Langkah Berani di Tanah Kapal, Dari Sepeda ke Bisnis Besar
Ada masa ketika mimpi terasa jauh hanya karena belum menemukan ruang untuk diwujudkan. Namun bagi I Putu Gede Garjitha, ruang itu tidak selalu harus dicari. Kadang perlu diciptakan sendiri dengan keberanian, pengalaman, dan keyakinan yang tumbuh sejak kecil. Dari jalanan Denpasar yang masih lengang hingga berdirinya sebuah fasilitas olahraga modern, perjalanan hidupnya menjadi cermin tentang bagaimana ketekunan dan kejujuran dapat membuka banyak pintu.
I Putu Gede Garjitha, yang akrab dikenal sebagai Bapak Tude, lahir di Denpasar pada tahun 1991. Sebagai anak pertama, ia tumbuh dengan pemahaman bahwa tanggung jawab adalah bagian dari dirinya. Sejak usia dini, ia sudah terbiasa menjalani hari dengan kemandirian. Masa kecilnya diisi dengan aktivitas sederhana seperti bersepeda dan bermain di lingkungan sekitar rumah yang saat itu masih relatif sepi dari lalu lintas kendaraan. Kebebasan tersebut membentuk rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba banyak hal.
Kemandirian itu terlihat jelas ketika ia mulai bersekolah. Saat menempuh pendidikan di SMP 2 Kapal, ia berangkat sendiri dengan mengayuh sepeda kesayangannya. Tidak hanya menjadi rutinitas, perjalanan itu juga melatih konsistensi dan kedisiplinan. Memasuki usia remaja, ia mulai sering diajak oleh ayahnya yang bekerja sebagai developer untuk melihat langsung aktivitas di lapangan. Dari sana muncul rasa ingin tahu yang terus berkembang. Ia mulai memahami bagaimana sebuah proyek direncanakan dan dijalankan. Pengalaman ini menjadi bekal awal yang kelak berperan penting dalam perjalanan bisnisnya.
Saat melanjutkan pendidikan ke SMA 1 Kuta Utara, ia sempat memiliki cita cita menjadi dokter atau notaris. Pilihan tersebut mencerminkan keinginannya untuk memiliki profesi yang jelas dan berdampak. Pada akhirnya, jalan hidup membawanya masuk ke jurusan Hukum di Universitas Udayana. Tahun pertama ia habiskan di kawasan Bukit Jimbaran sebelum melanjutkan perkuliahan di kampus Denpasar.
Perjalanan akademiknya tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat merasa kecewa dengan hasil indeks prestasi di semester pertama yang jauh dari harapan. Lingkungan baru dan pergaulan membuat fokusnya sempat teralihkan. Namun ia tidak membiarkan kondisi itu berlarut. Ia memilih untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki cara belajarnya. Semester berikutnya ia menjadi lebih disiplin. Bahkan ketika ada kelas malam, ia tetap berusaha mengikuti. Usaha tersebut membuahkan hasil. Nilainya meningkat dan ia berhasil menyelesaikan studi tepat waktu pada tahun 2013.
Keinginan untuk terus berkembang membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 kenotariatan di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 2014. Tinggal jauh dari rumah tidak membuatnya merasa terasing. Ia justru mampu beradaptasi dengan baik dan memperluas jaringan pertemanan. Di sela kesibukan kuliah, ia juga memanfaatkan waktu libur untuk berkunjung ke Malang bersama teman temannya. Pengalaman ini memperkaya sudut pandangnya dan membentuk kemampuan beradaptasi di lingkungan baru.
Kedekatannya dengan dunia bisnis sudah terbangun sejak membantu ayahnya. Hal itu mendorongnya untuk mulai merintis usaha sendiri. Pada tahun 2015, ia membuka minimarket dengan nama Surya Mart. Sambil menjalankan usaha tersebut, ia juga menjalani masa magang di kantor notaris di daerah Dalung. Dedikasi dan kerja kerasnya membuat ia dipercaya untuk bekerja di sana selama lima tahun. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat hingga akhirnya ia mampu mendirikan kantor notaris sendiri di daerah Kediri, Tabanan.
Perjalanan bisnisnya tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ia sempat mencoba membuka barbershop dan toko perabotan rumah tangga. Namun usaha tersebut belum memberikan hasil optimal karena kendala operasional. Alih alih berhenti, ia justru melihat setiap pengalaman sebagai pelajaran berharga. Ia mulai memahami pentingnya manajemen, strategi, dan ketepatan dalam membaca kebutuhan pasar.
Dari kegemarannya bermain olahraga, khususnya mini soccer, muncul sebuah ide yang sederhana namun kuat. Ia merasa kesulitan menemukan lapangan yang layak dan mudah diakses. Dari keresahan itu, lahirlah gagasan untuk membangun Kapal Mini Soccer. Ia tidak hanya ingin memiliki tempat bermain, tetapi juga menciptakan fasilitas yang nyaman bagi banyak orang.
Kapal Mini Soccer kini berkembang menjadi salah satu fasilitas olahraga yang dikenal luas di daerah Badung. Tempat ini menjadi mini soccer pertama di kawasan tersebut dengan fasilitas yang lengkap. Tersedia lapangan berkualitas, tribun penonton, area parkir yang luas, serta akses yang mudah karena lokasinya dekat dengan jalan utama. Kehadiran tempat ini tidak hanya memenuhi kebutuhan olahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi bagi masyarakat.
Selain mengembangkan bisnis di bidang olahraga, ia juga aktif merintis usaha kos-kosan di daerah Jimbaran. Dengan kisaran harga antara dua setengah hingga tiga setengah juta, tempat tinggal ini menawarkan fasilitas yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Ia memberikan perhatian besar pada kenyamanan dan keamanan penghuni. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan kartu akses untuk setiap kamar. Sistem ini memungkinkan kontrol yang lebih baik, termasuk pembatasan akses bagi penghuni yang terlambat memenuhi kewajiban pembayaran.
Inovasi tersebut membuat usahanya semakin diminati. Tingginya permintaan mendorongnya untuk merencanakan pengembangan lebih lanjut agar dapat memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. Ia memahami bahwa kualitas pelayanan menjadi kunci dalam mempertahankan kepercayaan.
Di balik semua pencapaian tersebut, ada nilai yang selalu ia pegang teguh. Peran ayahnya sangat besar dalam membentuk karakter dan cara berpikirnya. Ia selalu mengingat pesan sederhana namun kuat bahwa dalam berbisnis, hasil tidak harus selalu besar, yang terpenting adalah kejujuran. Nilai ini menjadi landasan dalam setiap keputusan yang ia ambil.
Perjalanan hidup I Putu Gede Garjitha menunjukkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan proses panjang, keberanian untuk mencoba, serta kesediaan untuk belajar dari kegagalan. Ia membuktikan bahwa dari pengalaman kecil sekalipun dapat lahir ide besar yang bermanfaat bagi banyak orang.
Melalui kisahnya, ia juga menyampaikan pesan bagi generasi muda agar tidak takut gagal sebelum mencoba. Baginya, setiap langkah memiliki arti, dan setiap usaha membuka peluang baru. Dari sepeda sederhana menuju lapangan mini soccer yang ramai, perjalanan ini menjadi bukti bahwa mimpi dapat diwujudkan oleh mereka yang berani memulai.