Ibu Rumah Tangga di Bali Menjahit Untung dari Bisnis Bantal Dekorasi Interior

Cerita inspiratif kali ini datang dari seorang ibu rumah tangga di Bali yang menjadikan bisnis sebagai passion-nya. Perempuan bernama lengkap Cici Panggabean ini sempat mencicipi berbagai jenis usaha sebelum akhirnya konsisten menggarap peluang bisnis desain interior dan cushion. Ia membuktikan bahwa perempuan tidak hanya mampu berperan sebagai seorang ibu sekaligus istri tapi juga dapat menjadi produktif dari segi finansial. Melampaui segala keterbatasan ia pun berhasil memperkenal produk bantal dekorasinya hingga menembus pasar ekspor.

Jika dahulu bantal dianggap hanya memiliki fungsi sebagai penyangga kepala di saat tidur, maka berbeda dengan saat ini di mana fungsinya sudah lebih berkembang. Di tangan entrepreneur bernama Cici Panggabean, bantal bisa dijadikan pelengkap dekorasi untuk di rumah. Ia menciptakan desaindesain bantal yang bernilai estetik tinggi sehingga selain dapat digunakan sehari-hari juga dapat mempercantik suatu ruangan. Tidak hanya itu, bantal buatan para pengrajin lokal ini ternyata dapat menjadi suatu komoditas ekspor yang menguntungkan.

Cici memperkenalkan produk bantal dekorasi dengan mengusung nama brand Machastore Bali. Nama itu merupakan akronim dari frase Mama Chacha, yaitu panggilan sehari-harinya. Agar lebih mudah dalam penyebutan maka dipersingkat menjadi Macha. Sedangkan penambahan kata Bali dimaksudkan untuk branding sebagai produk lokal dari Pulau Dewata. Terbukti dari upaya branding tersebut, Machastore kian dilirik oleh para konsumen dari berbagai negara. Segmentasi market di luar negeri lebih mudah menaruh kepercayaan pada para pengusaha lokal Bali. Sebab di pulau ini telah terlahir brand-brand lokal menembus persaingan global, salah satunya home industry yang beralamat di Jl. Gatot Subroto IV Denpasar ini.

Namun untuk mencapai titik seperti sekarang, ibu dari dua anak ini harus mengarungi pasang surut perjuangan yang tidak mudah. Terlahir dari orang tua pegawai swasta dan pedagang, Cici bertumbuh menjadi pribadi pekerja keras dan selalu jeli melihat peluang. Ia dididik dari orang tua yang senantiasa mengajarkan makna dari berusaha, tanpa melakukan usaha dan hanya berpangku tangan tidak akan membawa seseorang ke manapun. Ia juga diajarkan untuk tidak minder terhadap latar belakang sosial atau ekonomi yang dimiliki, faktor tersebut bukan alasan untuk menjegal seseorang meraih kesuksesan. Siapapun berhak meraih kesuksesan asalkan mau bekerja keras untuk menggapainya. “Dari didikan orang tua saya belajar bahwa masa lalu adalah hal yang tidak dapat kita ubah, namun kita punya kemampuan untuk mengubah masa depan.

Kuncinya adalah fokus kepada target lalu buat strategi yang dapat membantu kita mencapai target tersebut. Kemudian mulailah karena tanpa memulai kita tidak akan sampai di garis akhir. Ingat, setiap perjalanan ribuan langkah pasti diawali dari satu langkah,” tutur perempuan lulusan Akademi Sekretaris Taruna Bhakti di Bandung ini. Setelah lulus kuliah dan sempat bekerja, Cici Panggabean menikah dan memutuskan ikut suami tinggal di Bali. Begitu memiliki buah hati, ia semakin yakin untuk fokus terhadap perannya sebagai ibu rumah tangga dan mundur dari pekerjaan sebagai karyawan. Namun ia yakin semangatnya untuk mengaktualisasikan hobi menghasilkan uang tidak berhenti sampai di situ. Semangat berwirausaha ia praktikkan dengan menggarap beberapa peluang usaha. Sampai di tahun 2014 ia melirik peluang bisnis home decor dengan berfokus pada produk bantal untuk di kasur maupun di sofa.

Pada masa awal merintis usaha merupakan momen cukup berat bagi Cici Panggabean sebab kala itu ia terkendala urusan modal. Justru keterbatasan itu ia jadikan sebagai cambuk lecutan motivasi untuk semakin giat berusaha. Sempat menggadaikan motor kesayangan, Cici mengembangkan usahanya dengan modal lima juta rupiah. Terdesak keadaan agar tidak sampai kehilangan motornya, ia terus menggenjot pemasaran produk bantal Machastore Bali. Usahanya membuahkan hasil tatkala semakin banyak desainer interior lokal yang melirik karyanya.

Salah satu nilai plus Machastore adalah mampu menghadirkan produk berkualitas yang dapat dikustomisasi alias bisa disesuaikan dengan permintaan pembeli. Selain itu sebagian besar produk dikerjakan secara manual oleh tangan meskipun ada proses penjahitan menggunakan mesin. Hal ini menjadi suatu tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin menekuni seni kerajinan ini. Bermaksud mengajak para perempuan lain untuk mengisi waktu dengan aktivitas produktif, Cici pun kerap membuka kelas pembuatan bantal dekorasi. Ia yakin bahwa selain berbagai dalam bentuk materi, berbagi ilmu juga dapat menebar manfaat bagi orang lain.

Konsistensi dalam menggarap peluang bisnis bantal dekorasi ini tetap ditunjukkan Cici di masa pandemi. Di saat kebanyakan usaha mengalami penurunan omzet saat pandemi, Cici berhasil melesatkan produknya. Hal ini karena banyak yang memindahkan aktivitas mereka di rumah sehingga banyak orang yang mendekorasi interior rumah untuk menciptakan kenyamanan. Pada momentum inilah Cici berhasil meningkatkan kapasitas ekspornya seiring bertumbuhnya market luar negeri. “Saya dulunya tak pernah membayangkan bahwa produk-produk saya akan meramaikan pasar di luar negeri. Dari pengalaman hidup ini saya semakin yakin, Tuhan akan menyiapkan sesuatu yang tidak akan pernah kita bayangkan di saat kita mau bekerja dan berusaha,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!