Membangun Reputasi sebagai Ahli Batu Hitam di Bali

Di era saat ini, profesi konsultan sudah merambah ke berbagai bidang, mulai dari konsultan bangunan hingga kecantikan. Namun, konsultan kebersihan masih menjadi bidang yang jarang ditemui. Hal ini menjadi peluang bagi Gustriani S.E, MBA, wanita asal Bandung yang hadir dengan bisnisnya, “Bali Smart Cleaning”. Sebagai konsultan kebersihan, Gustriani menawarkan solusi yang berbeda dari layanan kebersihan tradisional. Bisnisnya tidak hanya menyediakan jasa kebersihan, tetapi juga memberikan edukasi dan konsultasi kepada perusahaan, hotel, maupun perorangan tentang pentingnya menjaga kebersihan yang benar dan efektif. Dengan proses yang lebih modern dan berbasis teknologi maupun dengan cara tradisional dengan bahan alami, Gustriani membantu kliennya memahami standar kebersihan, pengelolaan kebersihan hingga penggunaan produk ramah lingkungan.

Gustriani, yang memiliki latar belakang pendidikan di akademi industri pariwisata di Bandung, memutuskan untuk hijrah ke Bali melihat peluang yang lebih besar. Setibanya di Bali, ia memulai kariernya bekerja di sejumlah hotel bintang lima di Bali, Jakarta, Bandung sampai di Langkawi Malaysia, hingga mencapai posisi terakhirnya sebagai Executive Housekeeper pada tahun 2011. Meski telah mencapai posisi penting di dunia perhotelan, kehidupan Gustriani mulai menghadapi tantangan lain. Putranya yang sedang menempuh pendidikan di bidang manajemen bisnis, mulai bergelut dengan jam kerja ibunya yang harus berangkat pagi dan pulang malam hampir setiap hari. Atas saran putranya, Gustriani mulai merintis usaha yang sesuai dengan latar belakang pengalamannya di dunia perhotelan. Pada tahun 2012, ia memutuskan untuk memulai bisnis di bidang kebersihan, memanfaatkan pengetahuan yang luas sebagai seorang Executive Housekeeper.

Gustriani menyosialisasikan pentingnya kebersihan dengan metode door to door, menyasar hotel-hotel yang belum memiliki sistem kebersihan yang memadai. Dengan menjalin komunikasi dengan rekan-rekannya di industri, ia mulai menawarkan layanan kebersihan yang ia rancang sendiri. Ternyata, peluang tersebut sangat besar karena hampir 90% dari hotel-hotel yang ia dekati membutuhkan layanan konsultan kebersihan khusus. Di lapangan, belum ada konsultan yang secara khusus menangani hal tersebut. Melalui “Bali Smart Cleaning”, ia mulai diundang oleh hotel-hotel untuk memberikan konsultasi kebersihan. Tidak hanya itu, Gustriani mendidik orang-orang awam tentang prosedur kebersihan yang benar, penggunaan bahan pembersih yang tepat seperti Eco Enzyme yang berasal dari fermentasi limbah organik rumah tangga, dan memastikan bahwa mereka tetap dalam pemantauan yang baik. Selain fokus pada kebersihan, Gustriani memiliki visi mulia memberikan kesempatan kepada orang-orang yang kurang beruntung untuk memperoleh keterampilan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Tim pertama Bali Smart Cleaning terdiri atas enam orang, dan klien pertama yang ditangani adalah suatu hotel baru di Jl. Dewi Sri, Kuta. Setelah disurvei, ternyata hotel tersebut belum memiliki tim kebersihan yang mumpuni. Gustriani pun dipercaya untuk menangani seluruh sistem kebersihan di hotel tersebut. Meski menghadapi tantangan, ia berani mengambil kesempatan tersebut karena pengetahuan yang dimilikinya tentang sistem, prosedur, dan peralatan kebersihan. Untuk mengembangkan timnya, Gustriani menerapkan sistem MLM sederhana. Di antaranya setiap staf ditugaskan untuk merekrut dua orang lainnya. Setiap staf yang berhasil merekrut anggota dan mendidik mereka, akan mendapatkan bonus, sehingga sistem perekrutan berjalan lebih cepat dan efisien.

Pada salah satu momen penting dalam bisnis Bali Smart Cleaning, telah dipercaya untuk menangani forum APEC yang diadakan di Bali. Pada kesempatan tersebut, Bali Smart Cleaning bertanggung jawab atas kebersihan seluruh kamar yang digunakan oleh para presiden dunia. Dedikasinya dalam menjaga standar kebersihan yang tinggi membuatnya diakui bahkan hingga dijuluki sebagai “ahli batu hitam” karena kemampuannya menjaga area-area dengan permukaan marmer hitam tetap bersih dan berkilau. Reputasinya semakin meningkat setelah sukses menangani berbagai acara besar lainnya, seperti penanganan hotel-hotel ternama: Bvlgari, Four Season, dan turut berpartisipasi dalam acara-acara prestisius lainnya yakni G20 dan World Water Forum 2024.

Salah satu tantangan yang dihadapi Bali Smart Cleaning adalah ketika harus membersihkan kotoran menahun yang harus diselesaikan dalam waktu singkat dan permukaan atau material yang sudah mengalami kerusakan. Dan ini bisa diatasi dengan mengombinasikan pembersih kimia dengan teknik yang hanya bisa dilakukan oleh para profesional dan menggunakan cairan penetrant yang aman serta proteksi yang berbahan alami untuk digunakan sebagai perawatan setiap harinya. Situasi ini menuntut pendekatan yang bijaksana dan hati-hati. Gustriani berupaya membangun hubungan baik dengan klien agar tercipta kepercayaan. Dengan adanya kepercayaan, proses komunikasi bisa lebih terbuka sehingga hal-hal teknis bisa dicegah dengan menularkan budaya daily cleaning, membersihkan rutin daripada menunggu sehingga memerlukan general cleaning. Untuk mengoptimalkan proses pembersihan efektif dan efisien, Gustriani menerapkan standar operasional prosedur yang profesional, seperti melakukan survei awal material sebelum memulai pekerjaan, memastikan kondisi setiap permukaan, mendokumentasikan setiap kerusakan yang ada (defect), dan melaporkannya terlebih dahulu kepada klien. Pengalaman adalah guru terbaik, dari setiap tantangan, ia terus belajar untuk memperbaiki sistem kerja dan memperkuat komunikasi dengan klien. Pengalaman dalam menghadapi dilema ini justru membantunya semakin memahami pentingnya kepercayaan dan standar profesionalisme dalam menjalankan bisnis jasa kebersihan.

Saat ini bisnis Gustriani belum memiliki pesaing yang signifikan, namun alih-alih melihat hal ini sebagai keuntungan pribadi, ia justru memilih untuk memberdayakan para pekerjanya. Dengan mendukung mereka untuk mandiri dan membuka usaha mereka sendiri, Gustriani menciptakan generasi baru konsultan kebersihan yang tumbuh dari pengalamannya. Ini menunjukkan visi Gustriani yang bukan hanya fokus pada kebersihan dirinya, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan keterampilan orang-orang di sekitarnya. Dengan cara ini, ia menciptakan kompetisi yang sehat sekaligus memberikan dampak positif yang lebih luas dalam industri kebersihan. Langkah ini menjadi kisah indah dalam perjalanan kariernya. Gustriani tak hanya sukses sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai mentor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan individu-individu di lingkungannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!