3 Tips Mengubah Bad Mood jadi Good Mood Ini Bakal Bikin Kamu Jadi Happy Sepanjang Hari


Majalah Bali | Mood memang merupakan hal yang sulit untuk diprediksi. Kamu yang lagi senang, namun tiba-tiba menemukan kejadian yang tidak bagus, bisa jadi langsung bad mood. Ataupun Agak; kamu yang lagi sedih, lalu tiba-tiba menemukan hal baik, bisa jadi langsung kembali mood yang baik.

Namun hanya karena suasana hati sulit diprediksi, bukan berarti sulit juga untuk dikontrol, lho. Kamu juga bisa mengubah suasana hati agar senantiasa selalu positif dengan beberapa cara, terutama saat suasana hati kamu sedang kurang bagus. Berikut tipsnya mengalahkan kamu bisa mengubah suasana hati yang buruk jadi suasana hati yang baik:

1. Naikkan Mood sesuai Kepribadianmu

Berbeda kepribadian, maka berbeda pula cara yang digunakan untuk menaikkan mood. Kamu yang berkepribadian introvert, cobalah untuk menghabiskan waktu sendirian dan mundur dari dunia “keriuhan” dengan melakukan hal-hal yang kamu sukai. Sementara untuk kamu yang cenderung ekstrovert, cobalah untuk bercengkrama dengan teman-teman, agar semangatmu bisa kembali bangkit.

2. Tebus Kesalahan Penyebab Bad Mood

Kamu merasa bad mood karena melakukan kesalahan? Maka sesegeralah mungkin untuk menebus kesalahan tersebut. Misalnya kamu bad mood karena salah membeli pakaian; alih-alih jadi bete seharian, kamu bisa mencoba menjual kembali produk tersebut di internet, atau mencari tutorial kreasi dengan fashion item tersebut. Kalau hasilnya yang kamu dapatkan melebihi harapanmu, bukan nggak mungkin kamu yang semula bete jadi kembali bersemangat.

3. Kendalikan Asumsi

Satu hal yang penting supaya kamu gak gampang bad mood adalah kamu harus cermat buat mengendalikan asumsi, atau dugaan atas suatu hal. Terkadang, asal menduga sesuatu tanpa alasan yang jelas justru akan membuatmu jadi bad mood sendirian, padahal pada faktanya belum tentu benar. Contohnya kamu menduga seorang teman marah kepadamu hanya karena dia diam seharian. Daripada jadi kamu yang bad mood karena dugaan yang belum pasti itu, lebih baik coba kendalikan dengan berasumsi bahwa dia mungkin sedang butuh ‘me time’.

 

Sumber: https://www.rimma.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!