Akibat Banyak Guru Masih Beradaptasi Proses Belajar Online, Siswa Dibanjiri Tugas di Tengah Kesulitan Orang Tua Siswa Terdampak Corona

Masyarakat keluhkan kurangnya empati beban tugas sekolah di situasi wabah covid 19. Mendikbud Nadiem soroti guru beri tugas berlebihan saat corona. Nadiem menyadari saat ini banyak guru yang masih memberikan pekerjaan rumah yang banyak kepada para siswa dalam proses belajar secara daring. Namun, dia mengatakan hal itu merupakan akibat banyak guru yang masih melakukan proses transisi dari sistem belajar secara tatap langsung ke sistem belajar online.

Untuk itu, Nadiem mengaku masih memahami proses adaptasi yang dilakukan para guru tersebut. Namun, dia juga sudah memberikan imbauan keras kepada para tenaga pengajar untuk memberikan bimbingan terbaik selama proses belajar online, bukan hanya memberikan siswa banyak pekerjaan rumah.

“Memang ini beberapa guru masih memberikan pekerjaan-pekerjaan yang mungkin sangat berat, dan menurut saya alasannya bukan karena mereka ingin anaknya bekerja atau apa, tapi memang ini masih dalam proses adaptasi terhadap metode pembelajaran online atau jarak jauh. Ini adalah proses transisi,” kata Nadiem.

“Kita juga sudah beri imbauan yang keras kepada para guru untuk membimbing juga, jangan cuma dibeberkan siswa beban pekerjaan yang banyak,” sambungnya.

Sementara masyarakat merasa kecewa karena kurang cepatnya kemampuan banyak guru untuk beradaptasi dalam sistem ini sehingga memilih cara paling mudah dengan hanya menggelontorkan banyak tugas tugas di mana ini semua memerlukan ketersediaan internet berbayar dan seolah tanpa memikirkan bahwa keadaan belajar online ini terjadi akibat merebaknya virus corona yang menampar keras sendi sendi perekonomian banyak keluarga.

Semakin lama guru guru gagap beradaptasi dan lemah dalam meramu materi yang berkualitas maka tugas akan semakin deras dan menjadi masalah baru bagi sebagian peserta didik kita.
Dan yang paling dikhawatirkan adalah, demi mendapatkan jangkauan internet, anak anak siswa sekolah kurang mampu terpaksa harus berkumpul mencari sinyal internet demi merampungkan tugas sekolah di rumah teman atau warnet dalam waktu yang lama karena banyaknya tugas pada semua mata pelajaran.

Ketidak pahaman metoda dan sistem pola didik yang berkualitas inilah yang tanpa disadari justru akan mencelakakan pelajar kita dalam kegentingan pandemi virus covid 19 yang penyebarannya cepat dan masif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!