Kisah yang Dijahit oleh Ketulusan dan Waktu

Tidak semua perjalanan besar dimulai dari mimpi yang megah. Ada yang tumbuh perlahan dari rutinitas sederhana, dari kebiasaan kecil yang terus dilakukan tanpa disadari sedang membentuk masa depan. Ni Wayan Eva Komala Dewi adalah salah satu sosok yang tumbuh melalui proses seperti itu. Kehidupannya tidak dibangun oleh keberuntungan yang datang tiba-tiba, melainkan oleh kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian mengambil keputusan di saat hidup menuntut arah yang jelas. Di balik berkembangnya Bagus Baby Shop hari ini, ada perjalanan panjang seorang perempuan yang sejak kecil sudah terbiasa memahami arti kewajiban. Ada banyak proses yang harus dilalui sebelum akhirnya ia berdiri sebagai pelaku usaha yang mampu membangun bisnisnya sendiri. Semua itu berawal dari lingkungan keluarga sederhana yang mengajarkan bahwa kerja keras dan pendidikan merupakan bekal utama untuk menghadapi kehidupan.

Ni Wayan Eva Komala Dewi lahir pada 23 Februari 1994 sebagai anak pertama dari tiga bersaudara. Posisi sebagai anak perempuan pertama membuatnya tumbuh dengan tanggung jawab yang lebih besar dibanding saudara lainnya. Sejak kecil ia telah dibiasakan hidup disiplin oleh sang ibu. Kebiasaan sederhana seperti menyapu dan mengepel rumah sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Saat adiknya lahir, tanggung jawab itu kembali bertambah. Ia ikut membantu mengasuh sang adik dalam berbagai aktivitas sehari hari. Hal-hal kecil tersebut perlahan membentuk karakter Eva menjadi pribadi yang mandiri dan penuh tanggung jawab. Ia belajar memahami bahwa hidup tidak selalu hanya tentang diri sendiri. Ada kewajiban yang harus dijalankan dan ada peran yang harus dipegang dengan baik. Nilai-nilai itulah yang kemudian terus melekat hingga dirinya dewasa.

Masa sekolah dasar dijalani Eva di SDN 1 Taro. Semasa kecil ia dikenal sebagai sosok yang rajin dan memiliki ambisi besar dalam belajar. Pendidikan menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan di keluarganya. Karena itulah Eva selalu berusaha memberikan hasil terbaik dalam setiap tahap pendidikannya. Ia terbiasa menanamkan target pada dirinya sendiri. Ada satu pengalaman yang cukup membekas dalam ingatannya ketika dirinya mengalami penurunan peringkat saat duduk di kelas empat sekolah dasar. Bagi sebagian anak mungkin itu hal biasa, namun bagi Eva hal tersebut sempat membuatnya kecewa pada diri sendiri. Meski begitu ia tidak membiarkan rasa sedih itu berlangsung lama. Ia memilih menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk belajar lebih giat lagi. Dari pengalaman sederhana itu ia memahami bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan pengingat untuk terus memperbaiki diri.

Semangat belajarnya terus berlanjut ketika memasuki SMPN 2 Tegallalang. Eva kerap aktif mengikuti lomba antarkelas maupun antarsekolah. Ketertarikannya pada dunia akademik membuatnya selalu tertantang mencoba hal baru. Pengalaman mengikuti kompetisi tersebut memberinya banyak pelajaran mengenai keberanian menghadapi tantangan dan pentingnya percaya pada kemampuan diri sendiri.

Perjalanan pendidikan kemudian berlanjut ke SMAN 1 Ubud. Di fase ini Eva memilih jurusan IPA. Pilihan itu tidak datang tanpa alasan. Saat itu ia memiliki cita-cita bekerja di dunia kesehatan. Baginya profesi di bidang kesehatan merupakan pekerjaan yang memiliki nilai pengabdian besar karena dapat membantu banyak orang secara langsung.

Keinginan tersebut akhirnya membawanya melanjutkan pendidikan di Akademi Kebidanan Kartini Bali dengan mengambil D3 Kebidanan. Sistem pendidikan berbasis asrama membuat dirinya harus hidup jauh dari rumah dan keluarga. Kedisiplinan yang ditanamkan sejak kecil membuatnya terbiasa hidup mandiri dan teratur. Baginya hidup di asrama justru menjadi tempat untuk semakin melatih tanggung jawab terhadap diri sendiri. Juga sejak dulu Eva lebih suka bersekolah yang jauh dari rumah agar mendapat teman baru dan pengalaman yang lebih banyak di lingkungan yang baru.

Selama menjalani pendidikan kebidanan, Eva mendapatkan banyak pengalaman praktik lapangan. Ia sempat menjalani magang di Rumah Sakit Mangusada, Rumah Sakit Kesdam, serta di daerah Karangasem dan Gianyar. Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan berbagai kondisi pasien dan situasi kerja yang berbeda-beda. Dari sana ia belajar mengenai ketelitian, kesabaran, dan pentingnya bekerja dengan hati.

