Warung Dedari Sajikan Menu Internasional dalam Suasana Alam yang Menyejukan

Gusti Ngurah Manubawa merupakan kelahiran asli Baturiti. Dalam membangun usahanya, ia ingin melibatkan masyarakat Baturiti, khususnya para perempuan yang kesulitan mencari pekerjaan karena situasi dan kondisi menyama braya yang tak bisa dihindari. Ia berharap bisnis yang ia bangun, yang tak hanya meliputi Warung Dedari mampu memberi energi positif baik bagi diri sendiri maupun masyarakat Baturiti.

Warung Dedari berlokasi di Jalan Raya Denpasar, Perean Tengah, Baturiti, Kabupaten Tabanan. Dilihat dari lokasinya, bukan tidak mungkin bisnis kuliner ini kurang mendapat perhatian masyarakat, karena berada pada jalur dengan kecepatan kendaraan yang tinggi. Namun berkat informasi dari mulut ke mulut, bisnis kuliner ini semakin dikenal masyarakat lokal bahkan wisatawan mancanegara.

Nama Warung Dedari dipilih, karena terinspirasi dari ketiga orang putra putrinya. Menawarkan berbagai menu pilihan meliputi, Asian, Indonesian, Vegan, dan Balinese, sehingga wisatawan dari negara manapun dapat mengunjungi dan menikmati menu dari warung ini. Yang tidak kalah menarik, lokasinya yang luas, mampu memberi ruang untuk kolam ikan yang mengelilingi pengunjung dalam menikmati menu yang disajikan oleh para stafnya yang ramah. Selain itu juga terdapat fasilitas outdoor seating dan wifi gratis.

Awal perkembangan Warung Dedari, Ngurah Manubawa tidak mau terlalu tergesa-gesa untuk segera mendapatkan untung. Pria yang memiliki panggilan kecil Ngurah Ade ini, menggunakan bahan masakan yang sederhana, agar dapat sedikit demi sedikit ia dapat merombak ruang lainnya menjadi sebuah bar. Di tahun pertama ia mati-matian mengumpulkan modal agar produksi dapat berjalan, tahun kedua ia mulai mendapat pelanggan dan di tahun ketiga operasional mulai berjalan.

Sebelum Warung Dedari dibangun, Ngurah Manubawa harus menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depannya. Membersihkan dan menata tanah yang masih amburadul, padahal daerah itu bukan merupakan daerah pariwisata, namun baginya hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagi pria kelahiran Perean, 30 Mei 1972 ini. Hal yang mendorongnya untuk membangun bisnis, salah satunya Warung Dedari ini karena alasan ekonomi dan rasa kepedulian yang tinggi, terhadap masyarakat Baturiti.

Karena jiwa sosialnya yang tinggi, Tuhan pun memberinya jalan dengan mengembangkan bisnis di bidang yang berbeda, seperti sewa vila dan restoran & bar di Legian yang merupakan bisnis pertamanya.

Masa remaja Ngurah Manubawa sudah terbiasa hidup mandiri. Tamat SMA ia memutuskan untuk meninggalkan rumah dan merantau ke Legian, Kuta. Di Legian, ia ingin mengembangkan diri, salah satunya dengan belajar surfing, kemudian mengajarkan kepada wisatawan asing. Dari penghasilan yang didapatkan, ia tabung sedikit demi sedikit, untuk membangun rumah, karena rumah yang ia tinggali bersama keluarga terlalu kecil bila terus menerus ditempati.

Berkat dukungan keluarga, Ngurah Manubawa kemudian dapat membuka bisnis di restoran & bar di Legian yang telah berjalan selama 21 tahun. Di balik kesuksesannya berbisnis, ia menyadari orangtualah yang berjasa dalam mendidiknya, walau orangtua hanya bekerja sebagai petani. Ia belajar bagaimana hidup mandiri dan bekerja keras sejak kecil untuk mendapatkan apa yang ia butuhkan. Satu sisi ia merasa berat, sisi lain ia dapat menikmati pekerjaannya, karena dapat sambil bermain bersama teman-temannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!