Kreativitas dan Inovasi Harus Dieksplor Sejak Dini

Kreativitas dan inovasi adalah hal yang sangat diperlukan di era revolusi industri 4.0 saat ini. Bebas berkreativitas dan berinovasi sejak dini adalah salah satu cara melatih seseorang untuk mampu bereksplorasi. Baik, itu dalam memikirkan ide-ide cemerlang di bidang akademis, kesenian, maupun entrepreneurship.

I Putu Agi Pratama atau yang kerap disapa Agi merupakan pria kelahiran Denpasar 10 Februari 1996 yang selalu mengasah jiwa kreativitasnya sejak dini. Agi mengaku tidak pernah dikekang dalam hal apapun oleh orang tua. Hal itu dikarenakan orang tuanya mengharapkan yang terbaik dan sesuai dengan keinginan dari sosok Agi. Kebetulan lahir dan besar di lingkungan keluarga seni membuatnya terpengaruh dalam berkesenian. Namun, saat SMP Agi baru mulai terkecimpung dan tertarik di bidang kesenian dan tergabung dalam ekstrakulikuler Tabuh Gamelan Bali dan teater saat SMA.

Lulus SMA, Agi ingin mendalami jiwa seninya dan ingin melanjutkan perkuliahannya di ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta. Namun, orang tua tidak mendukung karena meminta Agi berkuliah di Bali saja. Karena hal itu, akhirnya kuliah di Fakultas Pertanian dengan jurusan Agribisnis di UNUD (Universitas Udayana) Jimbaran, Bali.

Meski kuliah di bidang pertanian, tidak membuat Agi berhenti mengeksplorasi jiwa seninya. Agi mengikuti teater bersama teman-teman SMA-nya. Bersama dengan teman-teman SMA teater saat lulus, memutuskan bekerja sama membuka usaha coffee shop yang dinamakan “Kedai Ganteng”.

Seiring perjalanan waktu dibukanya Kedai Ganteng, di saat jiwa entrepreneurship Agi bergelora, namun rekan bisnisnya mulai sibuk dengan urusan masing-masing dan akhirnya Kedai Ganteng di tutup. Karena masih semangat dalam berbisnis, Agi memutuskan membangun usaha yang di support keluarga yang dibuka di rumah pamannya.

Coffee shop yang dirintis diberi nama “Umah Lokal Coffee & Roastery” yang beralamat di Jl. Plawa No.88, Sumerta Kauh, Denpasar Timur, Bali. “Awal dibukanya Umah Lokal Coffee & Roastery ini di 3 bulan pertama customer boleh membayar seikhlasnya melalui kotak pembayaran yang sudah disediakan”, ungkap Agi. Itu adalah salah satu strategi marketing yang dilakukan agar Umah Lokal Coffee & Roastery mendapat perhatian dan bisa lebih eksis dengan waktu yang cepat di kalangan masyarakat.

Benar saja, usaha coffee shop milik Agi berhasil menarik perhatian masyarakat. Saat ini Umah Lokal Coffee & Roastery sudah berdiri selama 5 tahun dengan omzet yang cukup mengejutkan. Hal itu dikarenakan Umah Lokal Coffee & Roastery adalah salah satu coffee shop yang diminati oleh anak-anak muda milenial.

Harapan Agi ke depannya yaitu berharap agar mampu mengelola dan mengembangkan Umah Lokal Coffee & Roastery dengan lebih baik lagi dan bisa membuka cabang kedepannya. Agi berpesan kepada generasi muda yang ingin memulai bisnis agar bisa melihat potensi di daerah masingmasing terlebih dahulu. Harus disiplin, bertanggung jawab dan harus berani menerima konsekuensi dalam memulai suatu bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!