SELARASKAN TUGAS KEMASYARAKATAN DAN PANGGILAN JIWA KEWIRAUSAHAWAN

dsc_0248

photos_28465_370705

Sampai saat ini Kuta masih menjadi kawasan wisata terfavorit di Bali. Kuta memang tersohor akan Pantai berpasir putih yang eksotis dengan ombak yang indah, matahari terbenam yang selalu ditunggu momen kedatangannya dan juga terkenal akan atraksi hiburan lainnya. Maka tak heran Kuta menjadi salah satu resor pantai yang paling terkenal di seluruh dunia. Di tempat inilah, sebuah akomodasi penginapan tersedia bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di kawasan pantai Kuta. Simpang inn namanya. Sebuah hotel dengan gaya khas Bali yang kental yang dimiliki oleh orang lokal.

dsc_0248
Adalah Made Rudika, pria yang lahir dan bertumbuh di Kuta merupakan pemilik dari Simpang inn tersebut. Sebagai seorang praktisi di bidang pariwisata, Made Rudika melihat perkembangan yang pesat terjadi di kota kelahirannya itu.
“Kuta memiliki infrastruktur yang sangat lengkap untuk mendukung sektor pariwisata. Di tempat ini, wisatawan dapat menemukan dengan mudah berbagai jenis penginapan, mulai dari kelas melati hingga hotel berbintang. Ada pula pusat perbelanjaan dan klub malam yang selalu ramai hingga dini hari,” ujar Made Rudika.
Namun ia tidak dapat menampik bahwa kemajuan pariwisata ini juga memberikan imbas yang negatif dalam beberapa aspek sosial di masyarakat, khususnya masyarakat Kuta. “Ada dua permasalahan yang terbilang cukup kompleks di wilayah Kuta ini. Di antaranya masalah keamanan dan ketertiban nasional (Kantibnas) dan padatnya lalu lintas di daerah ini,” ujar Made Rudiia yang juga merupakan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kuta.
Meski tidak dapat mengatasi sepenuhnya kedua permasalahan tersebut, namun Made Rudika meyakini bahwa problem tersebut dapat diminimalisir. Misalnya dengan menghimpun sistem keamanan dari warga seperti contohnya pecalang. Maupun dari pihak yang berwenang untuk lebih menyiagakan aparatnya di lapangan.
Ditemui di penginapan miliknya yang bernama Simpang inn, Made Rudika menjelaskan tentang peran LPM yaitu di bidang sosial budaya, kemasyarakatan, ekonomi, dan lingkungan. Namun ia mengakui bahwa tugas tersebut tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja. Karena itu pihaknya sering berkordinasi dengan lembaga lainnya yang juga memiliki peran penting dalam sosial kemasyarakatan di Kuta. Misalnya saja soal keamanan, pihaknya akan melaksanakan kordinasi dengan aparat desa, aparat pemerintahan melalui Satpol PP maupun LINMAS, maupun dari instansi kepolisian. Khusus menanggulangi permasalahan keamanan di Kuta, Made Rudika menyatakan bahwa dari segi jumlah aparat keamanan sudah sangat layak.
“Jumlah aparat keamanan di Kuta ini sebanyak tiga pleton atau sekitar 90 orang,” kata Made Rudika. Hal itu menunjukkan betapa keseriusan stakeholder terkait yang ada di daerah Kuta dalam menjaga kredibilitasnya sebagai tempat wisata favorit di dunia.
Selain menjalankan fungsi kordinasi demi menjaga keamanan wilayah Kuta, LPM Kuta juga menyoroti bidang pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah pemberdayaan dalam bidang olahraga. Made Rudika menuturkan bahwa LPM Kuta membidangi 12 cabang olahraga di antaranya sepak bola, bulutangkis, tenis meja, tenis lapangan, surfing, bela diri, dan lain sebagainya. Dengan demikian lembaga tersebut dapat menggali bibit-bibit atlet yang potensial sehingga nantinya dapat mewakili Kuta khususnya dan Kabupaten Badung pada setiap perhelatan olahraga baik tingkat provinsi maupun nasional.
Ciptakan Peluang Usaha
Made Rudika menambahkan, LPM Kuta juga berperan dalam memberdayakan masyarakat khususnya di bidang ekonomi. Salah satu program yang tengah gencar dilakukan adalah meningkatkan minat masyarakat dalam berwirausaha. Upaya tersebut dilakukan dengan mengadakan berbagai macam pelatihan kewirausahaan serta pelatihan kilat lainnya untuk mendukung program ini.
“Saya ingin lebih banyak lagi anggota masyarakat di wilayah Kuta ini menciptakan peluang usaha sendiri. Sehingga dalam pembagian kue pariwisata ini mereka tidak hanya kebagian remahnya saja, atau bahkan hanya menjadi penonton saja,” imbuh Rudika.
dsc_0224loby_simpang_inn
Jiwa enterpreneur itu sendiri ternyata telah bertumbuh subur dalam jiwa seorang Made Rudika. Sebagai generasi kedua usaha penginapan Simpang Inn ia pun memiliki tanggung jawab lain di luar tugasnya sebagai Ketua LPM Kuta. Kewajiban untuk mengelola suatu usaha yang telah dirintis orangtuanya yaitu pasangan I Nyoman Suarsa dan Ni Wayan Rodiasih.
Di tengah ketatnya kompetisi usaha penginapan di Kuta, Made Rudika mensiasati persaingan dengan mengikuti perkembangan yang ada. Misalnya saja dalam hal pemasaran, ia menggunakan sarana internet dalam memasarkan akomodasinya tersebut. Tentunya dengan memberikan informasi yang jelas dan mendetail agar calon konsumen dapat mengetahui jasa yang ditawarkan.
Simpang inn berlokasi di Jalan Legian No.133 Kuta. Berbagai fasilitas yang ditawarkan di penginapan ini adalah Bar & Restaurant, Swimming Pool, Cars & Motor Bikes for rent, Meeting Room, Tattoo’s Studio, Telecomunication services, Laundry service, dan Doctor On Call. Untuk resevarsi dapat menghubungi +62.361.8070181.
33398610

 

Be first to comment