Insan yang Sukses adalah Mereka yang Melihat Kesempatan di Balik Permasalahan

Majalah Bali | Setiap manusia memiliki respons yang berbeda-beda tatkala berhadapan dengan suatu rintangan dalam kehidupan. Ada yang memilih menyerah untuk berjuang namun ada pula jiwa-jiwa optimis yang mampu melihat peluang di balik tantangan. Salah satu insan pengusaha sekaligus notaris muda yang jeli menangkap peluang dari suatu permasalahan yaitu I Made Putra Manawa SH., M.Kn. Pria kelahiran Denpasar ini sukses di beberapa lini bisnis, salah satunya yang tengah meroket saat ini usaha ekspor ikan hias dan terumbu karang.

Tidak mau menjadikan masalah sebagai hal yang menghambat untuk maju, I Made Putra Manawa justru mengubah tantangan menjadi kesempatan. Seperti pengalaman dahulu saat mengetahui sang ayah memutuskan untuk pensiun dini sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sehingga praktis sumber mata pencaharian menjadi berkurang. Kala itu ia baru saja tamat dari sekolah di SMA Negeri 7 Denpasar. Ia pun memutuskan untuk melanjutkan kuliah sembari berusaha mencari pundi-pundi rezeki secara mandiri.

Di usianya yang masih muda, pria yang lahir pada 31 Juli 1988 ini terjun ke dunia usaha, khususnya di bidang penjualan ikan hias dan terumbu karang. Rutinitas kesehariannya dimulai pada pukul empat dini hari saat kebanyakan orang masih terlelap. Selanjutnya ia akan berangkat melaut dan baru pulang pada siang hari. Baru pada sore harinya ia melanjutkan kegiatan kuliah di Fakultas Hukum. Sebagai anak muda tentunya ia juga menyediakan waktu untuk berekreasi bersama teman-teman sebaya. Meski demikian ia tidak pernah absen bangun pagi dan menjemput rejeki di laut.

Pelan namun pasti, usahanya kian bertumbuh. I Made Putra Manawa menjual ikan hias ke berbagai negara. Sadar untuk terus menjaga eksistensi biota laut, ia tidak lupa melakukan kegiatan rehabilitasi lingkungan maritim. Salah satunya dengan membangun Yayasan Lautan Kebun Coral sebagai wadah untuk melakukan kegiatan rehabilitasi tersebut. Bahkan pada tahun 2021, perusahaannya mengambil bagian dalam kegiatan rehabilitasi laut yang melibatkan 3.500 pekerja pariwisata yang terdampak pandemi.

Ekspansi Usaha

I Made Putra Manawa mengatakan bahwa jiwa entrepreneur yang ia miliki menurun dari sang ibunda yang juga seorang pengusaha. Berbagai macam jenis usaha pernah dilakoni ibunya dan ayahnya berperan sebagai investor. Mulai dari usaha cargo, percetakan, ternak hewan, tambak udang, sampai bertani cabai. Bahkan sewaktu kecil I Made Putra Manawa kerap diajak sang ibu menengok.

Semangat berwirausaha itu lalu dilanjutkan hingga berhasil menyekolahkan adik-adiknya ke berbagai kampus di luar negeri. Saat ini adik-adik serta kakak sulungnya juga ikut dilibatkan dalam usaha sehingga ia bisa dikatakan membangun bekal aset untuk keluarga tercinta.

Selain berkecimpung di bisnis ekspor ikan hias, pria yang juga berprofesi sebagai notaris ini juga merintis beberapa usaha lainnya. Melihat kebutuhan air mineral sebagai konsumsi dalam berbagai kegiatan adat dan agama di Bali, I Made Putra Manawa juga melirik peluang bisnis air kemasan dengan membuat merk dagang Yeh Tabanan dan Waterah.

Kemudian merespon perkembangan industri pariwisata dan properti di Bali. I Made Putra Manawa juga berinvestasi di bidang properti, ia membangun beberapa vila untuk dijadikan usaha akomodasi penginapan. Selain itu ia menyediakan penyewaan alat berat untuk mendukung usaha yang bergerak di bidang konstruksi.

I Made Putra Manawa mengatakan tidak ada permasalahan yang tidak ada jalan solusinya. Jika kita mampu mengubah sedikit perspektif dalam memandang suatu permasalahan, niscaya akan menemukan kesempatan atau peluang di balik tantangan itu.

“Siapa yang mampu mencari solusi, dialah yang akan mendapat kesempatan untuk bangkit dalam kondisi sulit”, ujarnya.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!