Mendekorasi Ulang Usaha tanpa Melupakan Pakem Bali

Majalah Bali | Keluarga menjadi awal kisah yang menginspirasi I Gusti Agung Ngurah Alit Dwi Suta dalam menemukan jalan usahanya. Pemilik dari Bali Taksu Sarana ini, terinspirasi dari kisah sang kakek yang pekerja keras dalam membangun usaha, bahkan mengemban kepercayaan sebagai tokoh penting masyarakat. Meski ada beberapa kisah kakeknya yang tidak disaksikan secara langsung oleh Agung Alit, namun ayahnya secara konsisten melanjutkan pelajaran kemandirian tersebut kepadanya sejak kecil.

Beruntunglah mereka yang lahir di tengah keluarga yang mampu memberikan inspirasi, baik berpengaruh dalam pembentukan karakter hingga menentukan perjalanan karier. Begitulah kisah I Gusti Agung Ngurah Alit Dwi Suta yang berawal mendengar kisah kerja keras sang kakek yang sukses dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga, hingga menjadi tokoh yang memiliki peran penting dalam masyarakat.

Dalam kesederhanaan keluarga, kakek dari Agung Alit bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan keluarga sebagai peternak ayam dan berjualan es. Seiring berjalannya waktu, usaha yang berjalan dengan lancar, kakeknya semakin mengembangkan usahanya dengan beternak babi, tak hanya itu sang kakek pun merintis usaha baru yakni menyewakan kebutuhan dekorasi, khususnya untuk upacara Hindu di Bali.

Selain sukses merintis usaha, singkat cerita pada tahun 1984 kakek Agung Alit mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk menjabat sebagai anggota DPR. Otomatis beliau melepaskan usahanya dan fokus pada kewajibannya, kemudian usaha diteruskan oleh ayah dari Agung Alit.

Agung Alit yang sejak kecil telah diberikan pelajaran kemandirian oleh orangtua, di mana ia diwajibkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan rasa tanggung jawab. Pekerjaan-pekerjaan Agung Alit pun tak luput dari membantu usaha beternak dan dekorasi yang secara tidak langsung melahirkan impiannya untuk suatu saat nanti memiliki sebuah usaha yang sama suksesnya seperti usaha tersebut.

Pengalaman membantu keluarga dalam mengembangkan usaha juga ia peroleh saat tinggal bersama pamannya di Kerobokan, yang memiliki usaha artshop. Seiring bertambahnya usia, anak kedua dari dua bersaudara ini pun semakin dipercaya memegang usaha dekorasi setelah sepeninggal kakeknya.

Diawali dari usaha menyewakan alat kebutuhan upacara tersebutlah yang awalnya diperbantukan paman, Agung Alit kemudian memutuskan untuk mengambil alih dan memulai usaha tersebut kembali dari nol. “Bali Taksu Sarana” nama usaha dekorasi yang dipegang olehnya sejak tahun 2005 yang beralamat di Jl. Gusti Ngurah Gentuh no.2 Br. Kaja Dalung tersebut pun sukses didirikan.

Dari tenda, kursi, bale pewedan, alat-alat catering, sound system dan kompor ngaben, Bali Taksu Sarana berupaya menjawab tantangan kebutuhan masyarakat demi terus mempertahankan keeksisan usaha serta diiringi dengan perkembangan terus menerus. Dengan tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali (APDB), asosiasi yang menaungi pengusaha dekorasi seluruh Bali, Agung Alit berharap dapat semakin memberikannya impact kreativitas dan panutan dalam berbisnis. Selain itu yang tidak kalah penting di antara pengusaha dekorasi lainnya, tujuan dari asosiasi ini agar terjadi obrolan yang terbuka terutama menghindari adanya kesenjangan masalah harga, yang mungkin mengakibatkan persaingan yang tidak sehat.

Prospek jasa dekorasi Bali, kini telah berkembang sebagai usaha ekonomi kreatif yang menjanjikan di Bali. Mengingat Bali yang juga sebagai destinasi dunia, khususnya dalam penyelenggaraan event, sama halnya bagi masyarakat lokal yang mulai berpikir modern, memilih untuk mempermudah dalam menyelenggarakan rangkaian upacara keagamaan mereka melalui jasa dekorasi. Di balik fenomena tersebut, Agung Alit merespons positif dengan tetap melakukan inovasi-inovasi baru berdasarkan pembinaan-pembinaan dari APDB. Dengan pembinaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, diharapkan agar ke depan pengusaha dekorasi tidak lepas dan tidak menyimpang dari pakem budaya Bali itu sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!