Jalani Hidup Sepenuh Hati, Yakin akan Temukan Jalannya Sendiri

Ada orang yang hidupnya berjalan lurus mengikuti arus, ada pula yang bergerak melompat dari satu kemungkinan ke kemungkinan lain. Pada sebagian orang, perubahan justru menjadi cara untuk menemukan makna yang lebih luas. Kisah Pande Gede Bayu Antariksa tumbuh dari keberanian mencoba, kegigihan bertahan, dan kesadaran bahwa hidup adalah misteri dan tidak selalu harus mengikuti rencana awal untuk sampai pada tujuan yang lebih besar.

Bayu adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ia lahir di Negara pada tahun 1988. Keluarganya merupakan bagian dari transmigrasi yang dimulai sejak generasi kakeknya yang berasal dari Karangasem. Jejak perjalanan keluarga itu membentuk lingkungan hidup yang penuh cerita dan kerja keras. Sejak kecil, Bayu lebih banyak menghabiskan waktu bersama kakek dan neneknya. Kedua orang tuanya bekerja di Denpasar dan sesekali pulang untuk menjenguk atau jika liburan sekolah telah tiba.

Pada masa kanak kanak, Bayu dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan. Ia mudah berteman, dan menikmati hari hari bersama kawan sebayanya. Waktu dihabiskan untuk bermain dan menjelajah lingkungan sekitar contohnya dia seringkali memetik buah boni untuk dimakan atau dijual ke teman-temannya disekolah. Tanpa ia sadari, kebebasan itu membentuk sifatnya yang terbuka dan mudah beradaptasi. Nilai nilai kebersamaan yang ia rasakan sejak kecil menjadi dasar kuat dalam setiap langkah yang kelak ia ambil.

Memasuki usia sekolah, Bayu sempat mengawali pendidikan di Denpasar. Namun karena pertimbangan keluarga, orang tuanya memutuskan untuk memindahkannya kembali bersekolah di Negara. Perpindahan ini mengajarkannya tentang penyesuaian sejak dini. Ia belajar memahami lingkungan baru dan membangun relasi dari awal. Kemampuan bergaulnya membuat proses tersebut berjalan lebih ringan. Ia tidak merasa terasing karena ia selalu mampu menemukan ruang untuk berbincang dan tertawa bersama orang lain.

Saat memasuki masa kuliah, Bayu memilih menempuh pendidikan hukum di Universitas Udayana. Pilihan ini bukan sepenuhnya berasal dari suara hatinya. Di dalam dirinya, ia sebenarnya menyimpan keinginan untuk belajar di bidang pariwisata. Ia ingin merasakan bekerja di kapal pesiar lalu tinggal dan bekerja di salah satu negara yang ia kunjungi. Meski demikian, ia menjalani pilihan tersebut dengan kesungguhan. Ia percaya bahwa setiap jalan yang ditempuh harus dijalani secara bertanggung jawab. Di bangku kuliah, jejaring pertemanannya semakin luas. Dari pergaulan inilah banyak pintu baru mulai terbuka.

Pada tahun 2005, Bayu mulai mencoba bermain musik dari satu kafe ke kafe lain. Dunia malam yang semula hanya ruang hiburan berubah menjadi tempat belajar. Ia mengamati bagaimana orang orang bekerja, berinteraksi, dan menciptakan suasana. Dari sana perhatiannya tertuju pada sosok bartender dan Komunitas Bargangster 86. Ia melihat profesi tersebut sebagai pekerjaan yang unik karena memungkinkan interaksi langsung dengan pengunjung. Ketertarikan itu berkembang menjadi minat yang lebih serius pada dunia bartender.

Ia kemudian belajar secara intensif di daerah Kuta selama kurang lebih 6 bulan. Proses ini membuka pemahamannya tentang seni meracik minuman, pelayanan, dan manajemen bar. Kesempatan datang ketika ia bertemu dengan rekan yang mengajaknya membuka sebuah bar. Dari titik ini, Bayu memutuskan untuk fokus menekuni profesi bartender. Ia tidak sekadar bekerja, ia membangun identitas. Kreativitas dan konsistensinya melahirkan berbagai merek yang dikenal luas seperti La Favela dan La Plancha, serta beberapa konsep lain yang turut meramaikan industri bar di daerah Bali.

Memasuki tahun 2016, Bayu juga menjalani peran sebagai konsultan untuk kliennya di bar. Pengalaman ini memperluas sudut pandangnya dalam melihat bisnis dari sisi strategi dan pengelolaan. Setahun kemudian, ia membuka bar pertamanya. Usaha ini menjadi pencapaian penting, namun situasi global berubah drastis ketika pandemi melanda. Aktivitas usaha terpaksa berhenti. Masa itu menjadi periode refleksi yang mendalam.

Selama pandemi, Bayu bersama ibunya membuka warung makan sehat di daerah Berawa. Usaha ini dijalani dengan niat sederhana untuk bertahan sekaligus berbagi kebaikan melalui makanan. Warung tersebut berjalan selama sekitar satu tahun. Di waktu yang hampir bersamaan, beberapa anak didiknya di Bargengster 86 menciptakan minuman berbasis arak. Kreasi ini memicu ide baru yang kemudian melahirkan usaha dengan nama Tipsy Baby dan Little Tipsy. Sekali lagi, Bayu menunjukkan kemampuannya membaca peluang dari pengalaman sekitar.

Namun perjalanan hidupnya tidak berhenti di dunia kuliner dan hiburan. Seiring waktu, Bayu menyadari adanya persoalan serius dalam sistem kesehatan di Indonesia. Kesadaran itu muncul dari pengalaman pribadi. Ia menyaksikan langsung dampak salah diagnosa dari sebuah institusi kesehatan. Peristiwa lain yang semakin menguatkan tekadnya adalah saat ibunya mengalami kecelakaan di kamar mandi rumahnya dan kesulitan mengakses fasilitas rumah sakit, termasuk layanan ambulans. Situasi tersebut menggugah pertanyaan besar dalam dirinya tentang akses, kecepatan, dan kepedulian dalam layanan kesehatan.

Dari kegelisahan itu lahirlah Pro Medical. Usaha ini bermula sebagai pusat layanan kesehatan swasta yang dibangun atas dasar kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan orang orang terdekat. Tujuannya sederhana namun bermakna, menjaga kesehatan dan memberikan pertolongan yang layak. Seiring berjalannya waktu, Pro Medical berkembang melampaui niat awal. Layanannya menjangkau lebih banyak orang dan membantu semakin banyak individu untuk sembuh dan bertahan dalam situasi sulit.

Hidup Pande Gede Bayu Antariksa memang dipenuhi kejutan. Ia bergerak dari musik ke bar, dari hiburan ke kuliner, lalu melangkah ke dunia kesehatan. Setiap fase tampak berbeda, namun semuanya terhubung oleh satu benang merah, keberanian mengambil keputusan dan kesediaan menjalani pilihan secara konsisten. Bagi Bayu, hasil tidak pernah terpisah dari usaha. Setiap langkah harus dijalani dengan maksimal agar maknanya sepadan dengan tenaga yang dikeluarkan.

Perjalanan ini bukan tentang berpindah pindah tanpa arah, melainkan tentang keberanian untuk mencoba setiap kemungkinan dan kesetiaan pada nilai kemanusiaan. Dari Negara hingga Denpasar, dari bar hingga pusat layanan kesehatan, Bayu Antariksa terus melangkah dengan keyakinan bahwa hidup yang dijalani sepenuh hati akan selalu menemukan jalannya sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!