Merawat Kepercayaan, Memimpin Perubahan
dr. I Wayan Darta, M.H.Kes., merupakan seorang dokter yang mengawali langkah dari kehidupan sederhana hingga dipercaya memimpin RSD Mangusada. Setiap fase yang dilalui bukan sekadar rangkaian peristiwa, melainkan bekal yang membentuk cara pandangnya dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Lahir di Badung pada Desember 1967, dr. I Wayan Darta merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia tumbuh di lingkungan keluarga petani. Masa kecilnya banyak dihabiskan dengan membantu kedua orang tua mengerjakan aktivitas di sawah. Rutinitas tersebut membentuk kedisiplinan, ketekunan, sekaligus rasa tanggung jawab yang kelak menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Di balik keseharian yang sederhana, sebuah pengalaman membekas kuat di dalam ingatan. Ketika masih kecil, ia kerap mengantar sang nenek berobat, begitulah kekaguman terhadap sosok tenaga kesehatan yang mampu memberikan harapan bagi orang yang sedang sakit. Sejak saat itu, keinginan untuk menjadi dokter mulai tumbuh dan terus menguat hingga dewasa.
Pendidikan dasar ditempuh di SD Negeri 1 Sembung. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Mengwi, kemudian menamatkan jenjang menengah atas di SMA Negeri 4 Denpasar. Memasuki masa SMA, Ia mulai belajar hidup mandiri karena harus tinggal jauh dari keluarga. Pengalaman tersebut mengajarkan kemampuan beradaptasi dan mengatur kehidupan sendiri.
Impian yang telah tumbuh sejak kecil akhirnya membawanya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Selama menjalani pendidikan kedokteran, ia dikenal tekun dalam belajar dan terus memperkaya pengalaman praktik. Masa ko-ass dilakukan di Rumah Sakit Prof Ngoerah, Rumah Sakit Wangaya serta di Puskemas Abiansemal, fase ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga. Berhadapan langsung dengan berbagai kondisi pasien membantu terus bertumbuh dan berproses.
Usai menyelesaikan pendidikan, ia mengikuti program penugasan pemerintah selama kurang lebih tiga tahun di Kabupaten Jembrana. Pengalaman tersebut semakin memperluas pemahamannya mengenai pelayanan kesehatan masyarakat. Setelah berhasil lulus sebagai Pegawai Negeri Sipil, ia memperoleh penempatan di Makassar. Enam bulan pertama dijalani dengan bertugas di puskesmas terapung yang melayani masyarakat di wilayah perairan. Sesudah masa penugasan di puskesmas terapung, ia melanjutkan pengabdian di rumah sakit selama sekitar lima tahun. Berbagai tantangan yang dihadapi menjadi kesempatan untuk terus berkembang, baik dari sisi profesional maupun kepemimpinan. Kepercayaan yang diberikan kepadanya hingga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur menjadi bukti bahwa dedikasi dan tanggung jawab selalu menyertai setiap tugas yang dijalankan.
Sekembalinya ke Bali, dr. I Wayan Darta dipercaya bertugas sebagai staf dokter di Puskesmas Mengwi 2, kemudian karena kinerjanya ia pun dipromosikan sebagai Kepala Puskesmas Kuta 2, lalu barulah ia dimutasi ke Puskesmas Mengwi 1, dan akhirnya ia dipromosikan sebagai kepala bidang kesehatan masyarakat dengan tugas yang cukup berat ketika dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Covid 19 Kabupaten Badung. Pada masa yang penuh ketidakpastian tersebut, ia bersama tim berupaya memastikan penanganan pandemi berjalan dengan baik, termasuk mempercepat distribusi serta pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat. Pengalaman memimpin dalam situasi darurat semakin menguatkan keyakinannya bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan besar.. Pengalaman memimpin dalam situasi darurat semakin menguatkan keyakinannya bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan besar.
Kini dr. I Wayan Darta dipercaya memimpin RSD Mangusada sebagai Direktur. Amanah tersebut dijalankan dengan semangat membangun rumah sakit yang semakin profesional, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pembenahan organisasi menjadi salah satu fokus utama agar seluruh sistem dapat berjalan lebih efektif. Penguatan fasilitas, peningkatan mutu dan jenis layanan, serta penyatuan manajemen dalam satu sistem menjadi bagian dari langkah yang terus diwujudkan. Bersama seluruh jajaran, ia juga mendorong digitalisasi informasi sehingga masyarakat memperoleh akses pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan efisien.
Sebagai institusi yang bergerak di bidang pelayanan, dr. I Wayan Darta meyakini bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama yang harus terus dijaga. Baginya, kepercayaan lahir melalui komunikasi yang baik, komitmen menepati janji, serta pelayanan yang cepat dan tepat. Nilai nilai tersebut terus ditanamkan kepada seluruh jajaran agar setiap pasien memperoleh pengalaman pelayanan yang memberi rasa aman sekaligus kepuasan.
Ke depan, ia berharap RSD Mangusada terus berkembang melalui peningkatan sarana maupun prasarana sehingga mampu mendukung pelayanan kesehatan yang semakin optimal. Di balik berbagai pencapaian yang telah diraih, dr. I Wayan Darta tetap memegang prinsip sederhana yang selalu ia bagikan kepada generasi muda. Menurutnya, kehidupan menuntut seseorang untuk tidak pernah berhenti belajar, berani bekerja keras, dan selalu mengiringi setiap ikhtiar dengan doa. Nilai itulah yang mengantarkan langkahnya dari seorang anak petani hingga dipercaya memimpin salah satu rumah sakit daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Badung.