Kepemimpinan Berbasis Empati Membawa Taspen Denpasar Dekat dengan Masyarakat

Kepercayaan tumbuh ketika seseorang mampu memahami kebutuhan orang lain dan menjadikannya dasar dalam bekerja. Prinsip itulah yang mewarnai perjalanan Manaksak Siburian, sosok yang akrab disapa Frans. Berbekal pengalaman di bidang pelayanan, pengelolaan data, dan teknologi informasi, ia menapaki perjalanan panjang hingga dipercaya memimpin PT TASPEN (Persero) Cabang Denpasar pada 2025. Kini, ia membawa satu tujuan utama dalam kepemimpinannya, yakni memastikan setiap peserta memperoleh pelayanan yang mudah, cepat, dan memberikan ketenangan dalam menjalani masa pensiun.

Frans lahir di Paranginan pada 1981 sebagai anak ketiga dari delapan bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai pegawai negeri sipil, sedangkan ibunya membantu keuangan keluarga dengan mengelola beberapa lahan dengan bertani. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 3 Paranginan, melanjutkan ke SMP Negeri 1 Paranginan, kemudian menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Katolik Bintang Timur 1 Balige. Setelah itu, Frans meneruskan pendidikan ke Universitas Andalas di Padang Sumatera Barat, membuka langkah menuju kehidupan profesional yang kelak membawanya melintasi sejumlah bidang pekerjaan

Pada 2005, Frans merantau ke Jakarta. Ia mengawali masa perantauan di Jakarta dengan mengajar les privat dan bimbingan belajar selama setahun di beberapa lembaga pendidikan lokal dan internasional. Pengalaman itu mempertemukannya dengan kebutuhan orang lain untuk mendapatkan penjelasan yang disukai dan mudah dipahami. Ketika kemudian mencari pekerjaan, ia tertarik pada TASPEN karena melihat kesamaan mendasar antara pekerjaan tersebut dan aktivitas mengajar. Keduanya, menurut cara pandangnya, berangkat dari keinginan membantu orang serta memberikan layanan yang menyenangkan dan sesuai kebutuhan.

Kesempatan itu datang pada 2007, ketika Frans diterima bekerja di TASPEN dan ditempatkan pertama kalinya pada bagian pelayanan di Kantor Cabang Kupang Nusa Tenggara Timur. Berinteraksi langsung dengan peserta memberinya kesempatan memahami kebutuhan mereka dari dekat. Setelah setahun di Tanah Flobamora, ia dipindahkan ke Jakarta untuk bertugas di bagian Data Kepesertaan Kantor Pusat. Pada 2009, penugasannya berlanjut ke bidang teknologi informasi. Perpindahan lintas fungsi tersebut memperluas sudut pandangnya tentang organisasi dan proses bisnis perusahaan. Ia mengenal sisi pelayanan yang berhadapan langsung dengan masyarakat sekaligus proses data dan teknologi yang menopang pekerjaan di balik layar.

Pengalaman itu menjadi bekal ketika pada 2025 Frans dipercaya memimpin TASPEN Kantor Cabang Denpasar. Tanggung jawab barunya tidak berhenti pada memastikan pekerjaan kantor berjalan sesuai prosedur. Ia perlu memastikan kepuasan peserta, informasi tersampaikan dengan baik kepada peserta, proses pelayanan berlangsung lebih mudah, dan masyarakat memahami hak serta kewajiban mereka. Bagi Frans, pelayanan yang baik perlu dibangun melalui komunikasi yang persuasif, humanis dan memberi penghormatan bukan hanya mengandalkan birokrasi atau prosedur administratif.

Karena itu, ia memperbanyak komunikasi langsung kepada peserta dengan mengoptimalkan kegiatan sosialisasi. Salah satu perhatian utamanya adalah memberikan pemahaman kepada peserta dan ahli waris mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai penerima manfaat pensiun dan tabungan hari tua dari TASPEN. Ia mendorong penyampaian informasi secara langsung agar masyarakat yang belum melek dengan teknologi dan mendia sosial juga mengetahui hal-hal yang perlu dilakukan dan tidak kebingungan ketika membutuhkan layanan keTASPENan. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi peserta untuk bertanya dan mengklarifikasi informasi yang belum mereka pahami.

TASPEN Sosialisasi KeTaspenan dan Literasi Keuangan kepada Calon Pensiunan di Wilayah Kabupaten Bangli

 

Dalam kegiatan sosialisasi, Frans menyampaikan bahwa TASPEN menekankan empat hal utama. Masyarakat perlu memahami bisnis inti TASPEN dan program-programnya yang menjadi hak dari Peserta, meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan yang mengatasnamakan layanan TASPEN, melakukan autentikasi setiap bulan sesuai ketentuan, serta melaporkan perubahan data keluarga secara teratur. Empat pesan tersebut berkaitan erat dengan keberlangsungan perlindungan kepada peserta. Pemahaman yang benar dapat membantu mereka mengakses hak secara tepat, menjaga keamanan informasi, dan menghilangkan hambatan saat mengurus layanan.

Sinergi dan Kolaborasi bersama BKN dan Pemda Wilayah Se-Bali Nusa Tenggara Sosialisasi KeTaspenan

 

Langkah itu sejalan dengan peran Taspen sebagai badan usaha milik negara yang menyelenggarakan jaminan sosial bagi aparatur sipil negara dan pejabat negara. PT TASPEN adalah Perusahaan yang diamanahkan Pemerintah untuk mengelola program Tabungan Hari Tua, Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Karena manfaatnya berkaitan dengan kesejahteraan peserta dan keluarga, ketepatan informasi menjadi bagian penting sebagai jaminan kualitas layanan. Kepercayaan masyarakat tumbuh ketika proses terasa jelas, mudah dan akuntabilitas dan petugas hadir untuk membantu disaat mereka membutuhkan.

Sosialisasi dan Koordinasi dengan Pengurus dan Anggota Organisasi Pensiun PWRI Provinsi Bali

 

Frans juga membangun komunitas di berbagai daerah agar arus informasi dapat bergerak lebih cepat dan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Ia memperkuat kerja sama dengan stakeholder dan mitra kerja untuk membantu para pensiunan memperoleh informasi dan bantuan yang diperlukan. Melalui jejaring tersebut, pelayanan tidak hanya bertumpu pada interaksi di kantor cabang, melainkan menjangkau lingkungan tempat peserta berdomisili. Kemitraan menjadi jembatan untuk menyampaikan informasi dengan lebih dekat dan responsif. Pendekatan ini menempatkan kebutuhan peserta sebagai pusat setiap perbaikan layanan TASPEN.

Tim TASPEN KC Denpasar, Solid dan Menyatu dalam Keharmonisan dengan Sesama, dengan Budaya, dan dengan Semesta

 

Bagi Frans, tantangan memimpin bukan semata menjalankan rutinitas operasional, namun juga memastikan operasional itu benar-benar sampai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pengalamannya di bidang pelayanan, pengelolaan data, dan praktisi teknologi memberinya bekal untuk melihat kebutuhan peserta dari beberapa sisi. Kini, di Denpasar, ia berupaya menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi pelayanan yang mudah, cepat dan menyenangkan. Baginya, ukuran keberhasilan bukan hanya proses yang selesai, melainkan peserta yang memahami haknya, merasa terbantu dan dapat menjalani masa pensiun dengan lebih tenang. Pastikan setiap orang yang meninggalkanmu pergi dengan menangis. Menangis karena terharu, karena diperlakukan berharga dan terhormat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!