Langkah Pertama yang Mengubah Hidup

Terpancar sebuah kisah yang mengalir tenang namun menyimpan arus kekuatan besar. Kisah tentang I Wayan Agus Pebri Paradiska yang tumbuh dari lingkungan sederhana di Nusa Penida dan perlahan menapaki perjalanan yang membawanya menjadi pemilik VM Trans sebuah bisnis akomodasi transportasi yang berkembang pesat. Latar hidupnya bukan sekadar tentang perjuangan, melainkan tentang keberanian memahami peluang sejak usia belia dan kegigihan menata langkah hingga akhirnya berdiri sebagai sosok yang mampu mengubah tantangan menjadi pijakan masa depan.

I Wayan Agus Pebri Paradiska lahir pada tahun 1993 di Nusa Penida sebagai anak pertama dalam keluarga yang bekerja keras untuk mengubah keadaan. Ayahnya memulai hidup sebagai petani kemudian mendapat kesempatan bekerja di industri garment hingga akhirnya mampu membuka usaha garmen sendiri ketika Pebri berusia 3 tahun. Ibunya berfokus mengurus keluarga, namun tetap menjadi energi paling besar yang menjaga keseimbangan rumah tangga. Lingkungan penuh kerja keras ini menjadi fondasi yang mengisi masa kecil Pebri dengan banyak pelajaran berharga meski tanpa ia sadari.

Ketika ia menginjak usia tujuh tahun keluarganya memutuskan pindah ke Denpasar. Langkah besar ini membuka jalan baru bagi Pebri. Ia mulai menempuh pendidikan dasar di SD Saraswati. Sejak masa ini ia hampir selalu diajak ayahnya membeli bahan kain, memilih kualitas material, hingga bertemu berbagai pelanggan. Aktivitas yang awalnya sekadar menemani perlahan tumbuh menjadi pengalaman yang menanamkan pemahaman mengenai ritme dan karakter dunia usaha.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SD Saraswati, Pebri melanjutkan ke SMP PGRI 2 Denpasar. Masa sekolahnya berjalan selaras dengan pengalaman belajar bisnis di usaha keluarga. Ia melihat langsung bagaimana ayahnya menjaga kualitas, menghitung margin, dan menjalin kepercayaan dengan para klien. Pelajaran ini membentuk pola pikir Pebri bahwa kerja keras dan ketekunan selalu memiliki hasil.

Tahun 2010, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 7 Denpasar. Pada tahap ini wawasannya mengenai dunia usaha semakin matang. Ia tidak lagi sekadar memahami proses bisnis, tetapi sudah mulai mampu menghasilkan uang sendiri melalui pekerjaan sampingan dan membantu usaha garment ayahnya. Kemandirian finansial yang tumbuh sejak remaja membuatnya belajar menilai peluang sekaligus memahami tanggung jawab.

Setelah lulus SMA, ia memilih menimba ilmu di Universitas Udayana jurusan Hukum. Pada semester ketiga ia bekerja di sebuah kantor notaris selama dua tahun. Pengalaman ini mengasah ketelitiannya serta kemampuan membaca dokumen legal yang kelak sangat berguna ketika ia memasuki berbagai bidang pekerjaan lainnya. Tahun 2013, ia menikah dengan teman sekelasnya semasa SMA, seseorang yang terus menjadi pendamping dan pendorong langkah dalam setiap bab perjalanan hidupnya.

Pada tahun 2015, ia resmi menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana. Ia kemudian kembali bekerja di kantor notaris selama tiga tahun sebelum memutuskan bergabung dengan perusahaan air mineral sebagai kepala gudang. Masa ini memberinya sudut pandang baru mengenai sistem kerja perusahaan, manajemen barang, dan struktur organisasi.

Ketika pandemi melanda pada tahun 2020, ia tidak tinggal diam. Ia membuka usaha roti bakar dengan berbagai inovasi rasa seperti abon dan varian lainnya. Usaha ini ia jalani selama satu tahun sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan bekerja di bidang properti sebagai legal consultant. Selama dua tahun di industri ini ia juga menjalankan bisnis sampingan berupa jual beli kendaraan yang memberinya pemahaman tambahan mengenai pasar otomotif.

Benih berdirinya VM Trans bermula dari pertemuannya dengan seorang teman yang bekerja di sebuah agen. Ia diperkenalkan pada dunia akomodasi dan mulai mempelajari cara kerja bisnis transportasi. Ia berencana membangun usaha bersama temannya tersebut, namun ketika semua persiapan sudah matang temannya justru mendirikan bisnis sendiri. Peristiwa itu membuatnya sadar bahwa ia juga mampu berdiri sendiri. Dari pemikiran itu VM Trans lahir dibangun bersama dengan sang adik sepupu, Satria Wibawa.

Pada awal berdirinya VM Trans, Pebri hanya memiliki tiga unit Suzuki XL7. Keyakinan dan kerja keras membuat bisnis ini bertumbuh hingga kini ia memiliki 1 unit Toyota Alphard, 2 unit Toyota Hiace, 3 unit Innova Zenix, Toyota Rush, Suzuki XL7, Toyota Avanza, dan mobil citycar lainnya. Ia juga bekerja sama dengan beberapa hotel dalam penyediaan layanan akomodasi. Nama VM Trans sendiri singkatan dari Vijay Management Transportation yang terinspirasi dari nama sang anak, Vijay, sebuah tanda bahwa bisnis ini bukan hanya usaha tetapi juga warisan masa depan keluarga.

Selain fokus pada VM Trans, Pebri turut mengelola usaha orang tuanya yaitu Virgin Beach Club. Peran ini membuatnya semakin matang sebagai seorang pengusaha yang mampu memadukan pengalaman masa kecil dengan strategi bisnis modern. Perjalanan hidup Pebri Paradiska menunjukkan bahwa setiap tantangan selalu membawa kesempatan bagi mereka yang berani mengambil langkah. Dari Nusa Penida menuju dunia akomodasi yang kini berkembang pesat, ia membuktikan bahwa ketekunan akan selalu menemukan jalannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!