Memulai dari Bawah, Tumbuh dengan Pengalaman
Ada kalanya sebuah perjalanan tidak dimulai dengan kemenangan, tetapi dengan keberanian untuk terus melangkah, bahkan ketika keadaan tidak mudah. Perjalanan Ni Nyoman Ayu Patti Siwa, atau Ayu, adalah kisah tentang keberanian untuk melangkah lebih jauh. Dari Singaraja, dunia pendidikan dan teknologi, masa sulit pandemi, hingga pengalaman hidup di Australia, setiap fase menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk cara pandangnya tentang kehidupan, perjuangan, dan keberanian untuk membangun kehidupan yang ia impikan. Karena pada akhirnya, pencapaian bukan hanya tentang apa yang berhasil diraih, tetapi tentang siapa diri kita setelah melewati setiap perjalanan untuk mendapatkannya.
Lahir di Jayapura pada tahun 1996, Ayu merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Kedua orang tuanya adalah PNS; ayahnya berasal dari Kei, Maluku, dan ibunya asli Tabanan, Bali. Di usia tiga tahun, keluarganya pindah ke Bali. Singaraja kemudian menjadi tempat Ayu tumbuh dan menempuh pendidikan hingga sekolah menengah.
Masa sekolah menyisakan pengalaman yang cukup membekas. Ayu pernah menjadi sasaran perundungan karena warna kulitnya yang lebih gelap dibandingkan sebagian besar teman sekolah. Situasi itu membuat masa pendidikan terasa berat. Setelah lulus SMP, ia memilih melanjutkan sekolah jauh dari lingkungan sebelumnya. Keputusan tersebut justru membawanya menuju perubahan yang tidak disangka.
Ayu masuk SMK Negeri 3 Singaraja dan mengambil jurusan Komputer Jaringan. Ketertarikannya pada teknologi berlanjut ketika ia menempuh Teknik Informatika di Universitas Pendidikan Ganesha. Jejak pendidikan itu kemudian menjadi salah satu fondasi yang memperkenalkannya pada cara berpikir sistematis dan pemecahan masalah.
Perubahan besar hadir pada tahun 2019, ketika Ayu bertemu Jonathan, seorang pengusaha yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan bisnisnya. Kurang dari setahun kemudian, di awal tahun 2020, Ayu mendirikan perusahaan pertamanya, PT Ayu Natha Bahagia. Di tengah proses yang penuh tantangan dan jatuh bangun, Jonathan hadir sebagai mentor sekaligus partner yang memberikan arah, dukungan, dan semangat untuk terus melangkah. PT Ayu Natha Bahagia kemudian menjadi titik awal sekaligus fondasi dari pertumbuhan mereka bersama.
Berawal dari kebutuhan para wisatawan, Ayu mulai menyadari bahwa setiap peluang dapat menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar. Ia pun berani keluar dari zona yang sudah dikenalnya, mencoba bidang-bidang baru, dan membangun usaha dengan karakter serta tujuan masing-masing. Bagi Ayu, perjalanan ini bukan tentang mengejar sebanyak mungkin bisnis, tetapi tentang keberanian untuk terus berkembang. Satu langkah membuka langkah berikutnya, hingga perlahan membentuk perjalanan bisnis yang menjadi bagian dari kehidupan yang ia bangun hari ini.
Perjalanan bisnis Ayu dan Jonathan tumbuh beriringan dengan perjalanan personal mereka. Seiring waktu, keduanya memahami bahwa hubungan personal dan profesional perlu memiliki ruangnya masing-masing. Mereka memilih untuk tidak mencampurkan keduanya, namun tetap berjalan dalam arah dan visi yang sama. Jonathan tetap menjadi sosok inspiratif yang sejak awal mendukung Ayu untuk berkembang dan fokus membangun bisnisnya. Bagi Ayu, ini menjadi bagian dari proses pendewasaan bahwa dua orang dapat tetap saling mendukung, membangun, dan memiliki tujuan yang sama, tanpa harus membawa seluruh kehidupan personal ke dalam perjalanan profesional. Dengan batas yang sehat, perjalanan yang mereka bangun bersama justru dapat terus tumbuh dengan lebih matang dan terarah.
Pada tahun 2023, ia pindah ke Australia selama satu tahun. Keputusan tersebut bukan sekadar mencari tempat baru, melainkan kesempatan untuk memulai kembali dari bawah dan melihat kehidupan dengan perspektif berbeda secara nyata. Ia meninggalkan kenyamanan yang telah dibangun di Bali dan menjalani berbagai pekerjaan, termasuk sebagai cleaning service. Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan realitas baru tentang kerja keras, kemandirian, serta nilai proses.
Tahun berikutnya membawa babak baru dalam perjalanan Ayu dan Jonathan. Setelah melalui proses masing-masing, keduanya kembali bersama dan memutuskan untuk menikah. Sejak saat itu, mereka kembali berjalan dengan visi yang sama, dalam kehidupan maupun dalam membangun bisnis. Berawal dari PT Ayu Natha Bahagia dan konsultan legal, perjalanan mereka berkembang ke properti dan hospitality melalui berbagai pengembangan villa dan bungalow. Langkah berikutnya membawa mereka ke dunia kuliner melalui Simond Boulangerie | French Bakery & Pastry Ubud dan Ayu Crêpes Lovina, hingga sebuah hamparan perkebunan kopi yang luas sebagai bagian dari visi jangka panjang mereka.

