Restu Mulia Transport Tawarkan Kenyamanan dan Keamanan Kepada Penumpang

Sejak kecil Eddy Darma dan keempat saudaranya yang lain sudah mendapat didikan disiplin dari orangtua. Meski tergolong keluarga mampu, soal memenuhi kebutuhan sendiri, ia tidak boleh bergantung dengan asisten rumah tangga. Hal tersebutlah yang mengantarkan Eddy Darma dapat meneruskan kesuksesan jasa transportasi sang ayah “Puspasari”.

Meski sang ayah terbilang seorang pengusaha jasa transportasi yang sukses, namun ayahnya tak ingin melewatkan waktu makan bersama dengan keluarga. Rutinitas tersebut menjadi sebuah kewajiban untuk berkumpul bersama keluarga yang tak boleh dilewatkan. Hingga Eddy Dharma menikah dan memiliki lima orang cucu, rutinitas itu terus ia upayakan agar tetap berjalan, karena mampu memberi pengaruh positif bagi dirinya dan keluarga. Dapat memberi kesempatan untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan yang semakin kuat antara anak-anak dan keluarga.

Tahun 1976, Perusahaan Oto Bus Puspasari didirikan oleh orangtua, I Made Oka Nurdjaja (alm) bersama lima bersaudara yang direstui dan didukung oleh ibunda Ni Luh Padmi Ariani, dengan awal membuka trayek Singaraja-Surabaya dan Denpasar- Surabaya, selanjutnya pada tahun 1979 membuka trayek Yogyakarta.

Tahun 1984 Puspasari mengurangi aktifitas transportasi dan mencoba untuk berbisnis hasil laut. Semuanya berawal dari pertemuannya dengan wisatawan asal Singapura yang mengorder rumput laut jenis Ecuma Spinosum dan Kotomi, serta mensupply permintaan dari pabrik agar-agar dengan jenis Gilidium. Tahun 1985 kemudian kembali mengembangkan sebuah usaha di bidang properti dengan mendirikan parusahaa PT. Tata Alam Sari Inti.

Tahun 1987 Eddy Dharma mendirikan bisnis transportasi CV. Restu Mulya, secara mandiri, namun ternyata itu bukanlah perkara mudah. Berbekal dari pengalaman manajemen perusahaan jasa transportasi Puspasari, ia jadikan tolak ukur dalamperkembangan, tantangan dalam mengelola yang sepenuhnya ditangani sendiri oleh Eddy Dharma. Beruntung ia memiliki rekan-rekan pengusaha yang tak jarang memberinya dukungan dan informasi dalam berbisnis transportasi bus malam dan pariwisata, serta titipan kilat/paket.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah, CV. Restu Mulya disesuaikan Badan Hukumnya menjadi PT. Restu Mulya Mandiri pada tanggal 20 April 2015, sehingga setiap tanggal tersebut dijadikan sebagai HUT PT. Restu Mulya Mandiri yang dirayakan secara bergilir dari satu cabang ke cabang yang lain. HUT pertama dilakukan di Kantor Cabang Yogyakarta dan baru-baru ini perayaan HUT juga dilakukan di Kantor Cabang Malang. Dalam perusahaan jasa transportasi tersebut ia pun memiliki kebijakan untuk memanage keuangan serta mengutamakan hak daripada karyawannya terlebih dahulu, termasuk Eddy Dharma sebagai pemilik yang menerima gaji setiap bulannya. Di akhir tahu, ia dapat melihat angka keuntungan yang diperoleh untuk diinvestasikan ke perusahaan atau kegunaan lainnya.

Sebagai pelayanan angkutan umum, Restu Mulya terus berkomitmen memberikan fasilitas yang terbaik. Terbukti penghargaan yang telah diperoleh yakni pada tanggal 22 Desember 2008 dari Direktur Jendral Perhubungan Darat Bapak Drs. Suroyo Ali Moeso sebagai Nominasi Perusahaan Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Dengan Pelayanan Terbaik. Tahun 2015 memperoleh Penghargaan dan Kementrian Perhubungan Republik Indonesia Bapak Ignatius Jonan “Penilaian Keselamatan Transportasi (Transportasi Safety Award/tsa th 2015)”. Selanjutnya tanggal 6 Desember 2017 memeperoleh Penghargaan dari Direktur Jendral perhubungan Darat Drs. Budi Setiyadi, S.H, M.Si., “WAHANA ADHIGANA KATEGORI AKAP NON-EKONOMI”.

Restu Mulya Mandiri memiliki motto, “Konsumen, pesaing dan regulator adalah mitra perusahaan untuk menjadikan perusahaan bertumbuh dan berkembang”. Dengan semangat visi untuk menjadi perusahaan transportasi yang mampu memberikan dan menyediakan layanan prima yang didambakan konsumen. Dan misi memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan pelayanan yang aman, nyaman, serta tepat waktu melalui pembangunan management yang berkelanjutan.

Selain memiliki bisnis, Eddy Dharma juga aktif dalam sebuah organisasi, yakni sebagai Ketua DPD ORGANDA BALI (Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan) dan selama 15 tahun mengabdi sebagai Ketua pada MUSDA Organda, dimana pada bulan Maret 2019 yang lalu telah mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai ketua dan tidak mencalonkan diri lagi, namun secara aklamasi dipilih oleh peerta sehingga tidak bisa menolak dilanjutkan kembali menjadi Ketua DPD Organda Bali periode 2019-2024.

Ia pun angkat bicara perihal manejemen transportasi yang telah diterapkan pemerintah, mulai pengaturan sistem transportasi dari moda angkutan, sistem jaringan, dan kebijakan terkait. Dalam hal ini, Trans Sarbagita menjadi contohnya, kebijakan ini sebenarnya sangat tepat untuk mengatasi persoalan kemacetan itu. Namun integrasi dengan sistem angkutan umum masih kurang, baik perkotaan dan pedesaan yang ada di Kawasan Sarbagita. Sehingga tidak dapat menjangkau semua jaringan yang ada di kawasan tersebut. Masyarakat pun menjadi enggan untuk menggunakan angkutan umum dan lebih memilih kendaraan pribadi yang jumlahnya terus mengalami peningkatan. Diharapkan pemerintah dapat memaksmalkan angkutan umum Trans Sarbagita yang telah beroperasi sejak 18 Agustus 2011 ini dapat menambah trayek pengumpan, agar persoalan klasik kemacetan benar-benar teratasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!