Melapangkan Rezeki dengan Menjaga Hubungan Silahturahmi antar Saudara

Kehidupan masa kecil Ni Putu Somawati bisa disebut tidak bergelimang harta, tapi matang akan pengalaman yang sarat akan makna kehidupan bersama empat saudaranya. Didukung dengan lingkungan keluarga yang postitif, terutama ia dapatkan dari sosok saudara laki-laki satu-satunya yang begitu menjiwai perannya, mampu mengganti peran orang tua yang sibuk bekerja demi menghidupi enam orang anak.

Putu Somawati yang juga akrab dipanggil “Penny” ini, merupakan lulusan dari Akademi Komunitas Manajemen Perhotelan Indonesia (Mapindo). Ia kemudian bekerja di beberapa hotel pada usia 22 tahun dan setelah merasa cukup matang dengan pengalaman yang dimiliki, wanita asal Abianbase ini memutuskan mendirikan sebuah usaha di bidang yang berbeda dari disiplin ilmu yang ia miliki sebelumnya.

Usaha pertama yang didirikan Puru Somawati ialah Penny Furniture, barulah membuka usaha yang sedang digandrungi oleh para pengusaha lokal terutama di masa pandemi ini, yakni usaha warung kopi yang ia beri nama “Pesso Coffee”. Dari masing-masing usaha tersebut, Putu Somawati tak memiliki cara khusus dalam mempromosikan usahanya. Berbekal dari relasi yang ia miliki saat bekerja di hotel, yang dilakukan melalui pembicaraan dari mulut ke mulut, sekitar 10 tahun, usahanya sudah bisa dikatakan stabil dan bisa menikmati hasil jerih payahnya tersebut.

Lahir di tengah orang-orang yang selalu mengedepankan kebaikan di atas segalanya, tak semua orang beruntung mengalaminya. Terlebih saat masa remaja Putu Somawati, kadang tak terhindar ia dipertemukan dengan teman-teman seusianya yang bisa saja menjerumuskannya dalam pergaulan negatif, yang bisa berakibat fatal pada perjalanan kariernya.

Berkat memiliki hubungan yang solid antar saudara, terutama saudara laki-laki yang berperan penuh menjaga empat saudara perempuannya, berpengaruh pada bagaimana mereka bersikap dan memilih jalur pertemanan. Karena perangai tersebut, Putu Somawati dan saudara-saudaranya bisa fokus untuk melanjutkan pendidikan seperti harapan ayah dan ibunya.

Selain pendidikan dalam keluarga, pendidikan formal menjadi jalan satu-satunya dari orang tua Putu Somawati, agar ia bisa memiliki masa depan yang lebih cerah kedepannya bersama saudara-saudaranya. Terlepas karier seperti apa yang akan dipilih nanti, dalam hal ini, orang tua pun memberikannya kebebasan dan kepercayaan untuknya melanjutkan di pariwisata.

Setelah sempat bekerja sebagai daily worker, Putu Somawati mulai merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaannya tersebut. Apalagi setelah berumah tangga, ia membutuhkan waktu yang membuatnya lebih fleksibel untuk keluarga. Diputuskanlah ia membangun usaha pertamanya “Penny Furniture” yang telah berusia 18 tahun, kemudian berlanjut ke usaha yang kedua “Pesso Coffee” yang juga beralamat sama di Jl. By Pass Ngurah Rai Pesanggaran No.123, Semawang, Sanur Kauh.

Tak bisa menampik akar kesuksesan membangun usahanya adalah berkat dukungan dari keluarga melalui sikap maupun kata-kata. Salah satu pesan yang paling ia ingat yakni dari almarhum sang Ayah ialah “Bila mau sukses, setidaknya pilihlah satu bidang yang akan ditekuni”. Sedangkan ibunya yang memiliki sifat welas asih, menginginkan ia dan saudara-saudaranya untuk selalu menjaga hubungan baik antar saudara, jangan saling menjatuhkan, terlebih saat memiliki rezeki lebih, agar tak ragu untuk saling berbagi. Terutama di tengah pandemi seperti saat ini, Putu Somawati begitu bersyukur kedua usahanya mampu berjalan dan bertahan hingga saat ini, sehingga apa yang diharapkan kedua orang tuanya, semampu mungkin bisa ia jalankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!