Villa Athea Ubud

Nila Chandra Bungalows Ubud
Bagi Ayu, ekspansi tersebut bukan sekadar bertambahnya nama usaha. Setiap lini menjadi bagian dari proses belajar mengelola orang, membaca peluang, menjaga kualitas, dan memahami karakter konsumen. Latar belakang teknologi yang ia pelajari berpadu dengan pengalaman lapangan yang membentuk naluri bisnisnya. Ia belajar bahwa pertumbuhan membutuhkan sistem, namun ketahanan seseorang tetap menentukan bagaimana sistem itu dipertahankan ketika keadaan berubah.

Simond Boulangerie | French Bakery & Pastry Ubud

Ayu Crepes Lovina
Pertemuan Ayu dengan Jonathan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Bersama, mereka membangun mimpi, melewati berbagai proses, dan perlahan mewujudkannya. Bagi Ayu, keberanian, konsistensi, komitmen, dan integritas menjadi dasar dalam setiap langkahnya. Di sepanjang perjalanan tersebut, Jonathan hadir sebagai partner sekaligus sumber kekuatan, yang mendorong Ayu untuk terus melangkah, percaya pada proses dan dirinya sendiri, serta berani memperjuangkan apa yang mereka yakini.

Konstruksi di Ubud – Karangasem

Perkebunan Kopi Pupuan
Kini, Ayu melihat setiap pencapaian yaitu menciptakan sesuatu yang bernilai dan sebagai bagian dari perjalanan untuk terus bertumbuh. Keberanian, integritas, konsistensi, serta ketekunan dalam membentuk cara pandangnya dalam memaknai bisnis, kehidupan, dan terutama nilai dirinya sendiri. Perjalanannya berkembang secara alami, dari PT Ayu Natha Bahagia hingga merambah properti, konstruksi, hospitality, kuliner, dan perkebunan. Setiap langkah memberinya pengalaman untuk membaca peluang, memahami proses, mengambil keputusan, dan membangun sesuatu yang memiliki nilai. Bagi Ayu, keberhasilan bukan semata tentang apa yang telah dimiliki,nilai diri tidak hanya lahir dari apa yang berhasil dicapai, tetapi dari keberanian untuk berproses, bekerja keras, dan membuktikan bahwa apa yang diyakini dapat diwujudkan tentang nilai yang dapat diciptakan dari setiap pengalaman untuk dirinya, untuk cinta yang ia bangun, dan untuk kehidupan yang ia pilih. Bersama Jonathan, ia terus mengembangkan mimpi yang mereka yakini dan menjadikannya nyata melalui kerja keras, konsistensi, dan komitmen, sembari memberi ruang bagi kehidupan untuk terus bertumbuh.