Dunia kesehatan mengajarkannya bahwa setiap keputusan harus dilakukan dengan penuh fokus. Ada tanggung jawab besar yang harus dijaga ketika pekerjaan berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan orang lain. Pengalaman itulah yang kemudian membentuk cara berpikir Eva menjadi lebih matang dan penuh pertimbangan.

Di tengah kesibukan Eva bekerja sebagai tenaga kesehatan di Rumah Sakit Ari Canti, ia mulai merintis usaha kecil secara online dari rumah. Awalnya usaha tersebut hanya melayani kebutuhan rekan kerja dan lingkungan terdekatnya. Siapa sangka langkah kecil itu perlahan berkembang menjadi peluang besar. Eva memiliki kemampuan melihat kebutuhan pasar dengan cukup baik. Ia menjalankan usahanya dengan penuh keseriusan meski pada awalnya masih dilakukan dalam skala rumahan. Pelanggan mulai bertambah dan produknya semakin dikenal dari mulut ke mulut.

Namun semakin berkembangnya usaha membuat Eva berada di persimpangan hidup yang cukup sulit. Ia harus memilih antara tetap menjalani profesi di dunia kesehatan atau fokus mengembangkan bisnis yang sedang bertumbuh. Keputusan itu bukan hal mudah karena dunia kesehatan merupakan bidang yang telah diperjuangkannya sejak lama.

Di sisi lain bisnis yang ia bangun juga membutuhkan perhatian penuh. Eva memahami bahwa pekerjaan di bidang kesehatan tidak bisa dijalankan setengah hati. Profesi tersebut membutuhkan fokus tinggi dan tanggung jawab besar. Ia merasa tidak mungkin menjalankan dua peran besar sekaligus tanpa mengorbankan salah satunya.

Setelah melalui banyak pertimbangan dan dukungan utama dari suami, Eva membulatkan tekad untuk resign dari pekerjaannya untuk membuka toko sendiri. Keputusan itu menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Ada keberanian besar di balik pilihan tersebut karena meninggalkan pekerjaan tetap demi membangun usaha sendiri tentu memiliki risiko yang tidak kecil. Empat bulan setelah resign, Eva memulai perjalanan baru dengan membuka Bagus Baby Shop. Seiring berjalannya waktu permintaan terus meningkat. Produk yang ditawarkan semakin dikenal karena kualitas bahan dan hasil jahitan yang diperhatikan secara detail.

Pada tahun 2022, Eva memutuskan pindah ke lokasi toko yang sekarang berada di daerah Taro. Nama Bagus Baby Shop diambil dari nama anak pertamanya. Nama itu menjadi simbol cinta dan harapan yang ia titipkan dalam perjalanan usahanya.

Kini Bagus Baby Shop terus berkembang dan aktif menyuplai produk ke berbagai rekanan. Eva sangat menjaga kualitas produk yang dijualnya. Baginya pakaian bayi bukan hanya soal penampilan, namun juga kenyamanan. Ia memahami bahwa kulit bayi masih sangat sensitif sehingga bahan dan kualitas jahitan harus benar benar diperhatikan. Karena itulah ia memilih menggunakan kualitas bahan baku yang lebih baik dibanding standar pasaran. Ia ingin setiap produk yang keluar dari Bagus Baby Shop mampu memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang menggunakannya.

Di tengah perubahan tren fashion yang begitu cepat, Eva berharap Bagus Baby Shop mampu terus bertahan dan berkembang. Ia percaya bahwa usaha yang dibangun dengan konsistensi dan ketulusan akan selalu memiliki tempat di hati pelanggan.

Perjalanan hidup Eva menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak selalu hadir melalui jalan instan. Ada proses panjang yang harus dilewati dengan kesabaran dan keberanian. Dari seorang anak perempuan yang tumbuh dalam kedisiplinan, menjadi tenaga kesehatan, hingga akhirnya berkembang sebagai pelaku usaha yang membangun bisnis dari nol. Di balik seluruh pencapaiannya hari ini, tentu banyaknya dukungan keluarga terutama suami dalam dukungan moral dan semangat yang mampu membangkitkan rasa ketika lelah dan ingin menyerah saat mengembangkan toko, sehingga bisa bertahan dan tetap berusaha kembali dengan tujuan awal membangun bisnis. Eva juga ingin berbagi pesan sederhana bagi para perempuan di luar sana, khususnya bagi para istri dan ibu. Menjalani peran dalam keluarga memang tidak mudah. Ada banyak tanggung jawab yang harus dijalankan setiap hari. Namun ketika seseorang menjalani sesuatu yang benar-benar disukai, semua proses itu akan terasa lebih ringan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!