Pensiun Setelah 34 Tahun di Perbankan, Kemudian Memimpin Koperasi dengan Pondasi Kepercayaan

Sosok satu ini yakni Ketua dari Koperasi Konsumen Panthi Sari Sedana yang lahir pada tahun 1953, membawa kita dalam sebuah perjalanan melintasi waktu, menghadirkan kehidupan di era yang mungkin terasa asing terutama bagi generasi 1990-an dan setelahnya. Dalam rentang tahuntahun tersebut, ketekunan I Wayan Mindra telah terlihat sejak dini dalam lingkungan keluarga maupun pendidikan, di era dimana teknologi belum merajalela dan diwarnai dengan tantangan dan keterbatasan akses. Tekadnya untuk terus bertumbuh menunjukkan semangat dan ketekunan yang luar biasa, hingga membawanya pada karier selama 34 tahun di sektor perbankan hingga menduduki posisi Ketua Koperasi Konsumen Panthi Sari Sedana.

Asli dari Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, tumbuh besar di tengah keluarga petani. Sebagai anak petani dalam kondisi ekonomi yang terbatas, Mindra terpanggil untuk turut serta dalam memenuhi kebutuhan keluarganya dengan memelihara dua ekor sapi. Dalam kondisi ekonomi yang terbatas, cita-cita Mindra sangat sederhana, ia siap bekerja keras dan belajar, tanpa mengenal batasan pekerjaan, asalkan itu halal dan mampu membantu menghidupi keluarga.

Mindra kemudian melanjutkan pendidikan di SMEA di Wangaya, sebuah tipe sekolah yang kini sudah tidak ada. Setelah tamat ia mengejar ijazah kursus Bon A dan B, yaitu kursus semacam penguasaan hitung dagang atau sekarang disebut Akuntansi. Setelah memperoleh ijazah, ia kemudian melamar di BRI cabang Gajah Mada Denpasar pada tahun 1975 dan ia diterima sebagai juru buku atau sekarang disebut deskman. Dari juru buku, ia beralih ke posisi teller yang dijalani selama 4 tahun. Setelah itu, beralih lagi pada posisi bidang akunting yang mengemban tanggung jawab selama 3 tahun.

Dengan cara nge-kos di Denpasar, Mindra berangkat bekerja dengan sepeda sebagai sarana transportasi. Ia menjalani kariernya dengan penuh dedikasi dan integritas. Keuletannya terbukti saat ia berhasil naik ke posisi Kepala Unit di BRI cabang Peguyangan. Tanggung jawabnya semakin meluas yakni melakukan pengecekan di seluruh BRI Kabupaten Badung secara langsung. Perjalanan karier yang menanjak hingga mencapai Kepala Unit tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Mindra sendiri, juga dipandang istimewa oleh masyarakat pada masa itu, karena bisa bekerja di bank pemerintahan. Mindra bersyukur atas kepercayaan yang terus diberikan kepadanya, memungkinkannya untuk terus berkembang dan mendapatkan berbagai ilmu serta pengalaman berharga selama 34 tahun karirnya di BRI.

Pengalaman Mendebarkan Krisis Moneter 1998

Pada krisis moneter tahun 1998 yang telah menjadi bagian dari sejarah Indonesia, Mindra menceritakan pengalaman yang tak terlupakan. Saat itu kondisi di Denpasar, terutama di sektor perbankan sangat mendebarkan. Bank lokal hingga pemerintahan menghadapi antrean panjang nasabah yang panik dan berbondong-bondong menarik uang simpanan mereka. Bahkan, ada nasabah yang sampai naik ke atas meja sebagai tanda kekhawatiran yang luar biasa. Mindra yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Unit, berupaya sebaik mungkin menenangkan situasi meskipun sulit. Ia meyakinkan para nasabah bahwa uang mereka, khususnya di bank pemerintahan, akan tetap aman dan akan dikembalikan. Namun, sayangnya bank-bank lokal swasta tidak mampu bertahan dalam guncangan krisis tersebut. Pada masa sulit ini, Mindra mencerminkan kebijaksanaan dan kepemimpinan yang tangguh. Meskipun dihadapkan dengan tekanan dan ketidakpastian ekonomi yang besar, upayanya untuk menenangkan nasabah dan memberikan keyakinan pada stabilitas sistem perbankan adalah bentuk dedikasi dan integritasnya terhadap tugasnya sebagai pemimpin. Pengalaman di masa krisis tersebut juga memberikan pengalaman berharga tentang ketahanan dan adaptabilitas dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ekstrem.

Setelah memasuki masa pensiun dari perbankan pada tahun 2009, ayah dari tiga orang anak ini memutuskan untuk bergabung dengan Koperasi Konsumen Panthi Sari Sedana. Pada awalnya, koperasi tersebut hanya berfokus di Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan yang didirikan pada 2 Juni 2008. Ketika itu, Mindra masih aktif bekerja di BRI, sambil juga menjadi bagian dari tim pemeriksa di Koperasi Konsumen Panthi Sari Sedana. Pada tahun 2009, Mindra kemudian ditunjuk sebagai Ketua Koperasi, dan sistem pemasarannya semakin berkembang luas, tidak hanya di tingkat banjar, tetapi juga merambah ke tingkat provinsi. Di tengah perubahan arus dan dinamika yang terus berubah,Koperasi Konsumen Panthi Sari Sedana tidak pernah lelah untuk terus berbenah, seperti mulai berkolaborasi dengan generasi muda yang lebih paham tentang teknologi dan menerapkannya di koperasi secara bertahap.

Selain inovasi tersebut, di bawah kepemimpinannya, Mindra menjalankan berbagai inisiatif positif seperti memberikan bingkisan kepada anggota sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan menggunakan layanan Koperasi Konsumen Panthi Sari Sedana, memberikan santunan bagi keluarga nasabah yang mengalami kedukaan. Saat ini, di usia 15 tahun Koperasi Konsumen Panthi Sari Sedana telah bertumbuh dengan memiliki 293 anggota dari yang awalnya 41 anggota. Dengan aset mencapai Rp24 miliar. Pada 12 Januari 2024, Koperasi Konsumen Panthi Sari Sedana pun telah mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Hal ini menunjukkan keberhasilan dan kepercayaan anggota terhadap kinerja Koperasi Konsumen Panthi Sari Sedana. Mindra dan tim koperasi berharap agar komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh anggota terus dipegang teguh, bahkan jika suatu saat nanti Mindra tidak lagi menjabat di dalam koperasi. Mungkin saat ini belum menemukan sosok yang siap menggantinya, namun ia meyakini suatu saat nanti akan ada seseorang yang siap mengambil alih posisinya dan berintegritas dalam pelayanan koperasi secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!