Dari Sawah ke Karya Ikonik, Jejak I Gusti Ketut Teken di Balik Kembang Ilalang

Ada perjalanan yang tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari tanah yang dipijak setiap hari. Perjalanan itu tumbuh perlahan, dibentuk oleh kerja keras, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk terus belajar. Kisah tersebut hidup dalam langkah I Gusti Ketut Teken, seorang pria yang mengubah pengalaman sederhana menjadi fondasi kuat dalam membangun usaha yang dikenal hari ini.

I Gusti Ketut Teken merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara yang lahir di Ubud pada tahun 1972. Ia tumbuh dalam keluarga petani yang menjadikan sawah sebagai bagian penting dari kehidupan sehari hari. Sejak kecil, waktunya banyak dihabiskan untuk membantu orang tua. Aktivitas di sawah bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ruang belajar yang membentuk ketekunan dan kedisiplinan dalam dirinya.

Memasuki masa sekolah menengah pertama, ia mulai mengenal dunia ukir kayu atau wood carving. Ketertarikan ini tidak berhenti sebagai hobi, melainkan berkembang menjadi sumber penghasilan kecil. Ia mulai menerima pesanan sederhana, lalu mengumpulkan hasilnya untuk membayar kebutuhan sekolah atau sekadar memenuhi keperluan pribadi. Dari situ, ia belajar bahwa keterampilan dapat menjadi jalan untuk bertahan sekaligus berkembang.

Saat beranjak remaja dan memasuki masa sekolah menengah atas, ia semakin mandiri secara finansial. Dari hasil kerja kerasnya, ia mampu menyicil sebuah sepeda motor. Masa tersebut diwarnai dengan berbagai pengalaman yang penuh warna. Ia dikenal aktif dan dekat dengan banyak teman. Dari dinamika pergaulan itu, ia memahami pentingnya relasi dan kepercayaan yang terbangun dari waktu ke waktu.

Pada tahun 1992, ia memutuskan untuk menikah. Tanggung jawab yang semakin besar mendorongnya untuk bekerja lebih keras. Ia memilih bekerja sebagai kuli pemasangan atap alang alang. Pekerjaan ini menuntut tenaga dan ketahanan, namun ia menjalaninya dengan penuh kesungguhan. Rasa ingin tahu yang tinggi membuatnya tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar dari setiap proses yang dijalani.

Seiring waktu, kemampuan dan pengalamannya mulai diakui. Pada tahun 2003, ia mendapatkan kepercayaan untuk mengerjakan proyek di Malaysia secara mandiri. Selama tiga bulan lebih, ia menjalani pekerjaan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Pengalaman ini membuka wawasan baru dan memperluas pandangannya terhadap dunia kerja. Setelah kembali, berbagai tawaran mulai berdatangan, namun ia memilih tetap melangkah perlahan sesuai keyakinannya.

Dalam perjalanan tersebut, ia bertemu dengan seorang rekan yang telah lebih dahulu menjadi pemilik usaha. Dari pertemuan itu, ia mendapatkan dorongan untuk memulai usaha sendiri. Pesan yang ia pegang hingga kini adalah untuk selalu bertanggung jawab dan bersikap jujur dalam setiap pekerjaan. Nasihat tersebut menjadi pijakan penting dalam langkah berikutnya.

Kesempatan pertamanya datang melalui sebuah proyek di kawasan Padang Galak. Dari titik itu, usahanya mulai berkembang. Ia kemudian memasuki industri bambu yang saat itu masih belum sepenuhnya ia kuasai. Keterbatasan pengetahuan tidak membuatnya mundur. Ia terus belajar, mencoba, dan memahami setiap detail pekerjaan hingga akhirnya mampu menguasainya.

Kemampuannya berkembang lebih jauh ketika ia mulai mendalami pembuatan mockup bangunan bambu. Proses ini membutuhkan ketelitian, kreativitas, serta pemahaman struktur yang baik. Melalui dedikasi yang konsisten, ia berhasil menjadi salah satu pembuat mockup bangunan bambu yang diperhitungkan di Bali. Karya karyanya tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga menghadirkan nilai estetika yang kuat.

Selama hampir dua belas tahun berkecimpung di industri bambu, ia terus menjaga kualitas dan kepercayaan. Salah satu prinsip yang selalu ia pegang adalah memastikan kepuasan pelanggan. Setiap proyek yang selesai tidak pernah dianggap akhir, melainkan kesempatan untuk belajar. Ia selalu membuka ruang untuk menerima masukan demi meningkatkan kualitas pekerjaan di masa mendatang.

Di luar kesibukan, ia menikmati waktu dengan cara sederhana. Berjalan santai atau duduk di sawah menjadi cara untuk mengembalikan energi. Kedekatannya dengan alam tidak pernah hilang, justru menjadi sumber inspirasi dalam setiap karya yang ia hasilkan.

Perjalanan I Gusti Ketut Teken menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari langkah besar yang instan. Ia tumbuh dari proses panjang yang penuh usaha dan pembelajaran. Pesan yang ia bawa sederhana namun bermakna dalam, bahwa bekerja bukan hanya untuk hari ini, melainkan untuk masa depan yang lebih baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!