Kalahkan Gengsi Hingga Profesional Membangun Perusahaan di Usia Muda

“Lockdown don’t let me down” begitulah ucapan Komang Hare Yashunanda dalam mengawali jawab dari pertanyaan dalam mengantisipasi pandemi dalam kehidupan sehari-hari, terutama usahanya yang bernama “Ratu Bagus Surfshop”. Baginya upaya yang wajib dilakukan selain menjaga kesehatan ialah menjaga pola pikiran, agar terhindar dari stres yang berkepanjangan atau mengalihkannya dengan berinovasi dan berkreativitas demi terus survive di tengah krisis pandemi.

Hampir semua sektor usaha berimbas dari kondisi pandemi yang sudah dua tahun lebih menyelimuti Indonesia. Komang Hare mengungkapkan, ia berupaya mengoptimalkan kinerja otaknya agar usaha dan karyawannya tetap bekerja sebagaimana mestinya. Iapun meski sudah sebagai owner, tak urung untuk turun tangan langsung mengambil pekerjaan dari yang level paling rendah hingga tertinggi, karena memang sejak ia merintis usaha ini sedari nol, ia sudah terbiasa bergulat dengan kerja keras, demi membangun finansial secara mandiri.

Lahir di Jembrana, 28 Maret 1995, dari ayah yang berprofesi sebagai arsitek sekaligus pemilik kontraktor dan ibu sebagai pedagang yang membuka toko di pasar. Di antara dua orang kakaknya yang berprofesi sebagai dokter anak dan arsitek, hanya ia yang memilih untuk melanjutkan semangat orang tuanya dalam berdagang. Ia pun mengungkapkan sudah menyukai kegiatan ini sejak kelas tiga SD dan naluri bertransaksi tersebut tersalurkan dengan ikut membantu ibu berdagang di pasar.

Tak hanya di pasar, di sekolah pun, Komang Hare pernah memanfaatkan serutan pensil yang bisa dikatakan harganya lebih mahal dibandingkan serutan biasa. Ia menawarkan kepada teman-temannya untuk meruncingkan pensil mereka dengan alat serutannya tersebut dan ia bisa memperoleh uang 5000 per harinya. Dengan modal yang ia kumpulkan, kemudian ia gunakan kembali untuk berjualan, yakni permen asam dengan packaging yang lebih menarik, yang ia dapatkan dari kebun neneknya. Setelah mendapat persetujuan nenek dan orang tua, ia kembali berjualan di sekolah sejak kelas 4 hingga 5 SD. Tidak secara instan Komang Hare mengalami pertumbuhan naluri dagang dalam dirinya, faktor lainnya didukung bagaimana orang tua yang mendidiknya untuk mengambil berbagai macam pekerjaan tanpa rasa malu dan bertemu banyak orang, di proyek yang tengah digarap ayahnya. Pengalaman tersebut pun semakin mengibarkan semangatnya dalam berbisnis, bahkan di bangku SMP, ia sudah mengenal cara menjual sepeda motor.

Dari motor merek Honda Karisma milik ibu, Komang Hare diantar ayahnya untuk memasang iklan penjualan di koran. Saat bertemu dengan calon pembeli, meski masih ditemani sang ayah, ia diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan menjelaskan secara detail motor yang dijual dan proses tawar menawar. Tak berhenti sampai di sana, mentalnya pun semakin terasah dengan menjual kendaraan milik keluarga, namun hanya sebatas menjual, belum terpikirkan untuk mengelola keuangan agar terus mengalami perputaran.

Berbagai usaha digeluti Komang Hare, ia pernah berjualan bunga jepun dan menjual majalah Wiyata Mandala di sekolahnya di SMAN 1 Denpasar. Namun meski disibukkan dengan berdagang, urusan prestasi pun ia tak tebang pilih, seraya tersenyum, ia mengatakan apapun pekerjaan ia ambil asal menghasilkan uang, bahkan bersumber dari berbagai lomba mulai dari karate, fashion show hingga Teruna Teruni Denpasar, sukses membawa piala untuk orang tua.

Memasuki masa kuliah, Komang Hare yang memutuskan mengambil jam kuliah malam, mengisi pagi harinya dengan berjualan barang bekas, sembari mencoba hobi baru yakni surfing. Ia yang memang basic-nya adalah anak skateboard, tak terlalu sulit untuk berdiri di atas papan surfing, sebagai pemula. Namun ada yang lebih menarik hatinya, saat salah satu turis yang menanyakan padanya di mana bisa mendapatkan papan selancar second, karena mereka tidak mau menghabiskan uang hingga jutaan rupiah hanya untuk membeli yang asli, sementara mereka tidak menetap di Bali.

Peluang tersebut pun dimanfaatkan pria lulusan fakultas hukum ini, untuk memulai usahanya, tanpa modal yang banyak, hanya butuh polesan untuk mengembalikan tampilan menarik, ia pun mengajukan proposal kepada ayahnya, akan keinginannya tersebut. Alhasil mendapat sambutan hangat dari orang tua, ia pun memulai usaha tersebut dengan mengumpulkan modal dari penjualan barang bekas dan secara perlahan, ia mampu mendirikan “Ratu Bagus Surfshop” yang sukses berjalan hingga saat ini, berlokasi yang berlokasi di Jl. Padonan, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung.

Dari memiliki papan hanya 15 buah, Komang Hare mampu membawa usahanya hingga ke luar negeri. Ia mulai menerima pesanan 40 papan surfing ke Singapura berbekal aplikasi penjualan online, padahal stok papan saat itu kurang dari pesanan. Ia langsung turun ke pantai-pantai untuk mencari papan selancar bekas. Setelah terkumpul, ia kembali berpikir bagaimana cara untuk mengirim papan-papan ini selamat sampai di tujuan. Masuklah ia ke kargo-kargo, mencari tahu bagaimana cara mengirim barang beserta packaging-nya. Hingga semua terbungkus rapi dan siap dikirim, Komang Hare pun menerima hasil kerja kerasnya dan berani mengembangkan lebih serius lagi, meski tak memiliki pengalaman khusus tentang papan surfing. Karena setelah dipelajari ilmu dan pengalamannya, papan surfing memiliki banyak variable, meliputi kondisi berat dan tinggi badan si pemakai, level dalam berselancar, maupun lokasi pantainya, yang menentukan papan surfing diciptakan berbeda-beda.

Bisa dikatakan cara mendidik orang tua Komang Hare, berbeda dari orang tua kebanyakan, bila orang sukses lainnya dididik untuk hidup sederhana, ia justru mendapatkan ilmu yang sebaliknya. Seperti orang tuanya tak jarang memberikannya barang-barang mahal, dengan ‘iming-iming’ ia harus bekerja keras bila ingin mendapatkan sesuatu yang berharga. Pesan inilah yang tak mudah dihilangkan dari memorinya sampai saat ini, yang telah benar-benar memberikan bukti kesuksesannya dan profesional membangun usaha di usia muda. Ia pun berharap akan sukses juga menularkan pola didikan yang sama untuk anak-anaknya kelak, memberi kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai kesempatan hingga menemukan fokus pada satu tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!