Membuka Jalan ke Negeri Orang Kisah Tentang Tekad dan Peluang
Langkah kecil dari sudut Karangasem membuka kisah panjang tentang ketekunan yang tumbuh tanpa banyak sorotan. I Wayan Tantra lahir pada tahun 1991 dari keluarga sederhana dengan ayah seorang petani dan ibu yang membantu menopang kehidupan keluarga. Sebagai anak kedua dari lima bersaudara, ia mengenal arti tanggung jawab sejak usia dini, jauh sebelum banyak orang seusianya memahami makna perjuangan.
Masa kecilnya diisi dengan ritme kehidupan yang tidak mudah. Pendidikan dasar ia tempuh di SD Negeri 3 Subagan. Sepulang sekolah, waktu bermain bukan menjadi prioritas. Ia memilih menjual kelapa demi membantu kebutuhan keluarga. Aktivitas tersebut membentuk mental yang kuat sekaligus menanamkan nilai kerja keras yang kelak menjadi fondasi hidupnya. Memasuki jenjang SMP, ia tetap menjalani rutinitas membantu berjualan di pasar. Lingkungan sederhana justru menjadi ruang belajar yang memperkaya pengalaman hidupnya.
Perjalanan berlanjut ke SMK Saraswati dengan jurusan akuntansi manajemen. Pada fase ini, ia mulai mengatur waktu secara ekstrem. Ia bekerja dari pukul dua dini hari hingga pagi hari, lalu melanjutkan aktivitas sebagai pelajar. Kelelahan menjadi hal yang akrab, namun ia tidak menjadikannya alasan untuk berhenti. Semangat untuk memperbaiki kehidupan terus mendorongnya melangkah maju.
Setelah lulus, ia sempat bekerja sebagai sales baju. Tahun pertama ia gunakan untuk fokus bekerja dan menabung. Keinginan untuk melanjutkan pendidikan tetap menyala. Ia kemudian mencoba kuliah di salah satu kampus di Bali jurusan akuntansi, namun hanya mampu bertahan hingga empat semester karena keterbatasan biaya. Keadaan tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia mencoba kembali di kampus lainnya dan sempat menjalani hingga semester enam sebelum akhirnya mengambil jeda untuk mengumpulkan biaya. Ketekunan tersebut berbuah manis saat ia berhasil menyelesaikan pendidikannya.
Dunia kerja membawanya ke sebuah hotel, tempat ia bertugas di bagian front office. Interaksi dengan tamu menjadi sarana belajar yang efektif, terutama dalam mengasah kemampuan bahasa Inggris. Kemampuannya berkembang pesat hingga akhirnya ia dipercaya bekerja sebagai spa therapist. Pengalaman ini membuka wawasan baru sekaligus memperluas keterampilannya di bidang pelayanan.
Tahun 2015 menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya. Ia berangkat ke Turki dengan harapan besar, meskipun sempat menghadapi kenyataan pahit akibat visa yang tidak sesuai. Kondisi tersebut memaksanya bertahan secara mandiri di negeri orang. Empat bulan pertama ia bekerja sebagai housekeeping sebelum akhirnya kembali menjadi spa terapis. Ia menjalani kehidupan di sana dengan penuh adaptasi dan kerja keras.
Waktu yang dihabiskan selama tujuh tahun di Turki tidak hanya diisi dengan bekerja. Pada tahun kedua, ia mulai merintis usaha sendiri dengan mencari peluang tambahan. Ia juga menjalankan usaha jastip bersama rekannya, memanfaatkan jaringan yang ia bangun antara Indonesia dan Turki. Kemampuan membaca peluang menjadi salah satu kekuatan yang membuatnya terus berkembang di tengah keterbatasan.
Tahun 2021 menjadi momen kepulangan sekaligus titik balik baru. Situasi tersebut menggerakkan hatinya untuk menciptakan solusi. Ia mulai membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar usaha pribadi. Ia mendirikan LPK Global Briliant College bersama rekannya, berangkat dari kegelisahan melihat banyak orang kehilangan pekerjaan pada masa itu. Ia tidak hanya ingin bertahan, tetapi juga menciptakan peluang bagi orang lain. Ia merancang lembaga tersebut sebagai jembatan bagi mereka yang ingin bekerja ke luar negeri namun tidak memiliki arah yang jelas. Melalui konsep pelatihan yang terstruktur, peserta dibekali keterampilan praktis seperti spa therapist dan housekeeping, lengkap dengan pembinaan mental kerja serta kemampuan bahasa yang dibutuhkan. Sistem yang ia terapkan bahkan memberi kemudahan melalui program dana talangan, sehingga peserta bisa mengikuti pelatihan tanpa terbebani biaya di awal dan membayarnya setelah bekerja.
Keputusan tersebut bukan langkah instan, melainkan hasil dari pengalaman panjang yang ia kumpulkan selama bertahun tahun bekerja di luar negeri. Ia memahami bahwa lembaga pelatihan kerja bukan sekadar tempat belajar, melainkan gerbang menuju karier global yang membutuhkan kesiapan keterampilan, mental, dan legalitas yang jelas. Secara umum, LPK memang berfungsi sebagai lembaga yang melatih sekaligus menyalurkan tenaga kerja agar siap bersaing di pasar internasional dengan standar industri yang ketat.
Dengan pengalaman itu, ia membangun LPK miliknya bukan hanya sebagai bisnis, tetapi sebagai wadah perubahan hidup bagi banyak orang. Ia memastikan setiap peserta tidak hanya belajar, tetapi juga didampingi hingga benar benar siap berangkat. Dari sinilah LPK Global Briliant College berkembang menjadi salah satu pintu kesempatan bagi generasi muda yang ingin memperbaiki masa depan melalui jalur kerja internasional.
Selain itu, ia juga mengembangkan usaha lain berupa Aswin Barbershop yang kini telah memiliki lima cabang, serta beberapa bisnis di bidang spa dan salon. Langkah tersebut menunjukkan bahwa ia tidak hanya berfokus pada satu bidang, melainkan terus mencari peluang untuk berkembang.
Perjalanan hidup I Wayan Tantra bukan sekadar cerita tentang keberhasilan, melainkan gambaran nyata tentang keteguhan menghadapi tantangan. Dari seorang anak yang menjual kelapa sepulang sekolah hingga menjadi pemilik lembaga yang membuka jalan bagi banyak orang, setiap fase hidupnya menyimpan pelajaran berharga. Ia membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang, melainkan pijakan untuk melompat lebih tinggi menuju masa depan yang lebih luas.