Sulap Garasi Jadi Salon Hingga Keliling Bali Merias Pengantin di Hari Bahagia

Memiliki passion di bidang seni tata rias disertai dukungan penuh dari sang ibu yang berprofesi di bidang serupa, memantapkan niat Ni Made Reni Maharani membuka usaha salon di Bali. Senantiasa mengutamakan kepuasan klien dengan menawarkan jam layanan fleksibel, make up artis dari Tabanan ini selalu dicari masyarakat dari berbagai daerah. Tak hanya menerima pesanan jasa dari berbagai kabupaten di Bali, tak jarang ia harus terbang ke luar daerah. Demi mewujudkan hari bahagia para pengantin lewat sentuhan tata rias khas Maharani Salon.

Perempuan yang lahir dan besar di Surabaya ini sudah tertarik pada bidang fashion dan tata rias sejak duduk di bangku sekolah. Beruntung ia memiliki orang tua yang sangat mendukung passion-nya itu, khususnya sang ibu yang juga bergelut di bisnis salon. Sebelum memulai bisnis di tanah kelahiran suami seperti sekarang, Maharani sudah mengantongi pengalaman menangani klien salon milik ibunda tercinta di Surabaya. Sehingga pada kesempatan hijrah ke Bali setelah menikah, ia pun memutuskan untuk melanjutkan usaha di Pulau Dewata.

Tentunya banyak tantangan yang dihadapi tatkala merintis usaha kembali dari nol. Di awal usaha ia tidak memiliki tempat usaha sebagaimana salon pada umumnya. Maharani hanya mengandalkan promosi di media sosial dengan memajang fotofoto hasil karyanya saat menjadi perias pengantin di Surabaya dulu. Ternyata respons masyarakat sangat positif, banyak yang tertarik pada portofolio hasil miliknya itu.

Namun keterbatasan tidak menghalangi semangatnya menjadi seorang penata rias profesional spesialis pengantin maupun klien yang akan melangsungkan upacara potong gigi. Lantaran tidak memiliki tempat usaha, ia menyiasati pertemuan dengan calon klien dilakukan di satu tempat yang telah disepakati. Apabila calon klien setuju untuk menggunakan jasa tata rias darinya, Maharani yang akan mendatangi langsung rumah klien untuk mengerjakan tata rias. Ia sendiri tidak membatasi jangkauan pelayanan, ia menerima klien dari berbagai daerah dan siap datang ke tempat yang disepakati.

Tak jarang Maharani harus menempuh jarak jauh demi menjalankan tugas. Bahkan ia sering mengendarai kendaraan menuju rumah pengantin di waktu dini hari. Hal ini lantaran proses merias pengantin memakan waktu lama, sedangkan sang pengantin harus sudah siap untuk melaksanakan prosesi upacara di pagi hari. Tentunya lelah kerap dirasakan Maharani di saat permintaan jasa datang di waktu bersamaan.

“Pernah saya alami saat perjalanan pulang dari rumah klien, saya merasakan kelelahan. Biasanya saya akan beristirahat sejenak, pernah pula sampai ketiduran di dalam kendaraan yang saya parkir di tepi jalan,” ungkap Maharani soal pengalamannya. Beban kerja yang cukup berat tak membuat Maharani menyerah sebab hal yang ia jalani tersebut merupakan bidang yang ia cintai. Ia mengakui rasa lelah seketika sirna manakala melihat senyum bahagia klien yang diriasnya. Apalagi jika hasil polesan tangannya itu dapat membuat para pengantin merasa lebih percaya diri di hari bahagia mereka, merupakan suatu kebanggaan bagi Maharani.

“Selama ini saya selalu mengutamakan kepuasan klien yaitu dengan menggunakan produk tata rias yang cocok dengan karakter wajah mereka. Selain itu saya tidak kaku dalam mematok jam layanan, misalnya hanya mengerjakan rias sekian jam saja. Karena pada realitanya, proses merias khususnya rias pengantin adat Bali sangat kompleks dan membutuhkan waktu lama,” tuturnya.

Maharani berusaha meminimalisir kendala soal waktu di lapangan dengan datang tepat waktu. Ia pun selalu mengomunikasikan kepada kliennya tentang hal apa yang perlu dipersiapkan agar proses merias nantinya berjalan lancar. Bila pada akhirnya tetap ada kendala-kendala, Maharani tetap akan mengusahakan supaya hasil akhir sesuai dengan permintaan kliennya.

Membuka Studio

Berkat komitmen dalam memberikan hasil riasan yang memuaskan calon pengantin, banyak dari klien yang pernah menggunakan jasa Maharani Salon merekomendasikan ia ke kerabat mereka. Promosi dari mulut ke mulut ini dinilai jitu dalam mendongkrak branding usahanya. Terbukti banyak pesanan yang masuk merupakan hasil referensi dari para konsumen yang sudah membuktikan kualitas riasannya.

Melihat perkembangan usaha yang mengarah positif, Maharani memberanikan diri membuka studio salon di rumahnya. Kala itu ia menjadikan garasi kendaraan sebagai tempat usaha, ia menyulap ruang yang tak seberapa luasnya itu menjadi tempat menerima klien. Sekaligus tempat entalase koleksi pakaian pengantin yang ia berikan satu paket dengan jasa make up. Berkat konsisten dalam berusaha serta semangat kerja yang tak pernah padam, Maharani pelan-pelan dapat melakukan pembenahan pada salonnya yang berlokasi di Jl. Patimura Gg. I No.1 A, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan.

Saat ini Maharani telah berhasil mengembangkan usahanya dengan membuka studio foto di salon miliknya itu. Hal itu ia lakukan untuk memfasilitasi para klien yang ingin mengabadikan momen bahagia mereka sebelum melangsungkan rangkaian upacara. Melalui inovasi ini, cukup menarik minat masyarakat yang ingin menggunakan jasa make up dari Maharani sekaligus jasa fotografi darinya. Maharani menggandeng sang suami yang juga merupakan seorang fotografer dalam hal mengelola Maharani Studio Foto.

Maharani mengaku tak menyangka akan melangkah sejauh ini. Rasanya seperti mimpi, kini ia telah memiliki usaha sendiri dan melahirkan usaha lain di antaranya properti berupa rumah kos. Bila ditanya apa kuncinya, ia menjawab dengan sederhana yakni selalu berpikir positif dalam keadaan apapun, termasuk di saat menghadapi titik terendah dalam hidup. Ia percaya apa yang selalu divisualisasikan melalui pikiran cepat atau lambat akan terwujud nyata, sehingga ia selalu menghindari pikiran buruk agar hal itu tidak menjadi kenyataan.

Ia pun tidak pernah pelit dalam berbagai baik dalam hal ilmu maupun materi dengan sesama dalam kondisi kekurangan sekalipun. Maharani meyakini bahwa kesuksesan sebenarnya adalah pada saat mampu menebar manfaat untuk orang lain. Bila ada pihak yang ingin belajar soal tata rias darinya, Maharani tak sungkan membagi ilmunya itu. Ia tak khawatir soal kompetisi usaha sebab ia percaya bahwa tiap orang sudah digariskan rezeki masing-masing. Ia hanya berusaha maksimal sesuai tugas dan perannya dan menyerahkan hasil kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!