dapat memperluas wawasan, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan kesempatan baru, baik dalam pendidikan maupun karier.

Perkembangan GREEC berlangsung jauh lebih cepat dari yang mereka bayangkan. Hanya dalam waktu enam bulan setelah berdiri, jumlah murid terus bertambah hingga mereka akhirnya memiliki tempat belajar sendiri. Kepercayaan masyarakat semakin besar karena banyak orang tua melihat perubahan keberanian anak mereka dalam berbicara Bahasa Inggris.

Dari satu tempat belajar sederhana, GREEC kemudian berkembang menjadi empat cabang yang tersebar di dua lokasi di Tampaksiring, satu cabang di Mas Ubud, dan satu cabang di Tegallalang. Saat ini GREEC memiliki sekitar dua belas guru dengan total murid mencapai kurang lebih seribu orang di seluruh cabang.

Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan belajar yang mereka bangun mampu diterima dengan baik. GREEC tidak hanya dikenal sebagai tempat kursus Bahasa Inggris, melainkan ruang belajar yang membuat anak-anak lebih percaya diri dalam berkomunikasi. Banyak murid datang bukan hanya untuk meningkatkan nilai sekolah, namun juga mempersiapkan diri menghadapi dunia yang semakin global.

Di sisi lain, perjalanan ini juga menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi mereka. Selain menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai program di dunia pendidikan, tempat ini juga menjadi wadah bagi para pendidik dan staf untuk bertumbuh bersama dalam lingkungan kerja yang sehat, suportif, dan penuh kepedulian. Hingga kini, belasan guru dan staf telah bergabung sebagai bagian dari GREEC, terdiri dari individu-individu yang berkualitas dan berkompeten di bidangnya, dengan lingkungan kerja yang tidak hanya menjunjung profesionalisme, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan kenyamanan bersama.

Semangat Adi dan Ernis dalam dunia pendidikan tidak berhenti sampai di sana. Pada tahun 2025 mereka kembali mengembangkan langkah dengan mendirikan Tunas Lumina School, sebuah preschool yang lahir dari keinginan membangun fondasi pendidikan anak sejak usia dini.

Perjalanan GREEC menunjukkan bahwa sesuatu yang besar dapat tumbuh dari langkah sederhana. Dari ruang belajar kecil di rumah, Adi dan Ernis berhasil membangun lembaga pendidikan yang kini menjadi tempat berkembang bagi ribuan anak. Bagi mereka, bahasa Inggris bukan sekadar pelajaran, melainkan jembatan yang dapat membuka masa depan lebih luas bagi generasi berikutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!