Cerita Pengusaha Muda Meracik Kesuksesan dari Bisnis Kopi dan Makanan

“Kopi itu unik dan setiap kedai kopi memiliki pangsa pasarnya masing-masing”. Demikian ungkap seorang pengusaha kuliner bernama Anak Agung Wibawa Putra. Ia melirik peluang bisnis coffee shop atau kedai kopi di saat tren usaha tersebut sedang melejit. Namun bukan Agung Wibawa namanya jikalau takut dengan persaingan yang ada. Sikap optimisme yang dipegang teguh lantaran yakin bahwa ia sudah memiliki target market yang jelas dan akan konsisten dalam menggarapnya.

Usianya baru menginjak angka 30 kala pertama kali merintis usaha di bidang kedai kopi dan makanan. Namun di usia terbilang cukup muda ini langkahnya teguh dan mantap menjajaki persaingan usaha. Ia berhasil membawa nama Sintru Coffee miliknya masuk ke jajaran tempat nongkrong favorit anak muda saat ini. Lokasinya di Jl. By Pass Dharma Giri, Bitera, Gianyar sangat mudah diakes dengan berbagai moda transportasi. Berawal dari hobi custom motor hingga mendorongnya masuk ke komunitas pecinta motor, Agung Wibawa kerap bersantai sembari menikmati kopi dan kudapan di kedai kopi bersama kawan-kawannya. Kala itu ia sudah mulai tertarik untuk mendirikan sebuah kedai kopi milik sendiri. Selain sebagai tempat bersenda gurau dengan teman-temannya, diharapkan kedai kopi itu juga dapat menjadi ladang usaha untuk mendulang keuntungan finansial. Baru akhirnya di tahun 2020 lalu Ide usahanya tersebut baru terealisasikan.

Mengusung konsep home café alias kafe ala rumahan, arsitektur Sintru Coffee ini memiliki ciri khas yaitu bentuk atap rumah pelana. Agung Wibawa mengaku terinspirasi dari gambaran rumah yang umum digambar oleh siswa SD di mana atapnya berbentuk segitiga. Diharapkan dapat menjadi ikon bagi Sintru Coffee dan mengingatkan para pengunjung terhadap kenyamanan ala rumah. Didukung pula oleh furnitur khas rumahan seperti sofa dapat membuat para pengunjung semakin merasa betah seperti di rumah sendiri. Tampilan coffee shop yang estetik ini membuat para pengunjung dengan senang hati mengabadikan momen bersantap makan di Sintru Coffee. Tak jarang pula di antara para pengunjung yang menggunggah foto-foto terbaik mereka di coffee sop tersebut ke media sosial. Inilah yang menjadikan Sintru Coffee dengan cepat dikenal khususnya para kaum milenial dan generasi di bawahnya.

“Sejak awal beroperasi kami memang mengandalkan media sosial sebagai wahana berpromosi. Strategi ini sangat efektif untuk memperkenalkan nama Sintru Coffee,” ujar pria yang sempat menetap di Yogyakarta selama tiga tahun ini. Satu lagi yang membuat Sintru Coffee semakin diminati yaitu pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman dengan harga ramah di kantong. Sesuai namanya yang berunsur kata coffee, tempat ini menyediakan aneka jenis kopi. Mulai dari jenis Coffee Espresso Based, Manual Brew, Coffee Frappe dan Additional. Ada pula menu signature dari Sintru Coffee seperti Coffee Lemonmade, Lychee Mentha, Mocha Orange, Tonikum Latte, Coconut Coffee.

Suami dari Ni Made Wahyuni ini berharap agar usaha yang tengah dijalankannya ini nantinya dapat semakin berkembang. Sebagai pengusaha, ia pun ingin menebar manfaat secara luas salah satunya dengan membuka lapangan kerja. Selain ingin membangkitkan ekonomi lewat berwirausaha, ia juga berkomitmen kelestarian lingkungan dengan meminimalisir penggunaan bahan sekali pakai seperti sedotan atau gelas plastik. Ia berharap melalui langkah kecilnya sebagai pengusaha lokal ini dapat menjadi inspirasi orang lain. Semakin banyak yang ikut menduplikasi langkah tersebut maka semakin besar pengaruhnya dalam menjaga kelestarian alam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!