Manfaat Yogurt bagi Pencernaan, Ini Peran Bakteri Baik di Dalamnya
Yogurt merupakan produk fermentasi susu yang mengandung bakteri hidup dan dapat membantu pencernaan, terutama dalam proses mencerna laktosa. Sejumlah penelitian juga menunjukkan potensi manfaat yogurt bagi kesehatan saluran cerna. Namun, manfaat tersebut bergantung pada jenis bakteri, komposisi produk, dan kondisi kesehatan orang yang mengonsumsinya.
Manfaat Yogurt bagi Pencernaan
Yogurt dibuat melalui fermentasi susu menggunakan bakteri, terutama Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Proses ini mengubah sebagian laktosa, yaitu gula alami dalam susu, menjadi asam laktat. Perubahan tersebut menghasilkan rasa asam khas yogurt sekaligus memengaruhi komposisinya.
Bakteri yang digunakan dalam fermentasi juga dapat membantu tubuh mencerna laktosa. Manfaat ini relevan bagi orang yang mengalami maldigesti laktosa, yaitu kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna gula tersebut. Sebagian orang dengan intoleransi laktosa dapat menoleransi yogurt lebih baik dibandingkan susu biasa, meskipun tingkat toleransinya berbeda-beda.
Selain membantu pencernaan laktosa, mikroorganisme tertentu dalam yogurt diteliti karena potensinya memengaruhi mikrobiota usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Mikroorganisme tersebut dapat berinteraksi dengan mikroba lain dan lingkungan usus. Akan tetapi, efeknya tidak selalu sama karena bergantung pada jenis dan strain bakteri yang digunakan.
Cara Mengonsumsi Yogurt
Yogurt dapat dikonsumsi langsung atau dipadukan dengan buah dan bahan makanan lain. Produk ini juga dapat menjadi bagian dari sarapan atau camilan. Dari sisi kandungan gizi, yogurt menyediakan protein dan kalsium, dengan jumlah yang bergantung pada jenis susu dan proses pembuatannya.
Yogurt tawar dan yogurt dengan tambahan rasa memiliki komposisi yang berbeda. Produk dengan tambahan gula atau pemanis dapat mengandung lebih banyak gula dibandingkan yogurt tanpa pemanis. Karena itu, informasi kandungan gizi pada kemasan dapat digunakan untuk mengetahui jumlah gula, protein, dan zat gizi lainnya.
Keterangan mengenai kultur hidup juga perlu diperhatikan. Yogurt pada umumnya dibuat menggunakan bakteri hidup, tetapi tidak semua produk fermentasi mengandung mikroorganisme yang telah terbukti memberikan manfaat probiotik tertentu. Identitas bakteri dan bukti penelitian terhadap strain tersebut menjadi faktor penting dalam menilai klaim manfaat kesehatan suatu produk.
Apa Kata Penelitian tentang Yogurt?
Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition Reviews pada 2021 menelaah penelitian mengenai yogurt dan produk susu fermentasi. Peneliti menyaring 1.057 abstrak dan memasukkan 108 penelitian untuk dianalisis. Penelitian yang ditinjau mencakup uji klinis terkontrol, studi observasional, dan desain penelitian lainnya yang diterbitkan antara 1979 dan 2017.
Dari 108 penelitian tersebut, sebanyak 76 melaporkan hasil yang menguntungkan, sedangkan 28 tidak menemukan efek yang signifikan dan empat melaporkan hasil yang tidak menguntungkan. Para peneliti menyimpulkan bahwa bukti mendukung hubungan antara konsumsi yogurt dan peningkatan pencernaan serta toleransi laktosa. Namun, hasil dari berbagai penelitian tersebut tidak berarti bahwa setiap produk yogurt memberikan manfaat yang sama atau bahwa semua hubungan yang ditemukan membuktikan sebab-akibat.
Penelitian yang lebih baru juga mengkaji apakah yogurt yang ditambahkan probiotik memberikan manfaat lebih besar daripada yogurt biasa. Tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam The Journal of Nutritional Biochemistry pada 2026 menganalisis uji acak terkontrol mengenai yogurt probiotik, asam lemak rantai pendek, peradangan, dan penanda stres oksidatif.
Analisis tersebut menemukan peningkatan kadar asetat dalam tinja dan interleukin-10 pada hasil gabungan tertentu. Namun, penelitian itu tidak menemukan perbedaan signifikan pada sejumlah penanda lain, termasuk protein C-reaktif dan beberapa asam lemak rantai pendek. Peneliti juga menilai kepastian bukti masih sangat rendah sehingga keunggulan yogurt probiotik dibandingkan yogurt biasa belum dapat dipastikan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa penelitian mengenai yogurt tidak hanya menilai keberadaan bakteri hidup, tetapi juga mengukur perubahan biologis tertentu. Meski demikian, perubahan pada penanda laboratorium tidak selalu berarti seseorang akan mengalami perbaikan gejala pencernaan atau manfaat klinis yang dapat dirasakan secara langsung.
Perbedaan Yogurt Biasa dan Yogurt Probiotik
Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah memadai. Menurut lembar fakta National Institutes of Health Amerika Serikat, tidak semua makanan yang mengandung mikroorganisme hidup otomatis memiliki manfaat probiotik yang telah terbukti.
Manfaat probiotik dapat bersifat spesifik terhadap strain bakteri tertentu. Artinya, hasil penelitian terhadap satu strain tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa semua bakteri dari kelompok yang sama memiliki efek identik. Jumlah mikroorganisme, formulasi produk, dan kondisi penyimpanan juga dapat memengaruhi karakteristik produk saat dikonsumsi.
Karena itu, yogurt biasa yang dibuat dengan kultur fermentasi tidak selalu setara dengan produk yang mengandung strain probiotik tambahan dan telah diuji dalam penelitian klinis. Klaim manfaat tertentu perlu dinilai berdasarkan bukti yang tersedia untuk mikroorganisme dan kondisi kesehatan yang bersangkutan.
Yogurt dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari sekaligus sumber protein dan kalsium. Bukti ilmiah paling jelas menunjukkan manfaat kultur yogurt dalam membantu pencernaan dan toleransi laktosa. Sementara itu, manfaat probiotik untuk gangguan pencernaan lainnya masih bergantung pada strain yang diteliti, jenis produk, serta kualitas bukti klinis yang tersedia.