Capai Kesuksesan dengan Tetap Memprioritaskan Peran Penting dalam Keluarga

Paramita Rukmi lahir dari orang tua yang keduanya berprofesi sebagai kepala sekolah. Mereka di mata Paramita merupakan sosok pahlawan yang meski berpenghasilan sederhana, berusaha dengan tekun memenuhi kebutuhan dan keinginan anak-anaknya. Salah satu contoh nyata dari dedikasi mereka adalah berlangganan majalah, sehingga membuat Paramita memiliki kebiasaan membaca sejak dini. Selain tradisi membaca yang dididik orang tua, Paramita juga memiliki hobinya tersendiri, ia hobi menonton serial atau film detektif, hobi ini yang mendorongnya untuk mengejar ilmu di bidang hukum.

Paramita Rukmi

Paramita yang dekat dengan lingkungan keluarga dan tempat tinggalnya pun terpengaruh dari profesi mereka yang berkarier dalam bidang hukum, membuatnya juga tertarik pada bidang ini. Ia juga sempat ikut terlibat dalam proses penyelesaian permasalahan tanah yang menimpa keluarga, saat ia masih menekuni kuliah program sarjana ilmu hukum. Maka di tahun 1994, tekadnya semakin bulat untuk melanjutkan pendidikan magister di bidang Kenotariatan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah lulus pada tahun 1998, Paramita yang saat itu sudah menikah memutuskan ikut suami ke Bali. Ia kemudian mengajukan permohonan izin praktik profesinya di Denpasar. Singkat cerita pada Januari 2020, ia resmi memulai karirnya dan Oktober 2020, ia memperoleh lisensi resmi. Sehingga, tepat pada tanggal 6 Oktober 2023, ia merayakan peringatan 23 tahun perjalanan sukses profesinya.

Melalui perjalanannya yang panjang, Paramita menggambarkan masa ketika sebagian besar pekerjaannya masih dilakukan secara offline melalui surat-menyurat dan telepon kabel. Seluruh proses, termasuk pembentukan PT dan surat wasiat, dilakukan secara manual dan memakan waktu yang cukup lama. Kemudian dengan perkembangan teknologi, era online pun tiba, termasuk layanan SPH Tanah online. Lebih dari itu, BPN juga mulai mengadopsi sistem online, meskipun untuk transaksi jual-beli hanya mencakup pengunggahan dokumen secara elektronik. Hal ini juga menunjukkan pergeseran dalam tugasnya, di mana sekarang bank memiliki otoritas untuk mendaftarkan hak tanggungan, tetapi masih melibatkan jasanya.

Paramita menegaskan bahwa perkembangan ini, tetap menjamin peningkatan profesionalisme dan transparansi dalam pekerjaannya. Tentunya hal ini adalah perubahan positif, meskipun ada yang mengeluh tentang biaya yang tinggi dari jasa tersebut. Namun, Paramita menekankan pentingnya untuk memahami bahwa jasa pekerjaannya mengikuti serangkaian pendidikan yang ketat. Sebagai bentuk menghargai latar belakang pendidikan dan menghormati profesinya, Paramita pun menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan dalam setiap transaksi, seperti memberikan bukti pembayaran kepada klien untuk biaya yang dikeluarkan kepada pihak ketiga.

Di usia 54 tahun ini, sesibuk apapun, Paramita selalu menjadikan keluarganya sebagai prioritas utama, karena ia menyadari bahwa pekerjaan kita seharusnya untuk mendukung keluarga. Kepeduliannya pada keluarga juga tercermin dalam cara ia menginspirasi anggota keluarganya untuk mengejar karier di bidang hukum. Anak sulungnya sama menjadi seperti dirinya, sedangkan keponakannya memilih menjadi advokat. Meskipun dua anaknya yang lain tak berkarier di bidang hukum, mereka memiliki passion masing-masing, anak kedua menjadi seorang koki berbakat, dan anak ketiga tengah mengejar gelar S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, Paramita juga merasa bangga karena kini ia sudah memiliki lima cucu yang menjadi kebahagiaan tambahan dalam hidupnya.

Dalam kata-kata penutup di akhir kisahnya, Paramita Rukmi menggarisbawahi pentingnya menjalani emansipasi wanita tanpa melupakan peran kodrat yang juga penting dalam kehidupan. Kesuksesan terutama dalam kariernya, bukan hanya berdampak positif pada dirinya sendiri, tapi juga menginspirasi keluarga dan lingkungan sekitar lewat aksi sosialnya. Meski telah sukses, Paramita Rukmi juga tak berhenti untuk introspeksi diri dan belajar tentang hal-hal baru yang bermanfaat bagi dirinya. Ia berharap bahwa saat pensiun nanti, ia bisa diingat sebagai contoh nyata bagaimana seorang wanita bisa mencapai kesuksesan dalam dunia profesional sambil tetap memprioritaskan peran pentingnya dalam keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!