Dari Lapak Kecil hingga Membangun Mimpi di Kintamani

Setiap perjalanan besar sering kali bermula dari langkah yang sederhana. Ada yang lahir dari keberanian mengambil keputusan, ada pula yang tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali sejak usia dini. Kisah Ni Putu Sudarmayanti adalah salah satu cerita tentang ketekunan, keberanian menghadapi perubahan, dan kemampuan melihat peluang di tengah berbagai tantangan kehidupan. Di balik berdirinya The Cintamani Bar and Kitchen, tersimpan perjalanan panjang seorang perempuan Bali yang tidak pernah berhenti bergerak untuk mewujudkan impiannya sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Ni Putu Sudarmayanti lahir di Gianyar pada April 1983 sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan ayah yang berprofesi sebagai anggota tentara dan ibu yang menjalankan usaha dagang. Sejak kecil, kehidupan telah memperkenalkannya pada dunia usaha. Ia sering diajak membantu berdagang oleh sang ibu dan pengalaman tersebut menjadi sekolah pertama yang membentuk karakter serta cara pandangnya terhadap kehidupan.

Bahkan ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah mulai berjualan makanan ringan. Aktivitas itu bukan sekadar mengisi waktu, melainkan menjadi sarana belajar memahami nilai kerja keras, tanggung jawab, serta pentingnya membangun hubungan dengan orang lain. Pengalaman masa kecil tersebut kemudian menjadi fondasi kuat yang terus membimbing langkahnya hingga dewasa.

Perjalanan pendidikan yang dijalaninya terbilang cukup unik. Ia mengawali sekolah di SD Negeri 5 Gianyar, kemudian menamatkan pendidikan dasar di SD Negeri 1 Bitera. Setelah itu melanjutkan ke SMP Negeri 2 Bitera dan menyelesaikan jenjang menengah pertama di SMP Negeri 1 Blahbatuh. Pendidikan tingkat atas ditempuh di SMA Saraswati Gianyar. Perpindahan sekolah yang beberapa kali terjadi bukan tanpa alasan. Tugas sang ayah yang mengharuskannya berpindah tempat membuat dirinya juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Situasi tersebut justru membentuk pribadi yang tangguh, mudah bergaul, dan mampu menyesuaikan diri dalam berbagai kondisi.

Bakat kewirausahaan yang dimilikinya mulai terlihat semakin kuat ketika memasuki masa SMP. Pada usia yang masih sangat muda, ia berani meyakinkan ibunya untuk membuka usaha toko pakaian. Bersama sang ibu, usaha tersebut berkembang dengan baik dan memberikan pengalaman berharga mengenai pengelolaan bisnis. Memasuki masa SMA, semangatnya untuk mencoba hal baru semakin besar. Ia kemudian membuka usaha penjualan sepeda motor bersama seorang rekan. Walaupun usaha itu sempat berjalan selama beberapa tahun, perbedaan pandangan dalam menjalankan bisnis membuat kerja sama tersebut berakhir.

Kegagalan tidak membuatnya berhenti melangkah. Ia memilih bangkit dan kembali menekuni bidang yang telah dikenalnya sejak lama, yaitu dunia fashion. Kali ini ia berperan sebagai distributor pakaian yang memasok berbagai kebutuhan ke pasar-pasar. Mobilitas yang tinggi dan semangat yang tidak pernah surut membuat hari-harinya selalu dipenuhi aktivitas produktif.

Di tengah kesibukan itu, ia mulai menekuni senam aerobik pada malam hari sebagai sarana menjaga kebugaran sekaligus mengisi waktu luang. Ketertarikan yang semakin besar membuatnya aktif mengikuti berbagai kegiatan hingga akhirnya dipercaya menjadi instruktur. Pengalaman tersebut membuka wawasan baru mengenai peluang usaha yang belum banyak digarap saat itu.

Berbekal kreativitas dan keberanian berinovasi, ia memiliki gagasan untuk menggabungkan dunia kuliner dengan olahraga. Awalnya ia mencoba menjual berbagai menu lalapan. Meski keuntungan yang diperoleh belum maksimal, hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Ia kemudian membangun sebuah usaha yang memadukan rumah makan dan tempat latihan senam aerobik dalam satu bangunan. Lantai pertama digunakan sebagai area kuliner, sedangkan lantai kedua menjadi ruang aktivitas olahraga. Konsep tersebut menjadi bukti kemampuannya dalam melihat peluang yang berbeda dari kebanyakan orang.

Namun perjalanan usaha tidak selalu berjalan sesuai harapan. Pandemi Covid 19 yang melanda dunia memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor, termasuk usaha yang dirintisnya. Situasi yang penuh ketidakpastian memaksanya menutup bisnis tersebut. Meskipun demikian, ia kembali menunjukkan ketangguhannya dengan memilih mencari peluang baru daripada larut dalam keadaan.

Setelah kembali ke Bangli, ia melihat kebutuhan masyarakat terhadap alat pertanian dan material bangunan yang terus meningkat. Dari pengamatan itu lahirlah ide mendirikan toko bangunan. Tidak berhenti sampai di sana, ia juga membuka koperasi yang diharapkan dapat membantu para petani dan masyarakat sekitar memperoleh akses yang lebih baik terhadap kebutuhan ekonomi mereka.

Ketika kondisi mulai pulih pascapandemi, naluri bisnisnya kembali menangkap peluang di sektor kuliner. Dengan keyakinan yang kuat, ia membangun The Cintamani Bar and Kitchen yang kini berkembang menjadi salah satu destinasi pilihan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Kintamani. Seiring meningkatnya kebutuhan akan akomodasi, ia kembali memperluas langkah dengan menghadirkan Mountain Kitchen and Barsebagai pilihan tempat menginap yang nyaman di Bangli.

Perjalanan hidup Ni Putu Sudarmayanti menggambarkan sosok perempuan muda yang memiliki visi jauh ke depan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan bangkit dari setiap tantangan. Berbagai usaha yang dibangunnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

Melalui pengalaman hidup yang penuh dinamika, ia berpesan kepada generasi muda, khususnya perempuan Bali, agar tidak pernah menyerah menghadapi keadaan. Setiap tantangan harus dijadikan pelajaran untuk terus bertumbuh. Apa pun masalah yang dihadapi, teruslah berjalan, bangkit, dan buktikan bahwa kerja keras serta keyakinan mampu mengubah mimpi menjadi kenyataan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!