Luangkan Waktu Sejenak untuk Diri Sendiri demi Tingkatkan Kualitas Diri

Majalah Bali | Di tengah hiruk pikuk kehidupan, kita pasti merasa jenuh. Sebuah isyarat tubuh kita perlu “amunisi” baru untuk mempersiapkan diri di hari-hari selanjutnya. Dengan meluangkan waktu untuk sendiri atau yang kita kenal dengan istilah “me time”, kita memiliki kesempatan untuk merevitalisasi diri, bahkan akan menemukan inspirasi-inspirasi baru yang mampu meningkatkan kualitas hidup kita ke depannya.

Benny Hadi Soesanto yang lahir di Surabaya, telah mengenal lingkungan kerja sejak di usia 12 tahun. Pengalaman pertamanya bekerja sempat tidak dibayar oleh pemilik usaha selama 4 bulan. Pada tahun 1996, Benny dan keluarga mencoba peruntungannya di pulau dewata. Ia sempat berjualan nasi pada usianya sekitar 14 tahun.

Namun karena ayahnya mendapat tugas di Sulawesi, akhirnya Benny dan keluarga pindah ke Sulawesi. Di sana Benny mulai mencoba peruntungan sebagai sales pakan hewan peliharaan. Mereka berada di Sulawesi selama 2 tahun. Kemudian sang Ayah pindah bekerja di Surabaya, namun Benny dan Ibunya memilih untuk datang ke Bali.

Waktu terus berjalan, usia semakin bertambah, Benny mulai terusik dengan ketidakpuasan kondisi perekonomian dalam hidupnya. Ia tidak mungkin terus menggantungkan biaya hidupnya kepada ayah dan ibunya yang akan terus bertambah tua, terlebih saat ia telah memiliki keluarga nanti, sudah pasti butuh tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga.

Benny memutuskan kembali ke Bali pada tahun 2002. Meski saat itu orang-orang memilih untuk keluar dari pulau dewata, karena kejadian Bom Bali, namun baginya itu merupakan kesempatan emas, untuk mulai bergerak dan merintis sebuah usaha.

Awal mulanya ia membuka sebuah toko di Kota Tabanan pada tahun 2002. Ide untuk membuka usaha tersebut berawal dari sedang trennya ikan lohan pada masa itu. Kemudian seiring berkembangnya waktu, tren lain pun mulai bermunculan. Agar semakin menarik perhatian pengunjung, ia pun mengikuti permintaan pasar dengan menambah beberapa koleksi hewan yang sedang tren, seperti burung dan ayam. Hingga tanpa terasa, koleksi hewan yang ia jual kian semarak menghiasi tokonya.

 

 

Diakui Benny, menjual hewan peliharaan bukan pilihan yang pas untuknya, mengingat butuh waktu ekstra, ketelatenan dan konsisten dalam pemeliharaan dan perawatan, agar hewan yang ia tawarkan selalu dalam kondisi yang sehat. Karena alasan itu, ia mulai memikirkan kembali, bagaimana antisipasi selanjutnya pada usahanya tersebut.

Singkat cerita pada tahun 2005, Benny akhirnya memilih hanya menjual produk kebutuhan pemilik hewan peliharaan yang ia beri nama “Mega Jaya Petshop” berlokasi di Jl. Cokroaminoto No.450 C, Ubung Kaja, Denpasar Utara. Tak hanya menjual makanan hewan peliharaan yang umumnya dijumpai di petshop lainnya, petshop ini juga menyediakan makanan kura-kura, makanan bebek, makanan babi, makanan kelinci, makanan ayam dan lain-lain.

Antusias masyarakat dalam menyikapi kehadiran Mega Jaya Petshop sekitar 20 tahun lalu ini, kemudian disambut oleh Benny, dengan menambah fasilitas klinik hewan dalam petshop tersebut. Bahkan dukungan orangtua dengan memberikan ide-ide brilian untuk lebih mengembangkan usahanya tersebut pun ia sanggupi, yakni membangun Mega Jaya Warehouse, sebagai supplier atau pemasok bahan baku produk-produk petshop yang dibutuhkan oleh usaha petshop lainnya atau perorangan.

 

 

Bicara dan Bertanya pada Diri Sendiri

Perkembangan usaha Benny tak lepas dari doa dan dukungan orangtua, terutama keberlangsungan Mega Jaya Warehouse yang berlokasi di Jl. Cargo Indah I No 12 Denpasar tersebut, ia mendapat support dari ayahnya, terutama dalam hal pengiriman produk dari Surabaya ke Bali, dan sang ibu pun turut meringankan kesibukan putranya dengan membantu menjaga dan melayani pelanggan di petshop.

Bila ditanya perihal cita-citanya sejak kecil, Benny menyatakan ia tidak memiliki cita-cita yang signifikan, ia hanya menjalani peluang yang ada di depan mata dengan sebaik-baiknya. Bila gagal, harus bangkit dan mencoba lagi. Bila masih mengalami kegagalan, sebaiknya kita mengistirahatkan pikiran kita terlebih dahulu, kemudian mulai meluangkan waktu sejenak untuk bepikir dan mengevaluasi diri sendiri.

Mulailah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang menyebabkan kegagalan kita” dan “Apakah jalan yang kita ambil sudah sesuai dengan passion kita”, agar kelak dalam menjalani prosesnya, kita mampu untuk terus menikmati waktu yang akan membawa kita ke berbagai tantangan di masa depan.

 

 


 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!