Menemukan Nilai dalam Setiap Detail Ruang

Embun pagi menempel di kaca jendela ketika Rio Prayoga Putra merenungi garis-garis ruang dalam benaknya. Setiap lekuk cahaya yang menembus sela bangunan selalu memantik imajinasi yang membuatnya sulit diam. Sejak kecil ia tak pernah merasa asing dengan keramaian, hiruk-pikuk, maupun ritme kehidupan yang bergerak tanpa jeda. Semua itu membentuk karakter yang membuatnya kelak menciptakan karya arsitektur penuh nyawa. Ia tumbuh bukan dari lingkungan akademik yang kaku, melainkan dari lapak sate yang terus berdenyut di tengah kehidupan masyarakat. Aroma bara, suara pesanan, dan kehangatan para pelanggan menjadi latar awal perjalanan panjang menuju dunia arsitektur.

Rio lahir di Denpasar pada tahun 1996. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Orang tuanya bekerja sebagai pedagang sate yang memberikan contoh tentang ketekunan tanpa banyak nasihat. Setiap hari sepulang sekolah di SD Negeri 26 Dangin Puri, ia sering ikut menemani ibunya berjualan. Aktivitas sederhana itu mengenalkannya pada ritme keseharian kota, pada wajah-wajah yang selalu bergerak, pada detail kecil yang selalu berubah. Ia belajar bahwa ruang publik sesungguhnya lebih dekat dengan kehidupan nyata daripada yang disadari banyak orang.

Saat melanjutkan pendidikan ke SMP Dwijendra, Rio mulai menunjukkan minat pada visual. Ia suka mengamati bentuk bangunan, permainan cahaya, dan struktur lingkungan yang dilaluinya. Ketertarikan ini makin kuat ketika ia bersekolah di SMK TI Global Bali jurusan Multimedia. Pilihan itu membawanya pada dunia fotografi. Bahkan sejak kelas satu ia sudah memiliki pekerjaan sampingan sebagai fotografer prewedding. Ia sangat menyukai lanskap, terutama ketika menemukan sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang. Ketika melihat bangunan dari lensa kamera, ia merasakan sesuatu yang membuatnya ingin memahami lebih jauh bagaimana ruang diciptakan.

Dari sinilah alasannya memilih arsitektur muncul. Ia melihat teknik foto arsitektur sebagai pintu yang membuka dunia baru. Ia ingin tahu bagaimana sebuah bangunan bisa memiliki cerita, bagaimana tata ruang mampu mengubah suasana, bagaimana konsep bisa menjelma menjadi pengalaman visual sekaligus emosional. Setelah menamatkan pendidikan SMK, Rio melanjutkan studinya ke Universitas Warmadewa mengambil jurusan arsitektur dan berkuliah dari tahun 2013 sampai 2017.

Masa kuliah menjadi periode yang sangat membentuk jati dirinya. Ia aktif mengikuti kompetisi sayembara arsitektur dan sering melakukan studi banding keluar Bali. Dari setiap perjalanan ia memungut pelajaran tentang bagaimana kota disusun, bagaimana ruang publik dibentuk, bagaimana lanskap bisa menjadi elemen yang menghubungkan manusia dengan lingkungannya. Ketertarikannya pada penataan kota semakin kuat. Ia merasa bahwa lanskap kota adalah tubuh hidup yang selalu bereaksi terhadap warganya.

Keikutsertaannya dalam sayembara penataan sungai di Solo menjadi titik penting. Dalam kompetisi tersebut ia berhasil meraih Juara 2. Pengalaman itu mengasah rasa percaya diri sekaligus memperluas cara pandangnya mengenai peran arsitektur dalam kehidupan sosial. Ia menyadari bahwa karya arsitektur tidak hanya bicara tentang estetika, namun juga fungsi, budaya, dan hubungan manusia dengan ruang.

Dari situ ia belajar bahwa dunia profesional menuntut ketelitian yang bertemu dengan kreativitas. Ia belajar menyusun konsep, memecahkan masalah, dan mengolah kebutuhan klien menjadi solusi desain yang dapat diwujudkan. Semua pengalaman itu menjadi modal ketika ia lulus dan mulai bekerja di sebuah kantor arsitektur di daerah Ubud.

Karier profesional pertamanya menghadirkan tantangan nyata. Ia terlibat dalam berbagai proyek termasuk pembangunan pusat oleh-oleh Krisna yang terletak di Jl. Bypass Ngurah Rai Kuta. Proyek ini memberi kesempatan baginya untuk melihat bagaimana skala besar membutuhkan koordinasi matang dan disiplin tinggi. Ia belajar mengenali dinamika lapangan sekaligus memahami bagaimana ide harus diterjemahkan menjadi bangunan nyata.

Saat pandemi melanda, Rio tetap aktif bekerja bersama seorang arsitek senior yang cukup dikenal di Bali. Proses ini memperkaya pengalaman sekaligus memperluas relasi profesionalnya. Tantangan pandemi membuatnya semakin memahami bahwa dunia arsitektur tidak hanya soal estetika, namun juga ketahanan, adaptasi, dan fleksibilitas. Pada masa inilah ia semakin mantap untuk melangkah menuju mimpi yang sejak lama ia simpan.

Pada tahun 2020, Rio menikah dengan seorang arsitek yang kemudian menjadi partner dalam perjalanan profesionalnya. Kehadiran pasangan yang memiliki dunia serupa membuat kreativitasnya mendapatkan ruang bertumbuh. Mereka saling bertukar gagasan, saling mengoreksi, dan saling menginspirasi hingga akhirnya pada tahun 2024 berdirilah TNA Architect.

TNA Architect menjadi wadah bagi Rio untuk menggabungkan pengalaman visual masa kecil, kedisiplinan dari dunia fotografi, pemahaman ruang dari dunia akademik, dan karakter lokal Bali yang sudah menyatu dengan dirinya. Ia tidak hanya ingin merancang bangunan, namun ingin merancang pengalaman. Setiap desain diciptakan dengan kesadaran bahwa ruang harus bisa menyentuh kehidupan manusia.

Saat ini, Rio telah memiliki dua klien luar negeri dengan proyek private villa dan restoran di Jembrana. Baginya desain bukan sekadar tampilan, melainkan filosofi hidup yang menuntut keseimbangan antara estetika dan fungsi.

Perjalanan panjang menjadi pemilik studio arsitektur menunjukkan bahwa kreativitas tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari keberanian untuk bermimpi. Rio membawa semangat akar budaya, pengalaman hidup, dan pendidikan yang ia tempuh ke dalam setiap ruang yang ia ciptakan. Ia tidak hanya membangun bangunan, tapi juga menanamkan ruh yang membuat sebuah ruang memiliki makna.

Dengan TNA Architect ia berharap mampu menghadirkan karya yang tidak hanya memanjakan mata, juga memberikan rasa nyaman, rasa terhubung, dan rasa dimiliki oleh setiap orang yang menghuninya. Rio percaya arsitektur adalah bahasa yang bisa menyatukan keindahan, fungsi, serta nilai kemanusiaan. Dan melalui perjalanannya ia membuktikan bahwa siapa pun dapat menciptakan karya besar selama terus menjaga mimpi dan keteguhan hati.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!