Mencoba Berbagai Usaha Akhirnya Berjodoh dengan Bisnis Properti

Majalah Bali | Kegigihan Michael Hikma Gunawan dalam menemukan “jati diri” usaha telah terlihat dari usaha yang ia geluti prosesnya sejak di usia 21 tahun. Mulai dari ekspedisi, mendirikan pabrik, bisnis handphone hingga impor suplai kebutuhan pabrik yang harus ia ikhlaskan setelah mengalami krisis moneter tahun 1997-1998. Namun dibalik kegagalan-kegagalan tersebut, ia meyakini Sang Pencipta akan menyisakan kesuksesan terbaik untuknya, pada saat moment yang tepat.

Keluarga Michael Hikma berasal dari Jakarta, sebelumnya tinggal di Majalaya, Bandung, di mana sang ayah memiliki sebuah usaha pabrik kain tenun yang cukup sukses pada masa itu. Namun saat usia tujuh tahun, ayahnya meninggal dan Ibunya pun mengajak ia dan tiga saudaranya untuk pulang kembali ke Jakarta.

Sepeninggal ayahnya, kehidupan perekonomian keluarga mengalami kemerosotan, kondisi ini memancing kemandiriannya untuk mulai bergerak mencari peluang usaha. Di usia 17 tahun, saat duduk di bangku SMA, anak ketiga dari empat bersaudara ini, mulai menginvestasikan tabungan yang ia miliki, sebagai modal untuk membangun sebuah usaha nantinya.

Demi memperdalam ilmunya dalam hal bisnis, Michael Hikma juga mengisi masa mudanya dengan banyak mengikuti seminar/pameran industri, mendatangi kantor dagang asing, pabrik-pabrik untuk melihat peluang usaha yang ada serta bank-bank untuk memperoleh modal kerja.

Di usia 21 tahun ia mulai memberanikan untuk mendirikan PT sendiri, dengan merampungkan kepengurusan pada akta notaris perusahaan terlebih dahulu, agar dapat mempresentasikan usahanya.

Mencoba berbagai peluang usaha sejak kepergian ayahnya, Michael memiliki prinsip untuk tidak mau merepotkan kerabat atau keluarga dalam membangun bisnis terutama dalam hal materi.

 

 

Usaha dimulai dari menyewa tempat kecil dari sebagian lorong rumah orang lain seukuran 1.5 x 8 meter dan memulai bisnis ekspedisi sendiri hingga berlanjut menyewa sebuah ruko dan memulai membangun pabrik penggergajian kayu palet di beberapa tempat di Serang Pandelang untuk menyuplai pabrik-pabrik besar di Jawa Barat hingga export keluar negri. Kemudian merambah ke import stretch plastic film dan minyak dari Australia dan Amerika.

Pada tahun 1998 terjadi krisis moneter yang mengakibatkan banyak perusahaan gulung tikar, semua bisnis yang dirintis mengalami kehancuran dan sempat terlilit hutang modal kerja usaha saat bunga bank mencapai 36%, sehingga ia harus mencoba berbagai peluang usaha yang ada di depan mata yang tidak memerlukan modal besar untuk bangkit kembali.

Beruntung saat terpuruk banyak pengusaha yang masih memberikan kepercayaan untuk memberikan keagenan termasuk berbisnis motor China yang sempat booming saat itu, bisnis sembako dan trading apa saja yang bisa menghasilkan hingga akhirnya hijrah ke Bali saat ingin mencoba bisnis ikan tuna, namun tidak jadi dilakukan karena pilihan jatuh ke bisnis agen property.

Tahun 2005, diungkapkan Michael Hikma belum banyak “pemain” dalam bisnis agen property yang professional di Bali sedangkan permintaan cukup banyak mengingat Bali adalah pasar internasional. Ia menggandeng brand asal Australia “Ray White”, yang secara konsisten memberikan training, hingga menjadi agen property profesional yang dapat diandalkan.

PT Bali Sejahtera Propertindo, perusahaan yang beralamat di Jalan Mertanadi no. 88D Kuta, Badung ini, diharapkan dapat terus mampu mempertahankan perfoma terbaik dan profesional bersama para karyawan di tengah kondisi pandemi di Bali seperti sekarang ini. Terutama menghindari dari situasi ketidakprofesionalan broker “dadakan”, yang dalam memperoleh sumber informasi tidak jelas dan tidak bertanggung jawab yang jelas memberikan kesan buruk bagi investor.

Bali Sejahtera Propertindo juga ikut ambil bagian dalam kisah yang menginspirasi bagi para karyawannya, bila suatu saat nanti mereka memilih jalan karir masing-masing dalam usaha apapun. Terutama tertuju untuk generasi muda Bali, agar mereka bisa menambah wawasan dan membuka pikiran dengan merantau ke luar Bali. Untuk orangtua pun diharapkan memberi dukungan penuh mereka, agar generasi muda semakin mengetahui banyak potensi yang dapat dibangun di Bali.

Saat ini selain mengelola kantor sendiri, Michael Hikma Gunawan juga duduk sebagai Ketua bidang Hukum dan Kode Etik dalam Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DPC Bali.

 

 

 

 


 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!