Menata Peluang dan Menguasai Wisata Petualangan

Di sebuah wilayah yang dikelilingi hamparan sawah dan udara pagi yang jernih, seorang anak kecil pernah berdiri menatap cakrawala dengan rasa ingin tahu yang tidak pernah padam. Anak itu bernama I Putu Adi Adnyana Putra yang kemudian akrab disapa Adi. Pada masa kecilnya, ia mungkin tidak tahu seperti apa masa depan akan membawanya melangkah. Namun sejak kecil ia sudah memiliki satu hal yang kelak menjadi fondasi perjalanan hidupnya yaitu kemauan untuk maju dan keberanian memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Dari langkah kecil di Desa Bongkasa, ia tumbuh menjadi sosok yang kini dikenal sebagai pemilik My Swing Bali dan My Rafting Bali serta pengusaha muda yang terus berkembang.

Adi lahir di Denpasar pada tahun 1998 dari pasangan orang tua yang sederhana. Ayahnya pernah bekerja sebagai pegawai kontrak di daerah Denpasar sebelum kemudian beralih menjadi guide rafting. Sementara itu ibunya bekerja sebagai pedagang untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara sehingga sejak kecil sudah terbiasa memahami tanggung jawab sebagai kakak yang harus menjadi contoh bagi adik adiknya. Lingkungan keluarga sederhana inilah yang membuatnya tumbuh dengan sikap disiplin dan kerja keras yang melekat kuat hingga dewasa.

Perjalanan pendidikannya dimulai di SD Negeri 4 Bongkasa. Pada masa itu ia bukan hanya belajar di sekolah tetapi juga mengikuti les tambahan agar dapat memperdalam pelajaran. Ia dikenal sebagai siswa yang berprestasi dan tekun. Dari bangku sekolah dasar itulah ia mulai memahami bahwa pendidikan adalah jembatan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Setelah lulus ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 4 Abiansemal dan kemudian ke SMA Negeri 1 Abiansemal. Tiga tahun di SMA menjadi masa penting bagi Adi karena pada periode itu ia mulai membentuk pandangan hidup sekaligus mempersiapkan langkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Tahun 2016 menjadi titik baru dalam perjalanan akademiknya. Ia memilih menempuh pendidikan di Universitas Udayana dengan jurusan hukum. Ia mengambil kelas ekstensi sehingga ia harus mampu membagi waktu antara kuliah dan kegiatan lainnya. Ketekunannya dalam menjalani pendidikan hukum membentuk cara berpikir yang sistematis serta kemampuan melihat peluang dari sudut pandang yang lebih luas.

Pada tahun 2018, ayahnya membangun My Swing Bali. Sejak proses awal pembangunan hingga operasional wahana itu Adi selalu dilibatkan. Ia mengamati setiap detail perkembangan usaha tersebut dan mulai memahami potensi yang ia lihat secara langsung di lapangan. Di daerah tempat My Swing Bali berdiri saat itu hanya ada satu wahana swing dan itupun merupakan fasilitas vila yang tidak dibuka untuk umum. Melihat kenyataan itu ia menangkap peluang besar. Pariwisata Bali selalu bergerak dan wisatawan selalu membutuhkan pengalaman baru. Dari pemikiran inilah ia kemudian bertekad mengembangkan My Swing Bali agar menjadi pilihan wisata yang menarik dan mudah dijangkau pengunjung.

Namun perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus. Tahun 2020 menjadi masa paling berat ketika pandemi membuat arus wisatawan benar-benar berhenti. My Swing Bali terpaksa ditutup sementara. Situasi ini tidak hanya memukul usaha, tetapi juga mental banyak pemilik bisnis wisata termasuk ia dan keluarganya. Meski begitu Adi tidak menyerah. Ia memahami bahwa badai pasti berlalu dan masa sulit bisa menjadi waktu untuk merencanakan langkah berikutnya.

Beruntung ketekunannya dalam pendidikan tetap memberikan hasil positif. Pada tahun 2021, ia berhasil menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar sarjana hukum. Setahun kemudian kondisi mulai membaik. Pemerintah membuka kembali akses bagi wisatawan sehingga My Swing Bali bisa beroperasi lagi. Tahun 2022 menjadi momen kebangkitan usahanya. Tidak berhenti di sana ia justru melihat peluang yang semakin besar. Pada tahun yang sama ia memutuskan berekspansi dengan membangun wahana arung jeram bernama My Rafting Bali yang masih berada dalam satu lokasi dengan My Swing Bali. Ini menjadi langkah berani yang menunjukkan kecerdasannya dalam membaca potensi pasar.

Pada tahun 2023, ia kembali mencapai salah satu pencapaian penting yaitu menyelesaikan pendidikan S2. Dengan latar belakang hukum yang semakin kuat ia mengelola usaha dengan manajemen yang lebih rapi dan perencanaan masa depan yang matang. Pengembangan usaha tidak berhenti di dunia wisata saja. Pada tahun 2024 ia membuka Pinky Vape Store di daerah Sibang Kaja. Selain itu ia juga merintis sebuah kedai kopi bernama Tegal Kopi yang berlokasi tepat di depan rumahnya. Dua usaha baru ini menegaskan bahwa ia adalah sosok yang tidak pernah berhenti bergerak dan selalu ingin membuka peluang baru.

Saat ini My Swing Bali telah berkembang menjadi wahana yang diminati oleh banyak wisatawan. Ada enam buah ayunan yang menjadi daya tarik utama serta fasilitas tempat makan yang memudahkan pengunjung menikmati suasana. Ia juga bekerja sama dengan beberapa guide dan driver agar mereka dapat membawa wisatawan ke lokasi usahanya. Sebagai bentuk apresiasi ia menyediakan makan untuk para guide maupun driver yang datang bersama wisatawan. Cara ini bukan hanya strategi bisnis tetapi juga bentuk hubungan baik yang ia jaga dengan para mitra yang turut mendukung keberlangsungan usahanya.

Dalam menjalankan bisnis ia membagi peran dengan ayahnya. Ayahnya fokus mengelola My Swing Bali sementara ia mengelola My Rafting Bali. Kerja sama ini membuat aktivitas operasional menjadi lebih terstruktur dan efisien. Keharmonisan kerja antara ayah dan anak ini memperlihatkan bahwa keluarga memegang peran penting dalam perjalanan kariernya sejak awal hingga sekarang.

Perjalanan hidup Adi bukan sekadar kisah tentang usaha wisata yang berkembang. Ini adalah kisah tentang seorang anak desa yang tumbuh dengan visi dan keberanian untuk memanfaatkan kesempatan yang hadir. Dari latar belakang keluarga sederhana ia membuktikan bahwa kerja keras dan komitmen mampu membuka jalan bagi siapa pun yang ingin maju. Ia bukan hanya membangun usaha, tetapi juga membangun masa depan yang ia impikan sejak kecil ketika berdiri menatap cakrawala Bali yang luas.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!