Mantan Pecandu Berat Nikotin Kini Sukses Membuka 13 VapeStore

Tidak ada yang salah dengan niat dari Gde Rabi Rahina Soetama, untuk mengurangi kecanduannya pada nikotin dari rokok batangan, orangtua pun menyambut dengan hangat niat putranya tersebut. Namun siapa yang menyangka, justru keseriusannya semakin menjurus dengan membangun sebuah usaha yang mungkin bagi Gde Rabi sendiri, tak pernah terpikirkan sama sekali akan berpaling sejauh ini dari latar belakang disiplin ilmu yang telah ia enyam sebelumnya.

Dari candu beratnya pada rokok, pria kelahiran Denpasar 22 September 1992 ini, memutuskan sudah cukup disiplin ilmu Fisioterapinya hanya sampai di jenjang S1. Gde Rabi kemudian membangun usaha “Janar Vape” dan kedua orangtuanya yang memiliki latar belakang berbeda jauh dengan usahanya yakni berprofesi sebagai dokter, pun bersikap terbuka dan menghargai atas keputusannya tersebut.

 

Sebelumnya di tahun 2017, tawaran untuk mulai mengenal vape atau rokok elektrik datang dari kawannya, setelah ia menyatakan keinginannya untuk mengurangi nikotin. Alumni SMAN 1 Denpasar ini, kemudian mengikuti saran tersebut untuk mendatangi salah satu gerai vape dan setelah disinggahi, justru ketertarikannya lebih tertuju pada bisnis vape itu sendiri, yang dirasa akan menjadi sebuah peluang usaha yang menjanjikan ke depannya.

Dilihat dari kandungannya, penggunaan vape lebih tidak berbahaya daripada rokok tembakau. Bahkan ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang memilih vape untuk berhenti merokok, memiliki risiko yang lebih rendah untuk kembali merokok, meski kadar asap yang dihasilkan vape lebih tinggi. Pengetahuan ini pun semakin memperkuatnya, bahwa pasar ini akan semakin cemerlang ke depannya.

Di kondisi kehadiran gerai vape yang masih sedikit kala itu, Gde Rabi pun mengutarakan keinginannya untuk membangun usaha ini. Bersyukur meski minim modal, restu dan dukungan pun ia dapatkan dari sang istri dan mertua.

Launching 8 Agustus 2016, setelah kelahiran anak pertamanya dengan nama Janar, karena Gde Rabi yakin anak membawa rezeki. Prestasi yang diraih Gde Rabi melalui Janar Vape yang didirikan, sungguh luar biasa. Ia sudah mampu membuka 13 cabang Janar Vape yang tersebar di Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Badung dan Tabanan. Baginya kunci di balik pencapaian tersebut adalah berkat hobi, manajemen yang kuat dan tergabung dengan relasi komunitas moge yang memberikannya dukungan dalam mengembangkan lini bisnisnya, sehingga ia dapat membuka beberapa cabang dalam waktu yang singkat.

Dari Vape Store, Bisa Membeli Harley

Sejak remaja, Gde Rabi sudah memiliki mimpi yang besar untuk memiliki moge “Harley Davidson”. Obsesi ini bisa menjadi semangat konsistensinya dalam bekerja keras membangun sebuah usaha dan melepas ilmu Fisioterapi yang ia pelajari sebelumnya. Gde Rabi pun mengakui, jalan yang ia tempuh sebelumnya untuk memilih kuliah Fisioterapi, tidak sesuai dengan hatinya, melainkan adalah keinginan kedua orangtuanya yang notabenenya di dunia medis.

Meski bila dilihat dari permukaan, usahanya tidak besar, namun ia bangga karena Janar Vape adalah hasil dari kerja kerasnya yang telah berhasil ia kumpulkan dan akhirnya mampu untuk mewujudkan impiannya satu persatu, meliputi tempat tinggal dan hobi mogenya. Ia pun meyakini, materi tersebut ia pastikan tak mungkin terwujud bila ia hanya mengandalkan sebagai karyawan yang bergantung dari gaji bulanan. Jadi sebagai wirausaha muda yang akan menginjak usia 29 tahun, ia berharap kisahnya mampu memotivasi generasi muda lainnya untuk mulai mengubah strategi mereka dalam berkarier, hingga mencapai titik pada kebebasan secara finansial yang menjadi mimpi siapapun manusia di dunia ini.

“Buat mereka bangga pada kesuksesanmu, bahkan pada orangtua yang sebelumnya menganggapmu sebelah mata. Bahwa kita pun memiliki hak untuk menjadi hebat dan luar biasa atas pilihan kita. Apapun tantangannya dan kegagalan yang akan kita temui di depan, percayalah Sang Pencipta pun akan memberkati kita, selama kita terus berani untuk mengikuti kata hati”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!