Menembus Batas dari Pejeng Menuju Panggung Digital
Langkah kecil dari sudut Desa Pejeng pernah tumbuh bersama debu proyek dan suara palu yang beradu dengan batu bata. Kehidupan sederhana membentuk keteguhan hati seorang anak tukang bangunan yang kelak menapaki jalur berbeda, bukan dengan semen dan pasir, melainkan dengan kabel dan jaringan. Sosok itu adalah I Komang Mardiana, pemilik PT Trika Global Media, figur yang membangun masa depan melalui konektivitas digital.
I Komang Mardiana lahir pada tahun 1989 di Desa Pejeng. Ia merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan dan ibunya mengurus rumah tangga. Lingkungan keluarga sederhana tidak membatasi cara pandangnya terhadap masa depan. Sejak kecil ia terbiasa melihat kerja keras sebagai bagian dari kehidupan sehari hari. Ketika libur sekolah tiba, ia sering ikut ayahnya ke proyek. Pengalaman tersebut menanamkan nilai ketekunan dan tanggung jawab sejak dini.
Pendidikan dasar ia tempuh di SD Negeri Pejeng dan dikenal sebagai siswa berprestasi. Semangat belajar terus berlanjut saat ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Blahbatuh. Minatnya pada dunia teknis semakin terlihat ketika memilih SMK Saraswati Gianyar jurusan teknik mesin. Ia menikmati proses memahami sistem kerja mesin, membongkar dan merakit kembali dengan rasa ingin tahu yang besar.
Keinginan untuk memperdalam kemampuan membawanya melanjutkan pendidikan D3 di Politeknik Negeri Bali jurusan IT. Dunia teknologi informasi membuka cakrawala baru dalam hidupnya. Masa kuliah bukan perjalanan ringan. Ia bekerja sebagai penjaga gudang di toko bangunan milik suami kakaknya dari Senin hingga Jumat. Pagi hingga siang mengikuti perkuliahan, lalu melanjutkan tanggung jawab di gudang. Ritme itu membentuk disiplin dan daya tahan mental yang kuat.
Setelah lulus, ia sempat menghadapi masa tanpa pekerjaan tetap. Waktu tersebut tidak ia biarkan berlalu sia sia. Ia mengikuti kursus servis handphone untuk menambah keterampilan. Langkah kecil itu menjadi awal dari perjalanan wirausaha. Sebuah counter pulsa sekaligus tempat servis HP didirikan. Dari sana ia mulai memahami dinamika usaha mandiri, melayani pelanggan, serta menjaga kepercayaan.
Usahanya berkembang perlahan. Ia tidak hanya menangani servis handphone, namun juga merambah perbaikan perangkat elektronik lain seperti AC. Pada saat yang sama ia bekerja di bidang IT selama satu tahun. Pagi ia bekerja sebagai staf IT, sore hingga malam membuka konter miliknya. Konsistensi menjadi kunci yang ia pegang.
Pengalaman profesionalnya bertambah ketika ia bekerja sebagai staf Tata Usaha Sekolah selama tiga tahun. Tanggung jawab administratif membentuk kemampuannya dalam pengelolaan sistem dan manajemen dokumen. Setiap fase hidup memberi pelajaran berbeda yang saling melengkapi.
Sekitar tahun 2013, ketika internet mulai berkembang di wilayahnya, ia melihat peluang besar. Rasa penasaran mendorongnya bertanya kepada teman yang berkecimpung di dunia IT mengenai kemungkinan membeli layanan internet lalu menjualnya kembali. Penjelasan yang ia terima membuka pandangan baru tentang potensi bisnis internet. Ia menyadari bahwa kebutuhan akan konektivitas akan terus meningkat.
Keputusan untuk membangun usaha internet tidak terjadi dalam semalam. Ia membutuhkan modal dan memerlukan waktu sekitar satu tahun untuk mengumpulkannya. Proses tersebut menuntut kesabaran serta keyakinan kuat terhadap visi yang ia bangun.
Tahun 2014 menjadi momen penting dalam kehidupan pribadinya karena ia menikah. Kehidupan rumah tangga menghadirkan tanggung jawab baru sekaligus dorongan untuk melangkah lebih serius dalam dunia usaha. Pada tahun 2015 ia memulai bisnis internet provider servis dengan nama Pejeng Net. Fokus awalnya melayani area sekitar Pejeng.
Saat itu banyak villa bermunculan sementara akses internet masih terbatas. Ia melihat celah yang belum tergarap maksimal. Dengan semangat dan komitmen menjaga kualitas layanan, pelanggan mulai bertambah. Dalam dua tahun, usahanya berkembang hingga memiliki enam karyawan. Dari usaha kecil berbasis desa, jaringan yang ia bangun mulai dipercaya masyarakat.
Tahun 2018 menjadi tonggak penting ketika ia bersama dua rekannya mendirikan PT Trika Global Media. Kolaborasi tersebut memperkuat fondasi bisnis yang ia rintis. Selama periode awal, perusahaan berperan sebagai reseller ISP lain sembari mempersiapkan infrastruktur dan perizinan. Pada tahun 2020 izin resmi mulai keluar, menandai babak baru yang lebih solid.
Perjalanan I Komang Mardiana mencerminkan keberanian membaca peluang dan kesediaan belajar dari berbagai pengalaman. Dari proyek bangunan hingga jaringan internet, ia memahami bahwa setiap fondasi kuat dibangun melalui proses panjang. Nilai kerja keras yang ia serap sejak kecil berpadu dengan wawasan teknologi yang ia pelajari di bangku pendidikan.
Kini melalui PT Trika Global Media, ia menghadirkan akses internet yang lebih luas dan andal bagi masyarakat. Baginya, konektivitas bukan sekadar layanan, melainkan jembatan menuju peluang baru. Langkah yang bermula dari desa kecil telah berkembang menjadi gerakan membangun masa depan digital. Ia membuktikan bahwa tekad dan konsistensi mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan yang berdampak luas.