5 Manfaat Humidifier bagi Kesehatan

Majalah Bali | Humidifier adalah alat yang meningkatkan level kelembapan di udara dengan melepaskan uap air. Tingkat kelembaban alami di udara bervariasi dan kelembapan yang lebih tinggi memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari menjaga kesehatan kulit hingga mengurangi gejala asma dan alergi.

Menggunakan humidifier bisa menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan kelembapan ruangan, utamanya saat udara sedang kering.

Manfaat Humidifier bagi Kesehatan

1. Mencegah penyebaran penyakit

Humidifier dapat membantu mencegah kamu terserang penyakit dengan menambahkan kelembapan ke udara. Secara khusus, penelitian telah menemukan bahwa pelembab udara dapat membantu melindungi dari flu.

Sebuah studi yang dilaporkan dalam jurnal PLoS One menemukan bahwa jika tingkat kelembapan dalam ruangan kurang dari 23 persen, maka kemungkinan influenza untuk menginfeksi orang lain melalui tetesan udara pernapasan adalah antara 70 hingga 77 persen. Sedangkan, jika kelembapan dalam ruangan dijaga di atas 43 persen, tingkat infektivitas jauh lebih rendah, yaitu antara 14 hingga 22 persen. Ini disebabkan virus influenza dapat bertahan lebih baik dalam kondisi yang lebih kering. \

2. Mengurangi dengkuran

Meningkatkan kelembapan di udara juga dapat mengurangi dengkuran. Apabila udaranya kering, saluran udara seseorang cenderung tidak cukup dilumasi, yang dapat memperburuk dengkuran.

Menambahkan kelembapan ke udara dengan humidifier di malam hari dapat membantu meredakan dengkuran. Risiko mendengkur yang paling tinggi biasanya dimiliki oleh individu dengan kelebihan berat badan, memiliki masalah hidung, dan minum alkohol.

3. Mencegah kulit kering

Udara yang kering dapat menarik kelembapan dari kulit, membuat kulit menjadi kering, gatal, dan iritasi. Kabar baiknya, humidifier dapat melawan efek ini dengan meningkatkan kelembapan di udara untuk membantu menghindari ketidaknyamanan dan membuat kulit tetap lembap.

Sebuah penelitian dalam jurnal Applied Ergonomics yang dilakukan di sebuah rumah sakit Jepang menemukan bahwa penggunaan pelembap udara di musim dingin dapat meningkatkan kelembapan dari 32,8 menjadi 43,9 persen. Hasilnya, gejala kulit kering dan gatal di antara staf dapat berkurang.

4. Meredakan gejala asma dan alergi

Humidifier dapat membantu mengatasi gejala alergi dan asma dengan menenangkan jaringan di hidung dan tenggorokan, menurut laman Insider. Pada gilirannya, humidifier dapat membantu meringankan gejala, seperti tenggorokan kering dan gatal, pilek, batuk, mimisan, dan kemacetan sinus.

Namun, perlu diingat bahwa terlalu banyak kelembapan dapat menyebabkan tungau debu dan jamur menyebar. Oleh karena itu, humidifier  harus dibersihkan secara rutin dan tingkat kelembaban ruangan tidak boleh melebihi 50 persen.

5. Mengurangi gejala hidung tersumbat

Humidifier juga dapat melonggarkan hidung tersumbat dengan melembapkan saluran hidung. Saat kamu sakit, sel-sel yang melapisi saluran pernapasan menghasilkan lebih banyak lendir. Saat lendir ini mengering, itu bisa menjadi lengket yang membuat kamu menjadi batuk atau kesulitan bernapas.

Humidifier sering ditambahkan ke mesin continuous positive airway pressure treatment (CPAP) yang digunakan pada pasien apnea tidur. Itu karena CPAP meniupkan udara kering ke hidung, yang dapat meningkatkan kemacetan. Sebuah studi kecil yang dilaporkan dalam Internal Medicine Journal menemukan bahwa menggunakan pelembapan panas pada pasien apnea tidur yang menerima pengobatan CPAP membantu mengurangi gejala hidung tersumbat.

Setelah mengetahui informasi ini, kamu mungkin merasa ingin memiliki humidifier. Namun, penting untuk diperhatikan, kamu wajib menjaga kebersihan humidifier dan pantau tingkat kelembapannya untuk mendapatkan manfaat kesehatan ini.

 

Sumber : https://www.guesehat.com/manfaat-humidifier-bagi-kesehatan

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!