Serap Nutrisi dan Ilmu Budidaya Lebah Madu

Alam sesungguhnya telah menyediakan kekayaannya, agar dapat dimanfaatkan manusia, baik dikonsumsi secara langsung atau dalam kegiatan jual beli. Namun sayang demi sebuah alasan tertentu, tindakan curang dilakukan, sehingga akan ada pihak yang mengalami kerugian. Hal ini yang dialami oleh Winarto sebagai pembeli, karena objek dari perilaku yang tidak terpuji teresebut, berhubungan dengan produk yang memberi banyak manfaat kesehatan dan kecantikan bagi kehidupan manusia. Ia pun memiliki upaya untuk melakukan penelusuran dalam usaha ini dan ternyata baru separuh jalan, ternyata ia mulai tertarik dengan prospek budidaya lebah ini kedepannya.

Penelusuran sebelumnya, Winarto yang menikah dengan istri yang berasal dari daerah dingin Bedugul, Kabupaten Tabanan, bekerja sebagai penjual sayur-sayuran, di mana memiliki kebun sendiri dan orangtua yang berlakon sebagai petani. Namun karena kondisi harga sayur-sayuran yang tiba-tiba merosot, Winarto pun mulai memikirkan untuk mengambil langkah dipeluang usaha berikutnya.Bersamaan dengan kejadian saat itu, Winarto yang sempat membeli madu untuk kebutuhan sehari-hari, kecewa dengan madu yang ia peroleh yang ternyata berupa madu campuran. Penasaran, mengapa hal itu bisa terjadi, ia pun mulai tertarik untuk mempelajarinya semenjak dua tahun lalu. Langkahnya ia mulai dengan mencari sumber referensi, kemudian ikut grup ternak lebah yang terkoneksi langsung dengan negara China dan Amerika, di mana negara-negara tersebut telah berpengalaman budidaya lebah lebih dari 100 tahun. Untuk Indonesia sendiri, baru sekitar 30 tahun, khususnya jenis Apis Mellifera yang dikembangkan, jadi penting baginya untuk lebih banyak menyerap referensi dari luar.

Winarto kemudian berangkat ke Jawa Timur, tepatnya di daerah Lawang, untuk membeli empat koloni lebah. Kemudian koloni lebah tersebut ia bawa ke Bedugul dengan menyetir mobilnya sendiri dan dikembangkan di daerah tersebut. Setelah melakukan budidaya perdananya, ternyata jenis lebah Apis Mellifera Italia, lebah yang telah umum diketahui orang banyak, tidak cocok ditempatkan di daerah yang dingin. Hal ini tentu menjadi pengetahuan baru bagi Winarto. Ia pun semakin antusias untuk melanjutkan budidaya lebah tersebut, dengan mencoba membudidayakan di beberapa lokasi yang berbeda.

Di Lebah Pramuka, sebuah lokasi budidaya dan wisata lebah di Cibubur, Winarto kemudian melanjutkan pengembangan lebah jenis Apis Cerana. Setelah selama dua bulan, ternyata perkembangannya cukup lambat, ia pun memutuskan untuk memindahkan Koloni lebah ke Jawa Timur dengan cara join bersama rekannya. Alhasil, karena lokasi tersebut terdapat banyak perkebunan jagung] dan salah satu faktor pengembangan koloni ialah populasi bunganya, tak hanya lebah jenis Apis Cerana yang berhasil diternakan, ia juga membudidayakan jenis lebah Apis Mellifera asal Italia, yang masih berjalan sampai saat ini.

Lebah tak hanya serangga yang pandai dalam memproduksi madu yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan, tapi yang tidak bisa diabaikan, lebah juga dapat mengeluarkan sengatan yang besifat racun, saat serangga ini merasa terancam. Untuk lebah bernama ilmiah Apis Dorsata, bila terkena sebanyak 50 sengatan dari jenis ini akan dapat mematikan manusia, sedangkan untuk Apis Cerana dan Apis Mellifera, 200 sengatannya dapat mengancam manusia yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

“Sahabat Lebah Nusantara” begitu Winarto menamakan usahanya yang beralamat di Jl. Tukad Pakerisan, Gang XXIII No.12, Denpasar tersebut, telah mengalami perkembangan pesat hingga saat ini, dengan melakukan pengiriman koloni lebah ke daerah-daerah Indonesia, seperti Jambi, Makasar, Lombok dan Padang. Untuk menjangkau pengiriman dari pulau satu ke pulau yang lainnya, Sahabat Lebah Nusantara hanya difasilitasi oleh pesawat maskapai Garuda Indonesia, tentu dengan prosedur dan pengecekan yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk maskapai lain, memilih untuk menghindari risiko yang akan ditimbulkan nantinya.

Winarto paham betul, pengetahuannya sebagai peternak, wajib untuk terus digali. Tak hanya sifat dari jenis-jenis lebah tersebut, penting juga mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan usahanya tersebut, seperti salah satu cabang dari ilmu biologi, yaitu ilmu botani, sebuah studi ilmiah

yang mempelajari dan meneliti tentang tumbuh-tumbuhan yang ditemukan di muka bumi. Khususnya sebagai peternak lebah, ia wajib lebih banyak mengetahui tumbuhan-tumbuhan apa saja penghasil nektar, selain tumbuhan yang telah umum ia ketahui. Agar sebagai bisnis yang sejak awal bertujuan menghasilkan madu yang melimpah, dapat terus berjalan seiring dengan peningkatan permintaan pasar terhadap madu yang berkualitas baik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!