Sukses Curi Perhatian Pembeli, Sutrisno Mi Lidi Dengan Mengenakan Dasi

Setiap pagi, Sutrisno (23), warga Perumahan Tanjung, Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, disibukkan dengan menggoreng mi lidi. Bersama ibu dan adiknya, ia sedang menyiapkan barang dagangan yang akan dijajakan pada sore hari.

Dengan rapi, mi lidi dibungkus satu per satu ke dalam plastik. Ada yang seharga Rp 1.000 dan ada yang Rp 2.000 per plastik. Setelah menggoreng dan menyiapkan mi lidi yang dibungkus satu per satu dari pukul 10.00-13.00 WIB, saatnya Sutrisno mandi dan bersiap untuk menjajakan barang dagangan.

Pemuda yang mempunyai tinggi badan 175 sentimeter dan berkulit putih itu memasukkan satu per satu barang dagangan kedalam boks yang ada di belakang sepeda motor. Ia tidak lupa menyiapkan bumbu mi lidi yang menjadi pilihan pembeli.

Yang menarik, ketika Reno, panggilan akrabnya, akan berkeliling menjual barang dagangan, ia memakai kemeja putih, berdasi merah, dan sepatu pantofel layaknya orang kantoran. Berpenampilan perlente tersebut sudah ia lakoni selama empat bulan dengan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain.

Memakai pakaian bak orang kantoran menurut Reno bukan tanpa sebab. Dulu sewaktu masih bekerja di pabrik, ia juga berjualan mi lidi keliling. Namun, suatu saat dirinya lupa tidak melepas pakaian kantornya saat berjualan keliling mi lidi. “Saat itu, lupa mencopot seragam yang rapi pas jualan mi lidi. Malah banyak yang membeli barang dagangannya karena melihat rapi dan bersih. Banyak juga yang membeli turun dari mobil karena mungkin penampilan saya menarik perhatian,” ujar dia.

Awal bisa berjualan mi lidi keliling karena hobinya membeli makanan ringan tersebut. Muncul ide ia berjualan dan keluar dari perusahaan tempat ia bekerka karena hasilnya yang lumayan untuk menghidupi keluarga.

“Saya tulang punggung keluarga, ibu menjahit, dan dua adik saya sekolah. Sementara bapak sakit sehingga membuat saya harus bekerja keras,” ujar Reno. Dengan berjualan ini, dirinya bisa memperoleh Rp 150.000-Rp 200.000 per hari. Saat berada di Alun-alun Kota Pekalongan, Reno terlihat tidak canggung melayani pembeli yang kebanyakan penasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!