Keberanian Menghidupkan Kembali Mimpi Masa Kecil
Mimpi itu kadang bersembunyi di balik kegemaran sederhana, tumbuh perlahan bersama pengalaman, lalu menemukan waktunya untuk berkembang. Perjalanan seperti itulah yang menggambarkan kisah Pande Made Yusrini Dewi. Dari ruang kelas hingga rak penuh pakaian anak, setiap langkah yang dilalui menjadi bukti bahwa keberanian mengambil keputusan sering kali menjadi titik awal perubahan besar.
Pande Made Yusrini Dewi yang akrab disapa Yusri lahir di Mengwi pada Juli 1984. Masa kecilnya dipenuhi berbagai aktivitas yang membuat hari harinya terasa berwarna. Bermain bersama teman, belajar dengan tekun, hingga mencoba banyak hal baru menjadi bagian dari kesehariannya. Namun kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Saat memasuki usia remaja, ia kehilangan sosok ayah yang sangat berarti dalam keluarga. Sejak saat itu ia belajar menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih dewasa dibandingkan teman teman seusianya.
Di balik perjalanan tersebut, hadir sosok yang menjadi sumber semangat terbesar, yaitu ibunya. Sebagai seorang guru, sang ibu menunjukkan bagaimana keteguhan, kerja keras, dan rasa tanggung jawab mampu menjadi bekal menghadapi berbagai tantangan. Dari rumah sederhana itulah Yusri memahami bahwa pendidikan bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan untuk membentuk karakter.
Perjalanan akademiknya dimulai di SD 12 Mengwi, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Mengwi dan SMA Negeri 1 Mengwi. Setelah lulus, ia meneruskan pendidikan tinggi di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Pilihan tersebut memang tampak berbeda dengan impian masa remajanya. Ketika duduk di bangku SMP, cita-cita yang tumbuh dalam benaknya justru menjadi seorang fashion designer. Pada masa itu pilihan tersebut bukan sesuatu yang lazim bagi anak seusianya. Dunia mode telah menarik perhatiannya sejak dini, meskipun jalan hidup akhirnya mengarah ke bidang pendidikan.
Keputusan mengambil jurusan pendidikan tidak lepas dari pengaruh sosok ibunya. Profesi sebagai guru telah memberikan banyak inspirasi sehingga ia memilih mengikuti jejak tersebut. Setelah menyelesaikan kuliah, Yusri mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik. Periode 2008 hingga 2019 diisi dengan aktivitas mengajar di sekolah sekaligus menjadi guru bimbingan belajar.
Di sela kesibukan mengajar, ia mulai menjalankan usaha kecil dengan menjual pakaian anak. Pilihan itu lahir dari kebutuhan ekonomi sekaligus rasa bahagia ketika berinteraksi dengan anak anak. Baginya, dunia anak selalu menghadirkan energi positif. Senyum mereka mampu menjadi penyemangat tersendiri. Dari aktivitas sederhana tersebut, perlahan muncul keyakinan bahwa dunia fashion anak merupakan bidang yang benar-benar ingin ia tekuni.
Memulai usaha tentu bukan perkara mudah. Yusri tidak berasal dari keluarga pebisnis sehingga hampir semua proses dipelajari secara mandiri. Ia harus mencari agen pemasok yang mampu menyediakan produk berkualitas, memahami selera pasar, hingga mengikuti perubahan tren yang bergerak sangat cepat. Berbagai tantangan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membentuk mentalnya sebagai seorang wirausaha.
Setelah mempertimbangkan dengan matang, Yusri mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia memilih mengakhiri perjalanan panjang sebagai guru dan fokus membangun bisnis. Langkah tersebut tentu bukan keputusan ringan mengingat profesi pendidik telah menjadi bagian penting dalam hidupnya selama bertahun tahun. Namun ia percaya bahwa keberanian sering kali menjadi pintu menuju kesempatan yang lebih luas.
Tahun 2019 menjadi awal babak baru ketika toko pertamanya resmi dibuka di kawasan Canggu. Belum lama usaha berjalan, dunia dihadapkan pada pandemi yang mengubah hampir seluruh sektor usaha. Banyak pelaku bisnis mengalami masa sulit, termasuk usaha yang baru dirintis.
Penjualan dialihkan kembali ke platform daring sehingga pelanggan tetap dapat memperoleh produk tanpa harus datang langsung ke toko. Keputusan tersebut menjadi salah satu langkah penting yang membantu usahanya bertahan. Perlahan pelanggan semakin bertambah dan kepercayaan masyarakat terhadap produknya terus meningkat.
Nama Pulmo dipilih sebagai identitas usaha dengan makna yang cukup unik. Berasal dari istilah dalam ilmu biologi yang berarti paru-paru, nama tersebut menjadi pengingat perjalanan hidup Yusri yang pernah menempuh pendidikan di bidang biologi sebelum akhirnya menemukan jalannya di dunia bisnis. Nama itu menjadi simbol bahwa setiap perjalanan, meskipun tampak berbeda, pada akhirnya dapat saling terhubung dan melahirkan sesuatu yang bernilai.
Sejak awal, Pulmo Kids Fashion dibangun dengan komitmen menghadirkan produk berkualitas. Setiap barang yang akan dipasarkan harus melalui proses pemeriksaan agar pelanggan memperoleh produk terbaik. Prinsip tersebut terus dijaga karena kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama. Di sisi lain, harga yang ditawarkan dibuat tetap terjangkau sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Pilihan produknya pun sangat beragam, baik dengan merek tertentu maupun tanpa merek, sesuai kebutuhan pelanggan.
Pulmo Kids Fashion menyediakan berbagai perlengkapan anak mulai dari pakaian bayi baru lahir hingga usia dua belas tahun. Selain busana, tersedia pula tas dan berbagai aksesori yang melengkapi kebutuhan si kecil.
Perkembangan usaha yang konsisten membawa Pulmo Kids Fashion terus bertumbuh. Kini usahanya telah memiliki dua cabang yang berlokasi di Buduk dan Canggu. Kehadiran media sosial pun dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan koleksi terbaru sekaligus membangun kedekatan dengan pelanggan. Melalui akun Instagram @pulmo_kidsfashion_new, berbagai informasi mengenai produk terbaru dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
Di balik pencapaian tersebut, Yusri tidak pernah berhenti belajar. Baginya, bisnis bukan hanya mengejar keuntungan, melainkan proses panjang untuk terus berkembang, memahami kebutuhan pelanggan, serta memberikan pelayanan terbaik. Pengalaman sebagai guru justru menjadi bekal berharga dalam membangun hubungan yang hangat dengan setiap pelanggan yang datang.
Ke depan, Yusri berharap Pulmo Kids Fashion mampu menjangkau lebih banyak keluarga sehingga semakin banyak anak memperoleh produk berkualitas dengan harga yang ramah.
Bagi Yusri, keberhasilan bukan semata diukur dari besarnya usaha yang dimiliki, melainkan dari keberanian mengambil langkah pertama. Karena itu, pesan yang selalu ingin disampaikan kepada generasi muda adalah Jangan pernah takut memulai. Setiap impian selalu memiliki kesempatan untuk tumbuh ketika seseorang berani mengambil keputusan dan percaya pada kemampuannya sendiri.